Tampilkan postingan dengan label Fiksi-ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi-ilmiah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Alpha Veta

Sebuah bintang baru telah  kembali dari mati suri nya. Bintang itu bernama Alpha Veta. Bintang yang memiliki bobot dan diameter lebih besar dari matahari itu ditemukan oleh  penemu dari Indonesia dan terletak   lumayan jauh dari planet pluto (sekarang tidak lagi disebut planet).  Belakangan tanpa diduga bintang tersebut  menunjukan reaksi termonuklir yang signifikan sehingga menyebabkan kenaikan suhu yang juga berdampak sekaligus pada planet-planet disekelilingnya, termasuk bumi. 

Demi merekam situasi keresahan dan kepanikan akibat efek Alpha Veta terhadap bumi maka disajikan lah berbagai situasi manusia di bumi dalam detik-detik terakhir ketika bencana Alpha Veta melanda. Situasi itu kemudian dirangkum melalui kisah yang meliputi situasi Arya Winarwan, Priska Chindyana, Intan , Ali Fachrudin , Andi  Rahmawan, Albertus Somata, dan Pemerintah Amerika Serikat. 

Arya (astronom) dan Priska (reporter) adalah teman lama yang akhinya bertemu kembali setelah dua tahun tak bertemu. Mereka saling memendam rahasia karena sebuah persahabatan yang mereka bangun sekaligus perbedaan agama yang mereka anut. Hingga akhirnya Alpha Veta datang dan memaksa  Arya dan Priska untuk jujur setidaknya pada perasaan mereka antara satu sama lain. 

Intan.  Satu-satunya adik dari Priska yang tinggal di Jayapura bersama ayah dan ibu. Ia sangat menyayangi Priska dan menunggu kepulangan kakaknya itu setelah bertugas sebagai reporter di Jakarta. Tapi sayang, Priska tidak kunjung datang bahkan saat Alpha Veta pun akhirnya benar-benar terjadi dan menimpa Jayapura.

Ali Fachrudin. Seorang mantan murid di Afganistan dan dituduh melakukan pemboman di Bali hanya karena ia pernah bertugas di Afganistan. Ia kemudian dijebloskan ke penjara dan menunggu saat-saat eksekusi mati  terjadi. Tapi sebelum itu, ia dipindahkan ke sebuah penjara sebelum akhirnya Alpha Veta datang dan membuatnya terombang-ambing antara kehidupan dan kematian.

Andi Rahmawan. Dokter bedah kaya raya yang punya idealisme untuk menolong seseorang hanya berdasarkan materi semata. Hal itu lantas membuatnya di cap buruk bagi orang-orang disekelilingnya, termasuk keluarganya sendiri. Hingga suatu hari, Alpha Veta datang dan membuatnya tersadar bahwa selama ini sebagai dokter ia telah salah melangkah terlalu jauh. 

Albertus Somata. Pemimpin sekte hari kiamat yang ditangkap oleh polisi akibat alirannya yang dianggap menyesatkan dan meresahkan masyarakat. Ia ditangkap dan dijebloskan dalam penjara. Namun Albertus Somata tidak hilang akal. Ia  meloloskan diri dengan cepat meskipun bersamaan dengan itu Alpha Veta  juga datang dan membuatnya sadar ia tak pernah punya jalan untuk meloloskan diri dari tuhan.

Pemerintah Amerika Serikat. Semua pejabat dan Presiden Amerika Serikat heboh oleh fakta mencengangkan atas kemunculan Alpha Veta dan akibat yang ditimbulkannya. Karena itu, pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengadakan proyek Icarus yaitu proyek pembangunan bungker sebagai tempat perlindungan  umat manusia dari  ancaman Alpha Veta, meski pada akhirnya mereka tahu proyek tersebut tak akan selamanya berhasil  menyelamatkan mereka. 

Baik Arya, Priska, Intan, Ali, Andi, presiden, maupun menteri yang terlibat didalamnya bersatu padu demi menyelamatkan diri dari  Alpha Veta yang  akan  menimpa  seluruh umat manusia .Tapi akankah ditengah keganasan dampak dari Alpha Veta  itu mereka akhirnya mampu untuk bertahan?ataukah mereka hanyalah segelintir kisah dari milyaran manusia yang akan terkubur bersamaan dengan musnahnya seluruh bumi berikut peradaban manusia dan isinya?

Berbicara mengenai Alpha Veta harus kuakui novel ini cukup bagus tapi sayang tidak sebaik atau lebih dari Area X yang kubaca beberapa bulan yang lalu. Mungkin hal itu dikarenakan novel Alpha Veta berlangsung dalam tempo yang sangat cepat dan kurang mendalam dibandingkan Area X sehingga banyak hal yang terasa ganjil dan kurang memuaskan. Seperti misalnya pada bagian pemberitaan presiden mengenai bencana Alpha Veta yang dimaksud. Padahal kalau dipikir-pikir bukankah pemberitaan akan adanya bahaya besar diumumkan dalam rentang waktu yang cukup lama sebelum kejadian yang dimaksud terjadi?ini malah diumumkan beberapa hari sebelum bencana terjadi. Ditambah lagi presiden juga digambarkan akan mengambil tindakan tegas jika ada rakyatnya yang menimbulkan  kepanikan di masyarakat sebelum adanya kepastian berita dari pihak-pihak terkait mengenai Alpha Veta. Tapi coba telisik lebih dalam lagi pada pemberitaan yang ia sampaikan. Presiden itu sendiri malah menyebut-nyebut efek Alpha Veta sebagai sebuah kiamat di akhir  pemberitaanya,kan?. Bukankah hal itu sendiri sudah menimbulkan kepanikan publik?.

Kemudian juga hal-hal yang membutuhkan penjelasan lebih seperti misalnya yang berkaitan dengan konsep termonuklir dan ledakan supernovanya. Aku merasa penjelasan tentang hal itu dan lain sebagainya masih  terkesan ala kadarnya saja, padahal di bagian berbau astronomi seperti inilah tingkat kesulitan penulis diuji. Seberapa mampu ia menjabarkan persoalan rumit itu secara lugas dan bisa dimengerti  oleh siapapun yang awam dengan tidak melepas acuannya yang berasal dari konteks astronomi yang real dan mendalam.

Terlepas dari adanya  kekurangan-kekurangan tersebut, ada juga beberapa hal yang aku sukai di novel ini. Yang pertama adalah pada konsep ceritanya. Meski harus diakui tidak mengusung konsep baru karena hanya merombak ulang dari novel-novel sejenis (entah karena aku sudah biasa menonton film-film belakangan yang setipe ini). Tapi untuk sebuah novel awal dalam ranah science fiction dalam negeri bisa dikatakan okelah. Yang kedua pada kelihaian Sulung yang berhasil menyatukan banyak karakter yang ada ke dalam bejana alur maju mundur tanpa adanya overlapping disana sini. Yang ketiga sekaligus yang terakhir ada pada suasana thriller khas film The Day After Tomorow atau 2012  yang berhasil disuguhkan dengan epik meski ada adegan yang tidak kusukai karena sama persis dengan adegan Rose Dawson meniup peluit  di film Titanic (halaman 100). 

Akhir kata, novel ini sukses menutup kisahnya dengan mengajak pembaca seakan tercenung dan berpikir.  Apakah seandainya jika kiamat itu benar-benar datang dan menjadi akhir dari semua kehidupan di bumi ini, akankah kita sudah siap menghadapinya dengan amal kebaikan yang kita miliki? Sudahkah semua itu cukup ?
=================

Judul : Alpha Veta
Penulis : Sulung Haryanto (aka Luna Torashyungu)
Penerbit: Dar!Mizan
Terbit : @2005
ISBN :  979-752-156-7
Tebal : 212 hal
Rating: 3/5

=================

Read more »

Rabu, 04 Januari 2012

Area X : Hymne Angkasa Raya


Masih ingatkah kita pada fenomena crop circle yang terjadi di wilayah Indonesia beberapa waktu yang lalu? Fenomena itu sempat menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Memang banyak alasan yang dikemukakan mengenai asal usul terbentuknya fenomena ajaib itu. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah campur tangan manusia usil, perkerjaan makhluk halus, hingga dampak dari adanya pendaratan UFO. Glek! UFO? UFO sendiri adalah singkatan dari Unidentified Flying Object yang artinya benda terbang tak dikenal (BETA). Istilah UFO kemudian lebih dikenal secara umum sebagai piring terbang oleh Kenneth Renold pada 24 Juni 1947 ketika penampakan benda ini terjadi di akhir perang dunia II. Penampakan piring terbang lainnya sekaligus yang paling kontroversial mungkin adalah pada peristiwa di Roswell, New Mexico. Pada peristiwa ini, Mayor Marcel yang tengah bertugas menemukan bangkai  piring terbang dan tubuh-tubuh homanoid seukuran satu koma tiga meter yang sayangnya ia anggap telah sengaja dihilangkan jejaknya secara rahasia oleh pasukan militer setempat.
gbr: disini
Lalu sebenarnya apakah UFO itu benar-benar ada?

Sulit memang untuk menjawabnya karena para peneliti dunia sampai saat ini masih mengkaji bab tentang keberadaan makhluk lain selain manusia di alam raya ini. Namun  terlepas dari itu semua. Novel area X (area sepuluh) karya Eliza V. Handayani ini  setidaknya akan menuntaskan setitik dahaga keingintahuan masayarakat Indonesia dengan menyajikan topik UFO dalam sebuah bingkai cerita dengan setting waktu Indonesia di masa depan.

Novel setebal 368 halaman ini bercerita tentang keadaan Indonesia pada abad 21 tepatnya pada tahun 2015. Digambarkan pada saat itu, dunia sedang dihadapkan pada masalah krisis energi, sehingga setiap negara berupaya menemukan energi alternatif lainnya. Tidak terkecuali Indonesia. Pada masa itu Indonesia yang digambarkan berkembang pesat terutama dalam bidang IPTEK mencoba berbagai cara untuk mencari solusi energi alternatif untuk bangsa. Salah satunya adalah pendirian pusat penelitian IPTEK mutakhir, yang berjumlah 10 area. Tiap-tiap area tersebut memiliki fungsinya masing-masing, dan yang akan banyak dibicarakan dalam novel ini adalah area X .

Oleh karena area X disebut-sebut banyak menyimpan misteri sekaligus adanya  kabar bahwa di tempat itu sedang diadakan penelitian berbahaya dan illegal, orang-orang menjadi semakin penasaran. Begitupun halnya Yudho, mahasiswa jurusan ilmu komputer. Ia merasa tertantang untuk menyelinap ke area X hanya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya yang dilakukan para peneliti di area X.Yudho pun berhasil masuk ke dalam area tersebut bersama temannya, Rocky. Ternyata keberadaan mereka diketahui penjaga sehingga mau tidak mau mereka mencoba untuk keluar dari area itu. Sayangnya,hanya Yudholah dapat meloloskan diri dari tempat itu, tetapi Rocky malah terjebak didalamnya.Sewaktu Yudho sedang mencari bantuan untuk menyelamatkan Rocky, keesokan harinya terdengar kabar bahwa Rocky  telah meninggal dunia. Yudho pun terpaksa membayar mahal atas kematian Rocky melalui pandangan sinis keluarga Rocky maupun pengucilan dirinya oleh pacar dan teman-teman sekitarnya.
insiden di Roswell
gbr: disini

Di sisi lain ada kejadian aneh yang menimpa keluarga Ibu Aini. Kali ini kecelakaan menimpa Ibu Aini dan juga putrinya saat mereka melewati jalan pulang yang dekat dengan area X. dalam perjalanan mereka melihat cahaya terbang yang berbentuk pipih dan oval seperti cakram. Ketika benda  tersebut melayang mendekat, radio yang sedang didengarnya berkerisik tak beraturan dan tiba-tiba mesin mobil mendadak mati. Yang lebih anehnya lagi, mereka mengalami luka memerah sesudah kejadian itu. Kasus ini membuat Elena Valeri, yang lebih akrab dipanggil Elly seorang mahasiswa jurusan Astrofisika yang bergabung dalam penelitian ufologi semakin  penasaran.

Rasa penasaran tersebut terus mendesak Elly untuk terus mencari kebenaran mengenai area X. Elly pun akhirnya bertemu dengan Yudho di Hadeslan, kota satelit yang mengelilingi kota Jakarta. Mereka  berdua memutuskan untuk saling berkerjasama demi mengungkapkan misteri area X dan kebenaran adanya eksperimen berbahaya mengenai anti gravitasi dan energi zero point yang diambil dari mesin UFO yang benar-benar jatuh di wilayah Indonesia enam puluh empat tahun silam.

Sejujurnya ini kali kedua aku membaca novel fiksi ilmiah Indonesia setelah Unfinished Journalnya Fauzi Maulana Hakim. Pertama kali aku mengetahui novel ini seratus persen dari hasil browsing disana sini. Banyak yang mengatakan bahwa novel ini sebagus 'kawan karibnya' Alpha Veta. Aku sendiri belum baca keduanya saat itu, tapi mendengar banyak komentar antusias pembaca, aku langsung memasukkannya dalam daftar bacaanku. Oh tuhan. susah sekali mencari novel ini di toko buku. Bagaimana tidak, novel ini terbit tahun 2003 lalu! sudah hampir sembilan tahun lamanya. Tapi alhamdullilah akhirnya dapat juga dengan perjuangan tanpa kenal lelah (*lebay) :)

Dilihat dari konsep cerita yang diusung area X,novel ini menunjukan kualitas cerita yang benar-benar baru dan menurutku sangat spektakuler. Kenapa? karena selain UFO merupakan hal baru yang belum pernah di bahas dalam sastra Indonesia (sepanjang pengetahuanku), novel ini memberi ruang visualisasi yang menakjubkan bagi pembaca seperti layaknya film action Hollywood. Tidak berlebihan, sungguh. Aku juga tidak menyangka bahwa novel ini tidak main-main dalam riset pengolahan ceritanya. Bayangkan saja Eliza yang  merupakan pelajar kelas dua SMU ketika pertama kali ia menulis novel  ini, harus berurusan dengan 33 jurnal ilmiah luar negeri dari berbagai disiplin ilmu tidak lain demi menghasilkan sebuah cerita yang konkret dan dapat ia pertanggungjawabkan isinya pada banyak orang. Patut di apresiasi, bukan?

"Berpeganglah selalu pada diri sendiri. Tapi akan selalu ada, meskipun sedikit,meskipun tiada kau rasakan,orang-orang yang selalu berpikir sepertimu,yang bisa memahamimu,dan bisa menyayangimu. Tak seorang pun benar-benar sebatang kara.  
Kita tidak pernah benar-benar sendirian..." (hal 354)

=================

Judul :Area X : Hymne Angkasa Raya
Penulis : Eliza Vitri Handayani
Penerbit: Dar! Mizan
Terbit : @2003
ISBN :979-3391-74-X
Tebal : 368 hal

=================
Read more »

Minggu, 20 November 2011

Never Let Me Go

Rilis di tahun 2005 silam, novel Never Let Me Go karya Kazuo Ishiguro langsung mendapat banyak pujian luas dari kritikus literatur dunia. Novel ini bahkan juga berhasil masuk  dalam daftar TIME 100 Best English-Language Novel from 1923 to 2005. Sebuah pencapaian yang luar biasa tentunya bagi Kazuo Ishiguro yang mengawali debut menulisnya melalui novel A Pale View of Hills (1982). Dilatarbelakangi suatu tempat di Inggris,novel ini menyuguhkan konsep cerita mengenai manusia yang pada masa itu  memiliki seorang kloning dirinya sendiri demi tujuan kesehatan. Kloning-kloning ini dirawat dan dididik di berbagai institusi yang menyerupai sekolah hingga akhirnya mereka mencapai usia dewasa dimana kemudian mereka wajib untuk mendonorkan organ vital dalam tubuh mereka kapan saja saat pemilik mereka membutuhkannya.

Never Let Me Go sendiri memulai kisahnya dari sebuah “sekolah” bernama Hailsham pada sekitar tahun 1970-an. Hailsham merupakan sekolah asrama yang mendidik murid-murid  dalam berbagai macam hal. Mereka diajari berbagai pelajaran eksakta,budaya,maupun olahraga dengan sistem pembelajaran yang menyenangkan dari para guardian. Mereka juga mendapat fasilitas pemeriksaan kesehatan dan event-event tahunan sekolah seperti Exchange maupun Sale yang selalu membuat murid-murid gembira. Bagaimanapun juga Hailsham secara umum kurang lebih sama dengan sekolah asrama lainnya, kecuali hanya satu hal: semua murid adalah produk kloningan.

Adalah Kathy dan Ruth, dua orang siswi Hailsham yang saling bersahabat satu sama lain meski memiliki banyak perbedaan. Hubungan mereka mulai menjauh ketika kehadiran Tommy menimbulkan cinta segitiga diantara mereka bertiga. Kathy dan Tommy yang sebenarnya saling menyukai namun terlalu pemalu untuk menyatakan perasaannya akhirnya memberikan ruang bagi Ruth untuk masuk dan akhirnya berhasil memenangkan cinta Tommy.

Hubungan ketiganya  berlanjut setelah mereka keluar dari Hailsham dan tinggal di Cottage. Hubungan spesial Ruth dan Tommy masih tetap berjalan meski terkadang putus nyambung. Sementara  Kathy  cukup puas berada diantara bayang-bayangan keduanya. Selama beberapa tahun di Cottage,mereka bertiga sempat melakukan semacam petualangan ke Norfolk demi mencari manusia yang menjadi sumber kloning Ruth, meski akhirnya mereka mengalami kekecewaan. Lalu  ditahun berikutnya,Kathy pun memutuskan memberi jarak diantara Ruth dan Tommy dengan cara keluar  dari Cottage. Ia bermaksud untuk masuk pelatihan keperawatan lebih cepat meskipun ia harus menanggung resiko terpisah dari Ruth dan Tommy selama bertahun-tahun.

Era tahun 1990-an,kini ketiganya telah menginjak usia dewasa. Kathy  menjadi perawat yang sukses dan mendapat penanguhan masa donasi, sedangkan Ruth dan Tommy malah tengah bersiap menjadi pendonor setelah bekerja beberapa tahun sebagai perawat. Berbekal hak istimewa, Kathy pun memilih untuk menjadi perawat Ruth setelah donasi keduanya. Hal ini menjadi langkah awal bagi Kathy untuk memperbaiki hubungan yang sempat merenggang antara dirinya dengan Ruth dan Tommy meski ia juga tak mampu mengelak dengan rasa cintanya pada Tommy yang ikut kembali tumbuh.

Ruth sendiri tahu pada perasaan Kathy itu. Karena itulah,  belakangan ia dihinggapi penyesalan menjelang donasi ketiganya hingga ia tak kuasa meminta maaf telah memisahkan cinta Kathy dan Tommy. Ruth tahu ia tidak ingin pergi bersama dengan rasa penyesalannya pada Kathy. Maka ia pun memberi mereka berdua alamat Miss Emily, ketua guardian Hailsham. Ia berharap dengan begitu baik Kathy maupun Tommy yang akan menjalani donasi selanjutnya akan mendapat penangguhan khusus  untuk bersama selama beberapa tahun  dan juga untuk mengungkap kemisteriusan dibalik dinding Hailsham yang kokoh dan penuh kenangan.

Permasalahan utama yang  kudapati dalam alur cerita Never Let Me Go adalah bagaimana emosional para karakternya hanya bisa kutangkap samar-samar. Khususnya pada kisah cinta Kathy dan Tommy. Samar-samar pada awalnya bagaimana perasaan Kathy terhadap Tommy, apakah hanya sekedar sahabat ataukah lebih dari itu.Tak ada perasaan yang cukup kuat antara Kathy dan Tommy untuk mendukung rasa cinta itu terbentuk. Padahal toh dijelaskan diakhir cerita, tahu-tahu mereka sudah merasa saling mencintai setelah akhirnya Ruth mundur.

Kemudian juga  tak adanya motivasi hidup yang berarti dari setiap tokohnya. Mereka kelihatan seperti menerima saja apapun yang terjadi pada mereka baik itu hidup ataupun mati tanpa adanya pemberontakan. Karena itulah, ketika membaca novel ini yang kudapati hanyalah  kehidupan tiga orang karakter dari waktu ke waktu dan bagaimana ketidakberdayaan mereka menghadapi garis kemalangan yang membuat cerita ini terasa melankolis.

Never Let Me Go sebenarnya sama sekali tidak mengecewakan malah sangat bagus menurutku. Pesannya sendiri mengenai pemanfaatan waktu dalam kehidupan dengan sebaik mungkin, khususnya dengan orang-orang yang disayangi – tak peduli hidupmu singkat ataupun lama – cukup mampu dihadirkan dengan tambahan beberapa sindiran sosial dan politik. Bagiku yang baru pertama kali melahap karya penulis berkebangsaan Jepang-Inggris ini, Never Let Me Go sudah menjadi awal baru perkenalanku dengan karya Kazuo Ishiguro dan bagaimana aku menantikan karyanya yang lain untuk dibaca. :)


pic: disini
sudah diadaptasi ke dalam bentuk film  berjudul sama : Never Let Me Go (2010)yang dibintangi 
Carey Mulligan,Andrew Garfield, dan Keira Knightley

=================

Judul :Never Let Me Go
Penulis : Kazuo Ishiguro
Penerjemah:Gita Yuliani K
Penerbit:Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @2011
ISBN :978-979-22-7493-6
Tebal : 358 hal

=================
Read more »

Kamis, 04 Agustus 2011

The Chemical Garden #1 : Wither


Cover yang artistic, synopsis yang menarik, dan judul yang mengundang rasa penasaran menjadi satu paket komplit yang membuatku--sejak februari lalu-- menginginkan novel trilogi The Chemical  Garden: Wither karangan Lauren Destefano ini. Tapi siapa sangka,ternyata sejalan dengan keinginan untuk dapat membaca novel ini, terjemahannya malah telah terbit dibawah naungan hak cipta terjemahan Penerbit Kantera. Sangat mengesankan memang, menyadari begitu cepatnya penerbit ini bertindak. Tapi dengan begitu, aku kira hal ini sangat membantu karena pembaca Indonesia dapat  dengan lebih cepat membaca suguhan terbaru  sastra luar negeri  sehingga tidak perlu terlalu lama lagi menunggu.

Dengan mengambil setting Amerika Utara di masa depan, novel ini hadir dengan memunculkan Rhine Ellery sebagai tokoh utamanya. Gadis 16 tahun yang terjebak dalam dunia yang telah kacau balau setelah perang dunia ketiga berakhir. Dunia yang penuh dengan ilusi dan kekacauan genetik umat manusia. 

"INILAH CARA DUNIA BERAKHIR BUKAN DENGAN LEDAKAN TETAPI RINTIHAN"

Versi USA
Pada waktu itu,  manusia dihadapkan pada kemajuan teknologi  tinggi yang mampu menciptakan generasi manusia yang tangguh terhadap berbagai penyakit dan mampu bertahan dengan umur yang panjang. Generasi tangguh ini disebut generasi tua. Namun lain halnya dengan generasi tua, generasi berikutnya muncul dengan kondisi sangat lemah dan berumur pendek. laki-laki 25 tahun;perempuan 20 tahun.

Di situasi inilah Rhine terjebak. Ditengah usianya yang mencapai 16 tahun, ia dan para gadis lainnya diculik oleh para pengumpul yang akan menjual mereka kepada Tuan rumah kaya ataupun tempat prostitusi. Rhine yang Heterochromia (kelainan jumlah melanin pada irisan mata) beserta dua gadis lain, Cecily (13 tahun) dan Jenna (18 tahun) diseleksi dan akhirnya terpilih menjadi para calon pengantin Linden Ashby ,sang  tuan rumah kaya yang membeli mahal mereka bertiga.

Tidak banyak yang mampu dilakukan Rhine setelah itu untuk menolak takdir sial yang datang kepadanya. Kebencian Rhine pada Linden pun perlahan-lahan digantikan oleh rasa pasrah yang tidak berkesudahan. Ia terpaksa menerima statusnya  sebagai salah satu istri Linden dan berteman baik dengan sesama istri lainnya. Berbagai kemewahan pun menjadi imbalan yang didapatkan Rhine beserta istri lainnya di rumah Linden. Diantara kemewahan yang didapatkan Rhine itu adalah dilayani oleh Gabriel, pelayan setia yang akhirnya diam-diam menjadi teman dekatnya selama ia tinggal disana.

Kemewahan dan kenikmatan tanpa batas hari demi hari ternyata tidak menjamin kehidupan mereka senyaman kelihatannya. Rhine sadar bahwa ada sesuatu rahasia besar misterius yang sama tertutupnya dengan rumah itu. kemisteriusan yang memberinya dorongan kuat untuk keluar. Bermodalkan kenekatan, Rhine mencoba berbagai upaya untuk kabur meskipun berulang kali pula ia gagal mendapatkannya. Hingga suatu ketika Rhine menemukan jalan keluar itu. Jalan keluar dengan cara bersandiwara  demi mendapatkan kepercayaan Linden. Meskipun Rhine tahu, jika saja ia salah melangkah dan ketahuan, gerbang kematian tengah menantinya di rumah itu.

Debutan Lauren ini menurutku sukses menyajikan plot segar dalam dunia dystopian melalui  ramuan romance dan thriller yang seimbang. Tidak hanya itu saja, jalinan kata sastra-ilmiah yang tersusun pun  sangat tajam dan sarkastik. Bisa dibilang,untuk seukuran novel awal secara keseluruhan novel ini sangat memikat dengan kelebihan-kelebihan itu hingga bahkan melampaui ekspektasi tinggiku sebelumnya.

Sayangnya, ada keganjilan yang masih menjadi tanda tanya besar ketika aku mengakhiri novel ini. Yaitu disaat peristiwa pembantaian melalui penembakan pada gadis yang tidak terpilih oleh para pengumpul. Kenapa mereka harus ditembak? Bukankah mereka komoditi berharga untuk dapat mempertahankan kelangsungan generasi manusia setelahnya? Aku rasa peristiwa penembakan masal itu sangat tidak masuk akal bagiku dan  menurutku juga keluar dari ketentuan hidup yang telah dibangun sebelumnya oleh Lauren. Kemudian yang terakhir pada kurangnya eksplorasi  mendalam terhadap budaya,politik, dan ekonomi masyarakat di zaman itu sehingga tak pelak menghasilkan alur cerita yang kurang greget dan terasa mengambang dalam penyajian dunia masa depannya.
Biarpun begitu,karena  cukup besarnya porsi perhatianku pada ending dari trilogi ini,kemungkinan besar novel ini akan kutunggu sekuel lanjutannya Fever yang akan rilis februari 2012 mendatang. Aku harap lebih..lebih..baik lagi.


Ps: sejauh ini hanya Indonesia yang satu-satunya merubah cover novel Wither lho..(meski aku harap lebih baik cover yang asli) tapi cover Indonesia juga manis...salut untuk desainernya. Moga cover  sekuel selanjutnya lebih bagus lagi yaaaaa..


=================


Judul :The Chemical Garden: Wither
Penulis :Lauren Destefano
Penerjemah: Maria M Lubis
Penerbit: Kantera
Terbit : @2011
ISBN :978-602-98377-3-5
Tebal : 400 hal

=================
Read more »

Senin, 16 Mei 2011

Unfinished Journal

 
Dahulu, tidak banyak atau bahkan sangat jarang ditemukan penulis Indonesia yang mencoba untuk merambah sastra yang bertemakan fiksi fantasy-ilmiah ,dunia yang masih terasa asing untuk digali. Tapi saat ini, penulis Indonesia sudah mulai mencoba untuk memberi variasi diranah perbukuan melalui genre  fantasy berbalut ilmiah modern ditengah kerumunan sastra romansa yang kian menjamur. Satu diantara novel fantasy ilmiah Indonesia itu adalah  Unfinished Journal. Novel  fiksi fantasy ilmiah yang berani tampil dan dianggap  istimewa karena ditulis sendiri oleh penulis yang masih berusia 16 tahun dengan nama  lengkap Fauzi Maulana Hakim atau akrab dipanggil Fauzi.
Novel ini sendiri mengisahkan tentang kehidupan yang terjadi di tahun-tahun terburuk umat manusia setelah terjadinya perang nuklir. Perang ini juga sejalan dengan kerusakan alam yang parah hingga menyebabkan krisis bagi kelangsungan hidup manusia di tahun 2093.

Ardi Nurdiana,remaja berusia 16 tahun yang hidup di zaman penuh kepahitan itu,2093. Kota Bandung yang menjadi tempat tinggalnya itu, kini lebih menyerupai kerangkeng oleh adanya kubah buatan yang memisahkan polusi udara luar dengan didalam kota. Tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah daerah saat itu kecuali tetap mempertahankan populasi manusia dengan segala upaya meskipun harus mengimpor air bersih atau bahkan oksigen yang dihirup masyarakat Bandung.

Masalah mulai muncul ketika keluarga Ardi semakin diperberat oleh adanya tagihan oksigen dari pemerintah daerah. Setiap keluarga di kota Bandung termasuk keluarga Ardi, dengan sangat terpaksa harus  membayar setiap oksigen yang mereka hirup perbulannya disamping dengan krisis air bersih yang sudah lama mereka alami. Karena bagaimanapun juga jika mereka tidak memenuhi ketentuan itu,dengan sangat terpaksa mereka harus dikeluarkan dari kubah buatan yang melindungi mereka selama ini. Dan itu artinya: Mati.

Disamping itu, Abimanyu kakak Ardi yang baru saja pulang dari Palembang mulai memikirkan jalan keluar memecahkan persoalan pelik ini. Ia tidak ingin lambat laun masyarakat kota Bandung mati oleh dehidrasi ataupun keracunan. Maka dari itu ia merencakan kepergiannya ke Amerika dengan melakukan penyusupan untuk mendapatkan teknologi yang mampu menangani persoalan air bersih maupun oksigen yang semakin membelit. Meskipun sebenarnya, Abimanyu tahu bahwa usahanya untuk menyusup ke suatu negara bakal berbalik membunuh dirinya sendiri.

Berbeda dengan Abimanyu,Ardi malah tidak mampu berbuat banyak menghadapi semua ini. Ia lebih banyak merenung dan bersikap pasrah pada setiap kematian yang datang silih berganti terhadap orang-orang terdekatnya. Mulanya kematian kepala sekolah lalu sahabatnya sendiri,Fairuz, harus mati menggenaskan karena keracunan. Keluh kesahnya pun akhirnya ditumpahkan hanya pada profesor Erid yang banyak memberikan masukan berguna untuk menambah semangat hidup setelah kehilangan yang banyak ia rasakan dari setiap kematian itu.

Beberapa bulan berlalu,persoalan ekonomi keluarga Ardi yang mencekik tidak mampu tertolong lagi. Orang tua Ardi pun mengambil keputusan pahit yaitu keluar dari kubah buatan. Mereka tidak sanggup lagi membayar harga oksigen untuk setiap anggota keluarga dan lebih menginginkan agar Ardi tetap hidup dengan sisa uang yang mereka miliki. Tekad kedua orang tuanya pun juga tidak mampu Ardi cegah dan hentikan. Ia pasrah dan hanya mampu marah bercampur sedih atas semua kehilangan ini.

Secercah harapan pun datang dari profesor Erid. Ardi ditugaskan oleh profesor Erid untuk melaksanakan misi kembali ke masa lalu dengan bantuan mesin waktu yang telah ia ciptakan selama15 tahun. Misi yang teramat sulit untuk diemban oleh Ardi. Bagaimana mungkin ia dapat meyakinkan penduduk bumi di masa lalu agar tidak semakin merusak bumi dalam kurun seminggu?ia akan dianggap gila,tentu saja. Tapi,apa lagi yang harus ia lakukan demi menyelamatkan kota Bandung atau bahkan Indonesia di masa depan?

Bisa dibilang novel ini sangat inspiratif dan menghibur. Covernya lumayan asik plus sentuhan ilustrasi yang menawan seperti layaknya City of Ember. Gaya bahasanya juga ringan dan sangat khas remaja. Lebih dari itu,pesan untuk tidak merusak bumi juga teramat jelas  disampaikan oleh penulisnya.

Tapi ada beberapa kejanggalan yang menurutku cukup fatal. Contohnya pada penggunaan koran serta kendaraan seperti bus dan mobil di dalam cerita ini. Ada kontradiksi dimana adanya penjelasan bahwa pohon pada masa ini sangat sulit ditemukan  dan untuk bertahan hidup diperlukan oksigen yang mesti diimpor dari luar negeri, tapi nyatanya  ayah Ardi di jelaskan malah membaca koran dengan santai layaknya yang terjadi pada zaman ini. Begitu pula dengan penggunaan mobil dan bus di dua bab yang sebenarnya tidak dijelaskan bus atau mobil seperti apa. Karena bagaimanapun juga mobil maupun bus bukankah menghasilkan emisi gas buang yang sebenarnya dapat membuat polusi udara?lain halnya bila mobil tersebut sudah tergolong canggih sehingga menggunakan bahan bakar yang bebas polusi.

Sebenarnya selain dua kesalahan tersebut, ada beberapa kesalahan kecil seputar typo dan narasi yang cukup bertele-tele hingga membuat kenyamanan membaca novel ini terganggu. Tapi,  yah ini adalah sebuah novel awal dan aku yakin karya selanjutnya dari penulis ini dapat digarap lebih maksimal lagi kedepannya. Oh ya, epilog novel ini juga menurutku sangat manis. Aku tidak mengira bahwa penulis mencoba mencari jalan tengah yang tidak kupercayai bakal diambil penulis untuk  menyelesaikan semua masalah ini. Sungguh tidak dapat diprediksi.Salut!!!!

=================

Judul : Unfinished Journal
Penulis : Fauzi (Fauzi Maulana Hakim)
Penerbit:Dar! Mizan
Terbit : @2011
ISBN : 978-979-066-579-8
Tebal : 168 hal

=================
Read more »

Selasa, 19 April 2011

Saat Manusia Kloning Berkuasa

Kesan pertama yang membuatku tertarik untuk membaca buku ini adalah murni dari sinopsis buku ini. Kalau tidak karena sinopsis, maka aku--yang sangat suka dengan yang berbau fiksi ilmiah--pasti bakal melewatkan novel ini. Bagaimanapun juga jika ditelisik dari covernya, sejujurnya harus kukatakan aku sama sekali kurang suka. Gradasi warna cover,baik untuk bagian ilustrasi tiga wajah laki-laki maupun backgroundnya secara keseluruhan serta tulisan judul depan yang terlalu panjang dan besar-besar membuat novel ini jauh dari selera pembaca sepertiku.

Namun,disamping beberapa kekurangan  tersebut, aku berterima kasih sekali karena Pustaka Populer Obor bersedia menerjemahkan buku ini dari bahasa Jerman sebagai bahasa aslinya ke dalam bahasa Indonesia. Perlu diketahui, dari situs resmi reinhold-ziegler.de,novel roman ini hanya diterbitkan dalam tiga bahasa saja yaitu Jerman, Korea dan Indonesia. Beruntung sekali bukan, Pustaka Populer Obor berhasil mendapatkan hak terbit buku ini sehingga penikmat buku tanah air dapat membaca salah satu karya penulis peraih penghargaan Hans-im-Glück dan Peter-Härtling ini.

Dalam buku keempatnya ini, Reinhold Ziegler memperkenalkan sebuah utopia di tahun 244 zaman baru berupa kehidupan kloning yang sebenarnya pada masa ini dalam proses mendekati kenyataan. Proses itu didapat dari adanya perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat dari tahun ke tahun. Para ilmuwan dunia juga kini tengah berupaya menciptakan kloning-kloning yang nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia kelak. Tapi,disini,dalam cerita ini, kehidupan manusia telah lama punah dan hanya meninggalkan para manusia kerdil yang disebut kloning  berserta reruntuhan bangunan sisa peradaban manusia.

Adalah Aurun Ebanan,sang kloning muda dari keluarga E yang hampir dewasa dan belakangan mengalami gejala-gejala aneh dalam perkembangan organ seksualnya. Ia kemudian dikirim ke sebuah rumah reparasi dan dianggap sebagai mutan akibat perkembangannya yang aneh ini. Disana ia bertemu dengan seorang kloning baik hati, Getran Ewinewi, kloning dari keluarga E yang memberitahunya bahwa Aurun saat ini bermutasi menjadi seorang manusia perempuan.

Menjadi manusia perempuan adalah fakta yang awalnya tidak mampu Aurun percayai. Bagaimanapun juga ia mengenal bahwa semua masyarakat kloning  adalah netral, tidak berjenis kelamin dan tanpa mengenal perasaan. Tapi, semakin hari, Aurun semakin percaya karena mengingat bahwa tidak hanya perkembangan fisiknya yang berubah tapi juga pada perasaan benci,takut,marah,sedih,dan juga tawa yang muncul akibat aktivitas hormon yang hanya dipunyai dari kalangan manusia.

Setelah mengetahui fakta itu pun, ia juga harus menghadapi tugas yang teramat berat dari Getran. Ia harus kabur dari rumah reparasi dan menjalankan misi untuk mencari sebuah tempat bernama Bottom. Tempat yang akan menjawab semua pertanyaan tentang asal-asul yang selama ini tidak dimengerti oleh para kloning. Tapi, apakah tempat itu benar-benar ada? padahal sejak dulu tidak ada satupun kloning yang percaya atau malah peduli pada hal ini.

Dengan bantuan Mexan Alnavi, sang kloning A yang juga mutan dalam spesies manusia laki-laki, Aurun pun berpetualang mencari Bottom yang misterius itu.Tapi, sebelum itu, mereka dibantu oleh organisasi Matahari Terbit untuk mengubah chip dalam tubuh mereka menjadi nama samaran kloning lain agar Xylon Xojor,kloning X  yang telah lama mengintai Aurun, tidak dapat menangkap mereka berdua.

Lalu apakah pencarian Bottom itu akan membuahkan hasil seperti yang selama ini mereka harapkan atau malah sebuah kesia-siaan semata? apa yang sebenarnya telah terjadi hingga para homo sapiens--manusia--punah begitu saja dari muka bumi? adakah kaitannya dari kloning-kloning ini?

Ini adalah petualangan fantastis menurutku. Petualangan yang menembus dimensi waktu,ruang,maupun pikiran. Reinhold disini juga berhasil menggambarkan secara detail bagaimana kejadian satu demi satu berjalan runut tanpa adanya kekosongan plot disana sini. Dan juga adanya peningkatan emosional seiring semakin menanjaknya konflik yang akhirnya mencapai klimaks dari semua karakter yang ada.

Yang disayangkan hanyalah pertama pada typo,yap terlalu banyak menurutku dan sangat menganggu meski selalu bisa di toleransi. Ada kalanya juga kalimat langsung terasa menjadi  tidak jelas ketika tanda kutip hilang begitu saja dari peredarannya. Kedua pada deskripsi karakter,khususnya Aurun sebagai salah satu tokoh utama, sama sekali tidak jelas bentuknya seperti apa dan bagaimana rupanya. Hanya dijelaskan bahwa tingginya hanya kira-kira satu meter,perempuan,mata biru, berambut pirang. Itu saja. Maka,jangan salahkan aku kalau sepanjang membaca buku ini yang ada didalam imajinasiku adalah sosok kloning yang amburadul,kadang-kadang mirip alien kadang-kadang mirip manusia. Terakhir pada ending yang kurang memuaskan dan terasa menggantung. Harapannya sih ada lanjutan dari novel ini,tapi sepertinya hal itu jauh dari mungkin karna penulisnya sendiri telah menerbitkan novel ini sejak tahun 2005  dan tidak pernah terdengar kabar untuk melanjutkan cerita hingga saat ini.

Pesan moral yang ingin disampaikan Reinhold selaku penulis juga mampu terjelaskan dengan baik yaitu untuk menjaga dan mensyukuri apapun yang diberikan tuhan pada setiap makhluk penghuni bumi. Khususnya pada manusia itu sendiri. Dengan adanya salah satu sifat hormonal manusia yang selalu ingin tahu,maka sebaiknya jangan melewati hukum alam ketika ingin memenuhi hasrat keingintahuan itu. Karena pada akhirnya jika melewati hukum alam, manusia tersebut akan mendapati kegagalan yang pada akhirnya sungguh terasa amat sangat pahit.

=================

Judul : Saat Manusia Kloning Berkuasa/Perfekt Geklont
Penulis :Reinhold Ziegler
Penerjemah: Ivan Setiawan
Penerbit:Pustaka Populer Obor
Terbit : @2006
ISBN :979-461-578-1
Tebal :270 hal

=================
Read more »

Jumat, 01 April 2011

The People of Sparks

Akhirnya Lina Mayfleet, Doon Harrow, dan 417 warga Ember tiba di permukaan bumi. Sinar matahari yang menyilaukan, hijaunya rerumputan dan pepohonan,maupun kicauan nyaring dari burung-burung menyambut kedatangan mereka. Semuanya terasa sangat asing. Tapi Inilah dunia baru  yang harus mereka jalani. Dunia dengan limpahan penuh cahaya seperti yang selama ini mereka harapkan.

Tapi,ternyata dunia baru itu tidak selamanya menawarkan kebahagiaan bagi mereka. Terutama buat Lina. Selama  di kota Ember dia sering bermimpi tentang sebuah kota yang indah, yang diharapkan akan ditemuinya di atas tanah barunya. Namun,Ternyata yang ditemuinya hanyalah tanah kosong yang luas berserta puing-puing dan rumah-rumah sederhana. Bahkan di tanah baru itu tidak terdapat listrik layaknya kota Ember. Apakah di atas sini tidak semaju masyarakat kota Ember?

Sparks adalah wilayah pemukiman terdekat yang dapat ditemukan oleh warga Ember. Meski enggan, penduduk Sparks  yang menyebut warga Ember manusia gua,terpaksa menerima mereka dengan berat hati.  Dengan keterbatasan hidup, penduduk Sparks yang hanya berjumlah 322 orang harus berbagi tempat tinggal dan juga persediaan makanan dengan penduduk Ember selama 6 bulan. Karena itu, perselisihan pun kerap terjadi di antara mereka. Penduduk Sparks merasa warga Ember sudah menghabiskan begitu banyak persediaan makanan mereka sehingga semakin lama persediaan makanan semakin sedikit. Demikian pula dengan warga Ember, mereka merasa penduduk Sparks terlalu pelit untuk berbagi makanan bagi mereka yang kelaparan dan berusaha untuk bertahan hidup.

Sebelum jangka waktu 6 bulan, warga Ember akhirnya dipindahkan dari rumah penduduk ke sebuah tempat tinggal kumuh. Disana, mereka diberikan beban tugas yang harus dikerjakan sebagai balasan dari makanan yang diberikan warga Sparks. Selama bulan-bulan itu jugalah, warga Ember nantinya diharapkan untuk dapat belajar bertahan hidup dan membangun pemukiman sendiri disaat musim dingin tiba. Tapi nyatanya, Warga Ember selalu mengalami kesulitan untuk  bekerja keras ditengah terik matahari dan  diperparah oleh makanan yang kian menipis. Hal itu menciptakan kegelisahan bagi warga Ember yang memandang bahwa warga Sparks berlaku tidak adil terhadap mereka.

Perselisihan pun  tidak dapat terelakkan. Dimulai dari  salah seorang warga Sparks menyulut api kebencian melalui tuduhan secara terang-terangan kepada warga Ember. Ditambah lagi, adanya Tick Hassler, salah seorang warga Ember, mecoba menghasut warga Ember sehingga memperkeruh hubungan kedua belah pihak. Di tengah pertikaian itu, Doon mengalami kegamangan dalam dirinya. Mengikuti rencana Tick lalu ikut berperang atau menghentikan semua rencana itu tapi diperbudak?

Sementara itu Lina masih berusaha mengejar mimpi-mimpinya. Dia masih merasa yakin, ada sebuah kota cahaya seperti dalam mimpi-mimpinya dulu. Karena itu, pada saat ada kesempatan, dia pergi diam-diam mengikuti dua orang pengelana dan akhirnya meninggalkan Sparks. Sayangnya, yang ia temui  ternyata jauh dari harapannya. Sepanjang jalan dia hanya melihat bekas-bekas kehancuran di mana-mana. Kota-kota mati, puing-puing bangunan, dan tanah-tanah luas tanpa batas.

Dimanakah kota cahaya itu? Bagaimana warga Ember bisa memulai kehidupan baru apabila harus meninggalkan Sparks? Tak ada tempat yang pantas untuk ditinggali untuk memulai hidup baru. Pikiran Lina berkecamuk sendiri. Apakah ia salah sudah mengajak serta seluruh warga Ember meninggalkan kota gelap mereka?

Sekuel kedua dari tetralogi ini masih berlangsung dengan alur cepat. Rasa penasaran terhadap apa yang akan warga Ember hadapi di permukaan bumi terasa sangat mengasyikan. Persengketaan antara Sparks dan Ember pun lumayan bisa dinikmati, meski konfliknya bisa dibilang dalam kategori yang ringan-ringan saja.

Jeanne DuPrau  memang meramu kisah ini pasca kehancuran dunia. Perang sudah meluluhlantakan seluruh kehidupan di permukaan bumi. Manusia-manusia yang  tersisa harus merangkak dan bangkit untuk bertahan hidup. Tak ada keindahan dunia seperti yang saat ini kita rasakan. Semuanya sudah musnah. Begitulah akibat Perang. Dan suguhan cerita dari karya Jeanne DuPrau ini bisa saja benar-benar terjadi jika adanya perang di kemudian hari. Oleh karena itu, berharaplah agar kedamaian dapat terus tercipta dan  langkah awal yang paling sederhana untuk memulai perdamaian itu adalah : mendamaikan dirimu sendiri.


" Daripada membalas pihak lain sama buruknya dengan yang mereka lakukan kepadamu--atau malah lebih buruk--kau melakukan kebaikan. Atau setidaknya kau menahan diri agar tidak melakukan hal yang buruk."
" Kupikir begitu. Satu keburukan setelah keburukan yang lain membawa pada kuburkan yang lebih besar. Jadi, kau lakukanlah kebaikan, dan itu akan mengubah keadaan."
(Hal.311)~Lina

=================

Judul : The People of Sparks
Penulis :Jeanne DuPrau
Penerjemah: Sujatrini Liza
Penerbit :Mizan Fantasy
Terbit : @2009
ISBN :978-979-433-564-2
Tebal :370 hal

=================

Baca juga :
1. City of Ember #1
2. The People of Sparks #2
Read more »

Rabu, 23 Februari 2011

City of Ember

Saat ini,kita sepantasnyalah bersyukur pada apa yang telah kita peroleh sebagai makhluk penghuni bumi. Kita mengenal matahari yang selalu memancarkan cahayanya sepanjang siang. Kita juga bahkan mengenal hujan yang tercurah dari langit dan membasahi permukaan bumi. Semua itu dapat kita rasakan. Alam masih memberi kita kesempatan dan sepatutnyalah kita selalu bersyukur akan hal itu.

Kenapa begitu?bayangkanlah bagaimana jika kita adalah salah satu bagian dari masyarakat kota Ember. Kota yang diliputi kegelapan. Masyarakat kota Ember tidak mengenal adanya matahari maupun hujan melainkan hanya kegelapan pekat yang melingkupi mereka sepanjang hari, sepanjang tahun, bahkan sepanjang hidup mereka. Kalaupun ada cahaya, itu hanyalah dari pendar-pendar bohlam yang dialiri dari arus listrik yang ada. Tidak ada juga  hujan yang membasahi tanah mereka. Mereka mengenal air dari saluran pipa, tapi belum sekalipun merasakan ada tetes-tetes hujan jatuh dari langit pekat di atas mereka.

Kota Ember terletak jauh di bawah tanah. Yang mereka tahu, kota itu adalah bangunan yang didirikan para pembangun untuk mereka dan di sanalah mereka lahir, besar,dan meninggal. Sebuah kota dibawah lapisan tanah dan bebatuan. Tak ada yang menyesali mengapa mereka harus ada di sana, karena mereka tak pernah tahu ada tempat lain yang lebih bercahaya selain di sana.

Masalah timbul ketika kehidupan nyaman mereka mulai terusik. Sumber listrik yang dihasilkan generator  para pembangun  mulai mengalami kerusakan dan mereka sama sekali tidak tahu bagaimana memperbaikinya. Hal ini mengganggu roda kehidupan masyarakat kota Ember yang kemudian diperparah oleh persediaan berbagai bahan pangan, sandang ,dan obat-obatan yang ada di gudang kota mulai menipis. Masyarakat Ember mulai resah. Keadaan ini seolah menjadi tanda-tanda kiamat bagi mereka. Hidup mereka akan segera berakhir kalau mereka tidak bisa keluar dari keadaan itu.

Keresahan ini jugalah yang turut dirasakan oleh remaja belia Lina Mayfleet dan Doon Harrow. Keduanya adalah remaja-remaja yang tak bisa berdiam diri dengan keadaan ini. Keingintahuan dan harapan mereka untuk menemukan kota baru diluar sana membawa mereka ke arah titik terang untuk keluar dari kegelapan. Apalagi Lina ternyata menemukan sebuah petunjuk rahasia dari dalam sebuah peti yang sudah tersimpan lama di lemari baju di rumahnya. Petunjuk rahasia yang sayangnya terpotong-potong akibat ulah adiknya--poppy--menyebabkan mereka berdua harus berjuang memecahkan pesan rahasia itu. 

Namun, disaat Lina dan Doon tengah berjuang memecahkan petunjuk itu, mereka menemukan fakta yang mengejutkan bahwa walikota selama ini telah mengkhianati masyarakat kota Ember dengan menyelundupkan semua bahan-bahan yang ada di gudang. Mereka pun mencoba memberitahu kepada para penjaga kota untuk segera menangkap walikota dan mengumukan kejahatannya kepada semua masyarakat kota Ember. Tapi ternyata keesokan paginya,mereka langsung diburu oleh para penjaga kota untuk ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara akibat ulah keingintahuan mereka. Poster-poster penangkapan mereka pun di pajang di sepanjang jalanan kota. Mereka pun kini harus berjuang secara sembunyi-sembunyi untuk menemukan jalur keluar kota Ember yang semakin hari semakin sering terjadinya pemadaman dalam rentang waktu yang sangat lama.

Apakah mereka berhasil keluar dari semua permasalahan ini? Mungkin sebuah ending yang mudah sekali ditebak, Bagaimanapun, perjuangan mereka untuk keluar dari kemelut inilah yang menarik untuk disimak.

Sebelumnya,City of Ember semula telah lama aku kenal lewat visualisasi layar kaca melalui film garapan Tom Hanks tahun 2008 lalu. Film yang dibintangi Saoirse Ronan dan Harry Treadaway telah berhasil menyuguhkan situasi pasca kiamat kota Ember yang menurutku sangat menakjubkan. Meskipun telah menonton filmnya, aku tetap memutuskan untuk membaca versi novelnya yang ternyata memiliki banyak perbedaan dari versi filmnya.

Akhir kata,secara keseluruhan City of Ember sangat menyenangkan dan juga mudah dicerna untuk siapapun yang ingin membaca fiksi ilmiah yang tidak terlalu butuh pemikiran. Selain itu,meskipun terlepas dari adanya beberapa pertanyaan pribadiku yang  menggantung tentang seluk beluk kota Ember, aku sangat menantikan novel keduanya yang bakal segera menjadi target bacaanku berikutnya. Oh ya, satu lagi yang selama ini aku herankan, kenapa ya sekuel kedua City of Ember yaitu People of Sparks tak pernah lagi ada kabar untuk diangkat ke versi film? ada yang tahu?

=================

Judul : City of Ember
Penulis : Jeanne DuPrau
Penerjemah: Sujatrini,Reno,Rien Chaerani
Penerbit : Mizan Fantasy
Terbit : @2009
ISBN :978-979-433-561-1
Tebal :312 hal

Read more »