Tampilkan postingan dengan label Gramedia Pustaka Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gramedia Pustaka Utama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2012

Kemandirian Lokal: Konsep Pembangunan, Organisasi, dan Pendidikan dari Perspektif Sains Baru

Judul Kemandirian lokal: konsepsi pembangunan, organisasi, dan pendidikan dari perspektif sains baru
Penulis A Mappadjantji Amien
Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2005
ISBN 9792216553, 9789792216554
Tebal 396 halaman


Konsepsi Pembangunan Organisasi, dan Pendidikan dari Perspektif Sains Baru. Memahami semesta ternyata tidak memadai lagi dengan hanya mengandalkan doktrin-doktrin objektivisme, reduksionisme, dan determinisme yang selama ini menjadi pilar penyangga Sains Modern. Pada dasarnya, Sains Modern hanya mengedepankan sisi mekanis-materialistis semesta dan mengabaikan atau bahkan tidak mengakui keberadaan sisi lainnya.

Penjelajahan sisi yang terabaikan itulah yang menjadi titik tolak perkembangan Sains Baru yang kemudian menawarkan perspektif yang leibh luas dan lebih sesuai untuk memahami semesta.Kemandirian Lokal merupakan pendekatan yang dijabarkan dari Sains Baru. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembagunan lebih tepat bila dilihat sebagai proses adaptasi-kreatif suatu tatanan masyarakat daripada sebagai serangkaian upaya makanistis yang mengacu pada satu rencana yang disusun secara sistematis, Kemandirian Lokal juga menegaskan bahwa oraganisasi seharusnya dikelola dengan lebih mengedepankan partisipasi dan dialog dibandngkan semangat pengendalian yang ketat sebagaimana dipraktekkan selama ini.

Pendekatan ini juga merekomendasikan pendidikan yang tidak lagi diperlakukan sebagai upaya sistematis untuk menyiapkan pelajar menghadapi hari depannya, tetapi sebagai kegiatan yang memfasilitasi para pelajar untuk menggali potensi mereka agar, mereka mampu merajut masa depan mereka. Perspektif yang dijabarkan dalam buku ini akan bermanfaat untuk memperluas cakrawala pengetahun para akademisi, praktisi dan pemerhati pembangunan, oraganisasi, dan pendidikan serta siapa pun yang tertarik untuk memahami Sains Baru.



Read more »

Sabtu, 25 Agustus 2012

Jurus Ampuh Menjadi Orang Hebat


Judul: Status Update For The Best Student
Penulis: Agung Baskoro
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2012
ISBN: 978-979-22-8490-4
Tebal: 201 hlm
Peresensi: Zaitur Rahem

Situasi dan kondisi negeri pasca dilanda krisis moneter sedikit banyak berdampak pada aktivitas berkehidupan masyarakat Indonesia. Setidaknya dampak itu bisa terlihat dari semakin ketatnya persaingan di ranah sosial. Peta berkehidupan masyarakat ini juga merambah ke semua wilayah kehidupan masyarakat, mulai wilayah ekonomi, keyakinan dan relasi sosial lainnya. Bahkan, bedampak pada corak pandang masyarakat.

Pada tahun 2012 ini, masyarakat semakin diliputi rasa khawatir belitan masalah negeri ini berlarut hingga akhir usia negeri Indonesia. Sehingga, sejumlah orang tersesat pada ranah keputusasaan. Padahal, masalah ini hanya bagian lain sebagai upaya mendidik manusia semakin tegar menatap masa depan yang lebih baik.

Buku ini bermaksud menjawab kebimbangan atas sejumlah masalah kehidupan yang dihadapi manusia Indonesia. Dalam kemasan bahasa yang update seiring kemajuan hari ini Agung Baskoro, Penulis buku ini menawarkan tips dan trik keluar dari persoalan yang dihadapi. Ada banyak pengetahuan baru dari buku ini. Meski, ide yang ada dalam buku ini tak semua mewakili semua solusi dari masalah yang ada.

Buku ini enak dibaca. Penulis berhasil menarik simpati orang yang memegang buku ini untuk membaca buku ini secara tuntas. Sebab, berbeda dengan kebanyakan buku yang ada format isi buku diramu dalam bentuk sebuah curhat di dunia maya. Hasil share sejumlah orang itu kemudian menjadi sumber awal masuk kepada tips dan trik yang jitu/update (menjanjikan). (hl. 10-20). Setiap orang dipandang mampu menggapai mimpi-mimpinya. Tetapi, proses mencapai impian itu melalui ahapan yang melelahkan dan aneka ragam. Seperti Kata Mahatma Gandhi yang dikutip dalam buku ini, Kemenangan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Gandhi) hl 43. Artinya, kemampuan seseorang menjinakkan rasa mudah menyerah adalah kunci utama menggapai mimpi yang diharapkan.

Selain berusaha dengan bekerja keras, untuk meraih mimpi itu membutuhkan Pengalaman. Pengalaman seseorang juga menjadi modal penting seseorang meniti kesuksesannya. Agung menekankan, kesempatan memiliki pengalaman jangan disia-siakan. Sebab, pengalaman tersebut adalah peta maha penting masuk kepada 'istana emas'. Buku ini tak sekedar curhat belaka. Namun, pada sejumlah halaman dimuat alamat penting kantor, lembaga yang sudah mengantarkan penulis menjadi pengusaha, dosen, mahasiswa peraih sejumlah beasiswa, pemikir, penulis dan pengalaman lainnya yang energik. (hl 40-60)

Prestasi dan posisi strategis di medan usaha dalam logika formalnya tidak bisa didapat hanya dengan duduk manis. Tetapi, seseorang dituntut bisa merebut posisi itu dengan penuh keberanian. Persaingan dalam dunia karir hal lumrah. Yang penting, dalam menjalani persaingan dilakukan secara benar dan tidak menyimpang dari garis aturan yang ada. Sehingga, dalam buku setebal 201 halaman ini diharapkan seseorang bisa membenahi mental dan moral diri. Sebab ketika diri seseorang tertata baik maka aktifitas yang dilaksanakan bisa maksimal. Semua orang berfikir mengubah dunia dan tidak ada yang berfikir mengubah dirinya sendiri (Leo Tolstoy) hl 71.

Akhirnya, buku ini layak menjadi bahan bacaan orang-orang yang ingin menjadi hebat. Meski harus disadari, teori saja tidak cukup namun harus diimbangi dengan gerakan nyata. Semoga, hadirnya buku ini menjadi bagian ruh semangat bagi masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.

* ZAITUR RAHEM, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabay. Aktif menulis di sejumlah media.

Sumber: Kompas
Editor :Jodhi Yudono
Read more »

Minggu, 20 November 2011

Never Let Me Go

Rilis di tahun 2005 silam, novel Never Let Me Go karya Kazuo Ishiguro langsung mendapat banyak pujian luas dari kritikus literatur dunia. Novel ini bahkan juga berhasil masuk  dalam daftar TIME 100 Best English-Language Novel from 1923 to 2005. Sebuah pencapaian yang luar biasa tentunya bagi Kazuo Ishiguro yang mengawali debut menulisnya melalui novel A Pale View of Hills (1982). Dilatarbelakangi suatu tempat di Inggris,novel ini menyuguhkan konsep cerita mengenai manusia yang pada masa itu  memiliki seorang kloning dirinya sendiri demi tujuan kesehatan. Kloning-kloning ini dirawat dan dididik di berbagai institusi yang menyerupai sekolah hingga akhirnya mereka mencapai usia dewasa dimana kemudian mereka wajib untuk mendonorkan organ vital dalam tubuh mereka kapan saja saat pemilik mereka membutuhkannya.

Never Let Me Go sendiri memulai kisahnya dari sebuah “sekolah” bernama Hailsham pada sekitar tahun 1970-an. Hailsham merupakan sekolah asrama yang mendidik murid-murid  dalam berbagai macam hal. Mereka diajari berbagai pelajaran eksakta,budaya,maupun olahraga dengan sistem pembelajaran yang menyenangkan dari para guardian. Mereka juga mendapat fasilitas pemeriksaan kesehatan dan event-event tahunan sekolah seperti Exchange maupun Sale yang selalu membuat murid-murid gembira. Bagaimanapun juga Hailsham secara umum kurang lebih sama dengan sekolah asrama lainnya, kecuali hanya satu hal: semua murid adalah produk kloningan.

Adalah Kathy dan Ruth, dua orang siswi Hailsham yang saling bersahabat satu sama lain meski memiliki banyak perbedaan. Hubungan mereka mulai menjauh ketika kehadiran Tommy menimbulkan cinta segitiga diantara mereka bertiga. Kathy dan Tommy yang sebenarnya saling menyukai namun terlalu pemalu untuk menyatakan perasaannya akhirnya memberikan ruang bagi Ruth untuk masuk dan akhirnya berhasil memenangkan cinta Tommy.

Hubungan ketiganya  berlanjut setelah mereka keluar dari Hailsham dan tinggal di Cottage. Hubungan spesial Ruth dan Tommy masih tetap berjalan meski terkadang putus nyambung. Sementara  Kathy  cukup puas berada diantara bayang-bayangan keduanya. Selama beberapa tahun di Cottage,mereka bertiga sempat melakukan semacam petualangan ke Norfolk demi mencari manusia yang menjadi sumber kloning Ruth, meski akhirnya mereka mengalami kekecewaan. Lalu  ditahun berikutnya,Kathy pun memutuskan memberi jarak diantara Ruth dan Tommy dengan cara keluar  dari Cottage. Ia bermaksud untuk masuk pelatihan keperawatan lebih cepat meskipun ia harus menanggung resiko terpisah dari Ruth dan Tommy selama bertahun-tahun.

Era tahun 1990-an,kini ketiganya telah menginjak usia dewasa. Kathy  menjadi perawat yang sukses dan mendapat penanguhan masa donasi, sedangkan Ruth dan Tommy malah tengah bersiap menjadi pendonor setelah bekerja beberapa tahun sebagai perawat. Berbekal hak istimewa, Kathy pun memilih untuk menjadi perawat Ruth setelah donasi keduanya. Hal ini menjadi langkah awal bagi Kathy untuk memperbaiki hubungan yang sempat merenggang antara dirinya dengan Ruth dan Tommy meski ia juga tak mampu mengelak dengan rasa cintanya pada Tommy yang ikut kembali tumbuh.

Ruth sendiri tahu pada perasaan Kathy itu. Karena itulah,  belakangan ia dihinggapi penyesalan menjelang donasi ketiganya hingga ia tak kuasa meminta maaf telah memisahkan cinta Kathy dan Tommy. Ruth tahu ia tidak ingin pergi bersama dengan rasa penyesalannya pada Kathy. Maka ia pun memberi mereka berdua alamat Miss Emily, ketua guardian Hailsham. Ia berharap dengan begitu baik Kathy maupun Tommy yang akan menjalani donasi selanjutnya akan mendapat penangguhan khusus  untuk bersama selama beberapa tahun  dan juga untuk mengungkap kemisteriusan dibalik dinding Hailsham yang kokoh dan penuh kenangan.

Permasalahan utama yang  kudapati dalam alur cerita Never Let Me Go adalah bagaimana emosional para karakternya hanya bisa kutangkap samar-samar. Khususnya pada kisah cinta Kathy dan Tommy. Samar-samar pada awalnya bagaimana perasaan Kathy terhadap Tommy, apakah hanya sekedar sahabat ataukah lebih dari itu.Tak ada perasaan yang cukup kuat antara Kathy dan Tommy untuk mendukung rasa cinta itu terbentuk. Padahal toh dijelaskan diakhir cerita, tahu-tahu mereka sudah merasa saling mencintai setelah akhirnya Ruth mundur.

Kemudian juga  tak adanya motivasi hidup yang berarti dari setiap tokohnya. Mereka kelihatan seperti menerima saja apapun yang terjadi pada mereka baik itu hidup ataupun mati tanpa adanya pemberontakan. Karena itulah, ketika membaca novel ini yang kudapati hanyalah  kehidupan tiga orang karakter dari waktu ke waktu dan bagaimana ketidakberdayaan mereka menghadapi garis kemalangan yang membuat cerita ini terasa melankolis.

Never Let Me Go sebenarnya sama sekali tidak mengecewakan malah sangat bagus menurutku. Pesannya sendiri mengenai pemanfaatan waktu dalam kehidupan dengan sebaik mungkin, khususnya dengan orang-orang yang disayangi – tak peduli hidupmu singkat ataupun lama – cukup mampu dihadirkan dengan tambahan beberapa sindiran sosial dan politik. Bagiku yang baru pertama kali melahap karya penulis berkebangsaan Jepang-Inggris ini, Never Let Me Go sudah menjadi awal baru perkenalanku dengan karya Kazuo Ishiguro dan bagaimana aku menantikan karyanya yang lain untuk dibaca. :)


pic: disini
sudah diadaptasi ke dalam bentuk film  berjudul sama : Never Let Me Go (2010)yang dibintangi 
Carey Mulligan,Andrew Garfield, dan Keira Knightley

=================

Judul :Never Let Me Go
Penulis : Kazuo Ishiguro
Penerjemah:Gita Yuliani K
Penerbit:Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @2011
ISBN :978-979-22-7493-6
Tebal : 358 hal

=================
Read more »

Sabtu, 07 Mei 2011

Ayahku (Bukan) Pembohong

 
Ingatkah kita akan pengalaman masa kecil ketika kita dibacakan cerita oleh orang tua kita ? Tentunya sangat mengasikan karena biasanya kita akan terpukau oleh ceritanya karena  kita seolah-olah berada dalam kisah yang sedang kita dengar itu.

Pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa sebuah cerita bisa jadi akan memberi pengaruh yang luar biasa lagi? Bukan hanya sekedar memukau pendengarnya  tapi  juga dapat mempengaruhi jiwa dan pikiran siapapun yang mendengarnya. Hal inilah yang terjadi pada Dam terhadap cerita-cerita sang ayah.

Ayah Dam sendiri adalah seorang  pendongeng yang ulung. Ia menceritakan banyak dongeng-dongeng kesederhanaan pada Dam dengan pembawaan seolah semua dongeng yang ia sampaikan adalah benar-benar nyata. Dam pun tumbuh besar dengan watak dan kepribadian yang sepenuhnya 'berkiblat' pada setiap sisi kebaikan dalam dongeng-dongeng tersebut. Sayangnya, karena dongeng itu begitu mempengaruhi jiwa dan pikiran Dam, ia pun menganggap dongeng  masa muda ayahnya tentang adanya apel emas,lembah bukhara,atau malah kedekatan rahasia ayah dengan el prince,lagenda persepakbolaan dunia, adalah nyata meski fakta benar atau tidaknya semua dongeng-dongeng itu selalu ia kesampingkan.

Seiring berjalannya waktu,kepercayaan Dam pada dongeng  sang ayah mulai goyah. Hal itu bermula dari penemuan sebuah buku tua di akademi tempat dirinya menuntut ilmu. Buku tua itu menjabarkan begitu banyak kemiripan dengan dongeng-dongeng masa muda sang ayah yang selama ini selalu diceritakan kepadanya. Apakah ini sebuah kebetulan ataukah ayahnya--yang terkenal jujur itu--berbohong padanya? Mengetahui hal itu Dam hanya bisa terpukul. Ia tidak sanggup menanyakan kebenaran dongeng-dongeng itu pada ayahnya. Ia tidak ingin menyakiti perasaan salah seorang yang paling dihormatinya itu.

Namun rasa tidak percaya Dam berubah menjadi  kebencian ketika sang ayah membohongi dirinya tentang penyakit yang selama ini diderita ibunya. Dulu ayahnya hanya mengatakan bahwa ibu akan segera sembuh seperti sedia kala. Tapi nyatanya justru sebaliknya. Kesehatan ibu kian parah. Tidak hanya itu saja,Ayah Dam juga beralasan tidak memberi perawatan intensif hanya karena perkataan dari  Raja tidur, tokoh yang dianggap fiktif oleh Dam . Bagaimana mungkin ayahnya percaya pada dongengnya sendiri dan menghubungkannya  dengan situasi ibu ?

Takdir pun bergulir dengan cepat dan tanpa mampu dicegah. Ibu Dam meninggal dunia dan menyisakan kepedihan mendalam bagi diri Dam. Ia menganggap bahwa ayahnya adalah satu-satunya yang patut dipersalahkan atas semua itu. Jikalau ayahnya tidak terobsesi pada dongeng-dongeng itu, kemungkinan besar ibunya mungkin masih bisa tertolong. Sejak hari itu pula, ikatan ayah dan anak itu merenggang tajam.

Bertahun-tahun berlalu, Dam yang telah memiliki keluarga kecil masih  memupuk kebencian pada ayahnya sendiri.Keputusan ayahnya untuk tinggal dirumahnya dan berhubungan dekat dengan kedua cucunya,Zas dan Qon sempat mendapat pertentangan besar oleh Dam. Meskipun sebelumnya ayahnya telah berulang kali meminta maaf atas persoalan ibunya dan menjelaskan bahwa semua dongeng yang ia ceritakan padanya adalah benar, hati Dam tetap menolak mengakui hal itu dan semakin berupaya menjauhkan kedua anaknya dari ayahnya.

Hingga suatu ketika, terjadilah suatu hari yang tak terlupakan dalam hidup Dam. Hari yang membuatnya sadar suatu kenyataan penting tentang ayahnya.  Ayah yang selalu dihormati,ayah yang selalu berbuat kebaikan pada banyak orang,dan ayah yang mengajarkan arti penting  hidup sederhana dengan caranya sendiri,adalah ayah yang selama ini tidak pernah sekalipun berniat untuk membohongi dirinya dengan dongeng-dongeng itu.Semua itu nyata. Senyata kasih sayang ayah pada anaknya.

Secara keseluruhan,aku hanya bisa mengatakan bahwa novel ini : "Luar biasa". Maaf,aku tidak mampu berpikir hal lain selain itu. Aku juga tidak menyangka bahwa Tere Liye mengangkat cerita ayah dan anak dengan semenarik dan sesederhana ini.

Alur cerita maju mundur yang digunakan dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahku dan Hafalan Shalat Delisa juga digunakan disini. Pembaca seakan diajak untuk bertualang dengan perpindahan waktu dari masa kini ke masa lalu hingga akhirnya terungkap setiap detail permasalahan dengan sangat rapi.
Begitupun dengan hubungan emosional para karakternya. Aku seakan ikut merasakan kesedihan,kegembiraan,keingintahuan, penyesalan yang dialami para tokohnya. Dan aku sangat menyukainya hal ini.

Disamping itu,aku menemukan adanya beberapa bagian cerita yang tidak terjelaskan dengan baik seperti halnya pertanyaan Dam di halaman 37. Saat itu Dam masih belum mengerti mengapa kepala sekolah yang merupakan orang luar bisa mengetahui bahwa ayah Dam sangat suka bercerita di rumah. Selama penelusuran cerita aku tetap belum menemukan jawaban pasti untuk menjawab pertanyaan itu. Begitupun dengan sosok Raja tidur yang disebut-sebut ayah Dam. Tidak diketahui dengan jelas siapa sebenarnya sosok yang penuh inspirasi itu.Rekaan ataukah kenyataankah.Tapi,kupikir mungkin saja penulis berusaha memberikan ruang bagi pembaca untuk menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan itu. Mungkin saja,bukan?

Lebih dari itu,dengan senang hati aku memberikan dua jempol pada karya Tere Liye yang satu ini. Karya sastra yang sangat direkomendasikan buatmu sebagai pilihan untuk dibaca.

=================

Judul :Ayahku (Bukan)Pembohong
Penulis :Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @2011
ISBN :978-979-22-6905-5
Tebal :304 hal

=================

Read more »

Minggu, 10 April 2011

Lelaki Laut

Beberapa tahun belakangan ini, semakin banyaknya  kemunculan  karya sastra dari penulis dalam negeri yang mengambil kampung halamannya sebagai setting cerita. Hal itu tidak terlepas dari keberanian dari para penulis itu sendiri dan juga diiringi permintaan konsumen yang  haus akan karya sastra yang bernilai inspiratif dengan tidak lupa  mengeksplorasi keindahan dari daerah-daerah di Indonesia. Salah satu dari sekian banyak novel inspiratif itu adalah Lelaki Laut. Novel perdana Alamsyah M Dja'far ini, mengusung  kepulauan seribu sebagai setting cerita yang kemudian diungkap melalui kisah nyata dari pengalaman panjang kakak laki-laki penulis sendiri, Ahmad Jarkasyi.

Ahmad Jarkasyi atau akrab dipanggil Bang Jar adalah kakak laki-laki penulis sekaligus tokoh utama dalam novel ini. Ia adalah sosok kakak idola baik,rendah hati,pandai mengayomi, dan mudah bergaul. Tidak salah jika selaku adik, sang penulis merasa kagum dan tiada henti memaparkan kebaikan dari Bang Jar sang kakak di sepanjang cerita.

Semuanya semula terasa baik-baik saja. Namun, perubahan sedikit demi sedikit mulai terasa didalam diri Bang Jar. Menginjak usia remaja, Bang Jar mulai terpengaruh pergaulan buruk dari sekawanan geng kampung. Ia menjadi lebih sering keluar malam hanya untuk berkumpul dengan geng nya. Hal ini lantas membuat kedua orang tuanya kesal dan mulai menasihati setiap perbuatannya yang semakin lama tidak jelas juntrungannya.

Bukannya menurut, semakin hari Bang Jar semakin sering membuat ulah. Puncaknya ketika ia memutuskan  untuk menjadi nelayan Muroami dan berhenti kuliah.  Kedua orang tuanya terutama ayahnya marah besar atas keputusan tanpa dipikir dulu itu. Orang tuanya bisa dikatakan mampu secara ekonomi untuk menyekolahkan Bang Jar hingga lulus kuliah, tapi nyatanya justru Bang Jar malah mengkhendaki menjadi nelayan Muroami,profesi umum yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan penduduk kepulauan Seribu. Tapi, apa mau dikata,Bang Jar yang saat itu bergelora oleh semangat untuk bebas, akhirnya berhasil mendapatkan keinginannya itu.

Persoalan lain pun muncul setelah kematian mendadak sang ayah ketika tengah menunaikan ibadah haji. Tidak cukup dengan berita kematian itu, sekeluarga  pun harus mendengar berita buruk dari kelakuan putra mereka, Bang Jar selama berada di rumah bibinya di Jawa. Saat itu,Bang Jar larut pada keterpurukan oleh obat-obatan. Beruntungnya atas dorongan kuat Emak dan keluarga,Bang Jar masuk rehabilitasi dan berhasil melewati tahap-tahap sulit dalam hidupnya itu.

Bang Jar pun lalu menikah dan dikaruniai seorang anak. Disamping itu, Bang Jar juga mulai bekerja pada sebuah majalah Jalan. Dari sinilah ia termotivasi untuk kembali melanjutkan pendidikannya yang dulu sempat tertunda. Apalagi  Alam, sang adik, tak pernah henti untuk memberikan semangat,motivasi dan doa kepada sang kakak tercinta. Tapi takdir telah tergaris untuk kehidupan Bang Jar.  Ia terpaksa harus mengalami suatu kenyataan pahit dari takdir itu sendiri. Manakala  ia hampir menggapai kesuksesannya dalam pendidikan, sehari sebelum ia diwisuda atas keberhasilannya itu.

Novel ini sesungguhnya bercerita mengenai perjalanan hidup Bang Jar selaku pemuda asli Pulau Tidung yang sederhana namun punya rasa  ingin tahu yang besar. Perjalanan hidup yang terlihat biasa namun penuh dengan  lika-liku. Pesan yang disampaikan juga jelas: belajar tak pernah mengenal kata akhir dan tak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik.

Dilain sisi, aku mendapati  hal mengganjal dalam novel ini yang masih belum ketemukan penjelasannya. Contohnya seperti pada saat Bang Jar tergeletak pingsan yang diketahui akibat pengaruh obat-obatan (hal 78). Dalam hal ini, tidak diketahui secara pasti peristiwa dan alasan sebelum Bang Jar, si tokoh utama bisa terseret ke dalam dunia gelap itu. Tidak ada keterangan yang jelas dan memuaskan yang bisa kudapat.

Sejalan dengan itu, ada sedikit kebosanan yang menghinggapiku di awal membaca novel ini. Untunglah, ada adegan film lawas yang sedikit menutupi kebosanan itu. Film lawas yang berjudul Pancasona diceritakan begitu terperinci oleh si penulis, dan entah kenapa pada bagian ini aku merasa tertarik pada unsur-unsur lawas yang tidak pernah aku dapati jika menonton film-film modern masa kini. Aku merasa berada pada era dimana film-film bertema Majapahit atau Sriwijaya lagi nge trend pada zamannya.hehehe

Lebih dari itu, aku sangat menyukai novel ini dari segi  ide cerita,diksi penulis dan alur maju mundur yang terkesan rapi. Kemudian juga bertebarannya kata-kata ilmiah populer dan latin disepanjang cerita yang semakin memperluas pembendaharaan kosa kata bagi para pembaca khususnya bagiku. Selamat membaca.


Pulau Tidung merupakan salah satu kelurahan di Kepulauan Seribu.Pulau ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Penggunaan wilayah di pulau ini berkembang ke arah wisata bahari seperti menyelam serta penelitian terhadap terumbu karang.
Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan oleh jembatan panjang ini terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat, dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari Muara Angke dengan kapal penumpang.Kepulauan Seribu (/wikipedia)
=================

Judul :Lelaki Laut
Penulis : Alamsyah M Dja'far
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @2010
ISBN :978-979-22-6462-3
Tebal :193 hal

=================


Read more »

Senin, 14 Februari 2011

Ingo #4: The Crossing of Ingo

Panggilan Ingo telah resmi berkumandang. Sapphire dan Conor yang berada di dunia manusia tidak pernah mengira sebelumnya bahwa panggilan dari dunia Mer  itu memanggil  mereka dengan begitu kuat  hingga mereka sendiri tidak sanggup untuk menolaknya. Panggilan yang memberitahu mereka bahwa penyeberangan Ingo telah tiba.

Kebetulan saat itu ibu mereka bersama Roger sedang berlibur di Australia. Sapphire dan Conor pun  akhirnya  dapat dengan leluasa memutuskan untuk bergabung dalam penyeberangan  Ingo yang sekaligus dapat menjadi momen pertemuan mereka dengan Mathew Trewhella, ayah mereka. Tapi, kenyataannya tidak seperti yang mereka bayangkan. Ingo sedang terpecah belah. Terjadinya pergolakan  tahta kekuasaan antara Saldowr si penjaga simpul ombak dan Ervys si pembenci kaum berdarah campuran  yang gila kekuasan,membuat penyeberangan ini akan menjadi terasa sangat sulit bagi mereka berdua.
Namun,sebelum Sapphire,Connor serta dua teman Mer mereka--Faro dan Elvira--melakukan penyeberangan ini, mereka harus menghadapi pemilihan pantas tidakkah mereka untuk melakukan penyeberangan Ingo. Ervys dan  seluruh pengikutnya yang  telah lupa pada jasa Sapphire dan Conor  yang dulu berhasil  menidurkan  kembali Kraken, berupaya dengan berbagai cara  untuk mengagalkan pemilihan itu. Tapi, ia pun harus menerima kenyataan pahit. Mereka berempat lolos.

Petualangan keempat anak itu pun akhirnya di mulai. Sapphire,Conor dan dua teman Mer mereka bersiap menjelajahi dunia melalui jalur selatan. Tapi,karena adanya kabar dari seekor lumba-lumba yang mengatakan  bahwa Ervys bersama pengikutnya menunggu mereka di pertengahan jalan, akhirnya mereka pun memutuskan mengambil jalur utara yang selama ini tidak pernah dilakukan oleh kaum Mer manapun.

Di tengah perjalanan ke utara, Faro dan Sapphire sempat terpisah dari Conor dan Elvira hingga akhirnya mereka dipertemukan kembali di laut utara yang dipenuhi beruang laut yang agresif memburu makanan akibat krisis kelaparan yang terjadi. Di sana jugalah terjadi beberapa peristiwa, Sapphire untuk pertama kalinya bertemu dengan sosok atka nya yang mengerikan dan Elvira yang seakan terhipnotis pada tempat itu dan ingin hidup disana selamanya.

Sementara itu, sebelum mengakhiri penyeberangan Ingo,Sapphire tidak lupa memenuhi janjinya untuk mencari putri paus sperm yang pernah menyelamatkanya dulu ketika menemui Kraken. Dengan pertolongan dari lumba-lumba, akhirnya ia pun bertemu dengan kelompok paus sperm yang bersikap waspada terhadapnya. Sapphire pun memberitahu maksud kedatangannya dan meyakinkan paus paus itu bahwa ia tidak ingin menyakiti  mereka. Tapi ternyata tidaklah semudah itu,paus-paus itu tidak mau serta merta percaya begitu saja pada Sapphire yang tergolong manusia, makhluk yang selama ini begitu mereka benci. Lalu,berhasilkah ia bertemu putri paus sperm itu?dan akankah mereka berempat berhasil menyelesaikan misi penyeberangan ini dengan selamat?

Helen Dunmore menurutku  tetap menyampaikan premis yang sederhana namun bermakna   sepanjang kisah dalam novel ini. Dimana Helen Dunmore mengambarkan  bagaimana kebaikan akan selalu menang dan kejahatan akan selalu kalah. Ervys yang memiliki watak yang hampir sama dengan manusia  yang gila pada kekuasaan, dan melakukan berbagai cara untuk mendapat kekuasaan itu,pada akhirnya harus mengalami kekalahan yang menyakitkan. Selain itu, sama seperti  sebelumnya,  Helen Dunmore  piawai menggambarkan laut  dan beragam makhluk  yang hidup didalamnya  dengan sisi yang indah sekaligus memprihatinkan dengan keadaan lautnya.

Namun, meskipun novel ini tidak mencapai ekspektasiku tapi secara keseluruhan ini adalah akhir yang sempurna dan menutupi kekecewaanku di novel sebelumnya. Dan penggalan singkat lirik Ingo berikut ini cukup mewakili perasaanku betapa Helen Dunmore telah  membiusku  dalam nuansa eksotis Ingo  yang diciptakannya melalui novel seri Ingo:

Seandainya aku ada di Ingo
Jauh di tengah laut asin
Mengarungi samudera terdalam..
=================

Judul :The Crossing of Ingo
Penulis :Helen Dunmore
Penerjemah: Rosemary Kesauly
Penerbit :Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @2010
ISBN : 978-979-22-6158-5
Tebal : 376 hal

=================
Baca juga :
Read more »

Sabtu, 15 Januari 2011

Autumn in Paris

Paris selalu identik dengan kota yang paling romantis di daratan Eropa. Kota yang menyimpan beragam cerita cinta dari berbagai kalangan usia ini,  disimbolkan secara kukuh dalam keindahan tonggak menara Eiffel. Tapi, cerita cinta di Paris yang biasanya berakhir bahagia sepertinya tidak terjadi di novel kedua Ilana Tan,Autumn in Paris.

Kisah cinta yang mengambil setting di Paris,Perancis ini, diawali dari  pertemuan singkat Tara Dupont dan  Tatsuya Fujisawa di sebuah bandara internasional.  Tatsuya  yang pertama kali melihat gadis itu  di bandara  langsung kagum pada sosok Tara  yang cantik ketika berada di siluet senja  yang eksotis. Tidak hanya sampai disitu,pertemuan mereka berlanjut di bar,meski saat itu Tara yang sama sekali tidak mengenalnya karena berada dalam keadaan mabuk. Hingga akhirnya, Tatsuya  sekali lagi bertemu  gadis itu di restoran tempat ia janjian bertemu dengan temannya (Sebastien). Mereka berkenalan dan menjadi sangat akrab.

Saat hubungan antara Tara dan Tatsuya semakin akrab,Tatsuya menceritakan tentang seorang gadis yang dilihatnya di bandara, dan Tara menyarankan agar Tatsuya mengirim cerita itu untuk dibacakan di radio tempat Tara bekerja. Tatsuya pun menyetujui hal itu dan mengirimkan surat-surat tentang pertemuan dengan gadis yang mencuri perhatiannya yang tidak lain tidak bukan adalah Tara sendiri.

Seiring berjalannya waktu,Tatsuya dan Tara semakin dekat dan saling jatuh cinta, hingga  akhirnya Tatsuya berani menceritakan alasan dia datang ke Paris, dan Tara sangat mendukung Tatsuya. Namun saat hari ulang tahun teman Tara, Tatsuya baru mengetahui bahwa laki-laki  yang ditemuinya kemarin dan telah dianggapnya sebagai ayah ternyata juga adalah ayah Tara. Tatsuya sungguh terkejut, namun ia memutuskan untuk mengadakan tes DNA untuk meyakinkan kalau ada harapan bahwa ia bukan anak kandung laki-laki itu. Dan di saat hasil tes DNA keluar,takdir telah tergaris. Tatusya adalah benar-benar anak kandung dari ayah Tara.

Berakhirnya tes DNA itu,berakhir pulalah kisah asmara yang tengah dirajut antara Tara dan Tatsuya.Tatsuya pun memutuskan menghindari Tara meskipun seluruh dunianya terguncang. Namun hal ini membuat Tara menjadi bingung dan sedih. Sedangkan Tatsuya yang jadi gila kerja untuk melupakan Tara,ternyata  malah  mengalami kecelakaan di tempat kerjanya. Di rumah sakit tempat Tatsuya dirawatlah, Tara secara tak sengaja mendengar ayahnya mengatakan pada dokter bahwa Tatsuya adalah putranya. Dunia Tara menjadi gelap seketika. Ia memutuskan untuk bunuh diri, namun ia berhasil diselamatkan oleh Sebastien.

Keesokan harinya sikap Tara langsung berubah drastis. Ia tampak bersikap biasa dalam menghadapi masalah besar yang menimpanya hingga membuat semua orang terkejut tidak terkecuali Tatsuya. Ketika pekerjaan Tatsuya selesai,ia pun mumutuskan kembali ke Jepang. Ia merasa sebaiknya memang perlu menjauhkan diri dari Tara  agar semua yang terjadi tidak memperburuk keadaan gadis itu. Namun di Jepang,ia malah kembali mengalami kecelakaan yang meyebabkannya koma.

Mungkin,secara garis besar kelemahan novel  ini terletak pada pada efek penasaran yang kurang kuat. Penulis tampaknya berusaha keras membuat cerita yang memunculkan kesan misterius melalui rahasia besar pada karakter Tatsuya. Tapi, karena masalah efek penasaran yang masih minim sehingga  pembaca  sepertiku dapat secara gamblang  mengetahui rahasia besar itu tanpa perlu  penjelasan panjang lebar di bab-bab berikutnya. Mungkin dalam hal ini, akan lebih baik jika penulisnya tidak perlu tergesa-gesa untuk menyampaikan kisah akhir dramatis Tara dan Tatsuya karena akhirnya menjadikan novel ini terasa kurang sempurna.

Tetapi sekali lagi, kritik kecil dari seorang awam sepertiku tidak lantas membuatku tidak melihat  banyak sisi menarik dari novel ini. Ya, kisah akhir yang menurutku lumayan menguras hati, apalagi dengan sentuhan manis dari diksi Ilana Tan yang membuai. Alur ceritanya juga menurutku lebih baik dari novel sebelumnya  karena konsepnya terasa lebih mendalam sehingga membuat pembaca seperti hanyut didalam kisah cinta  Tara dan Tatsuya. Dan lebih dari itu,novel ini sukses menutup kisahnya dengan akhir yang mendebarkan sekaligus menyedihkan dengan cara  mematikan karakter Tatsuya yang mempesona. Apalagi buat pembaca perempuan,sesudah mereka menutup novel ini, dalam hati berkata: "Duh,siapa sih yang tidak sedih kehilangan cowok sebaik Tatsuya?"
 
================= 

Judul : Autumn in Paris
Penulis : Ilana Tan
Penerbit :Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @ 2010
ISBN : 978-979-22-2460-3
Tebal : 280 hal

=================
Read more »

Minggu, 09 Januari 2011

Summer in Seoul

 
Han Soon Hee aka Sandy adalah gadis blasteran Indonesia-Korea yang tinggal dan kuliah di Korea. Suatu ketika, terjadilah insiden tertukarnya ponsel milik Sandy dengan Park Hyun Shik di mini market yang akhirnya mempertemukannya dengan Jung Tae Woo, seorang penyanyi terkenal di korea yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya di publik selama empat tahun. Sandy yang menginginkan ponselnya kembali akhirnya datang ke rumah Jung Tae Woo setelah sebelumnya  diminta Park Hyun Shik,manager Jung Tae Woo untuk datang  sendiri ke rumah penyanyi itu.Dan melalui pertemuan singkat antara Sandy dan Jung Tae Woo  di rumah  itulah, keterlibatan Sandy pun semakin dalam. Jung Tae Woo yang mengalami masalah dengan pemberitaan Gay tentang dirinya di media, akhirnya memutuskan untuk meminta Sandy berfoto sebagai sepasang kekasih dengan dirinya untuk sementara waktu meski mulanya ditanggapi ragu-ragu oleh Sandy.

Semenjak saat itu, Sandy pun berkerjasama dengan Jung Tae woo sebagai kekasih pura-pura. Ia pun lambat laun mengetahui sisi kehidupan dari Jung Tae Woo yang menyenangkan. Laki-laki itu tidak hanya mengingat semua hal yang ia sukai dan mendengar kisah cintanya dengan mantan pacarnya, tapi juga menjadi malaikat penolong dan menenangkannya ketika insiden kebakaran di apartemennya. Sejak saat itu,Sandy  pun akhirnya tinggal sementara waktu di rumah Jung Tae Woo. Selama tinggal disana, Sandy semakin mengenal jauh sosok  pribadi Jung Tae Woo hingga menciptakan perasaan suka tidak hanya terjadi pada diri Sandy tapi juga pada Jung Tae woo.

Hubungan Jung Tae Woo dengan kekasih misteriusnya  yang mulanya berhasil ditutup-tutupi,akhirnya terbongkar juga. Hari itu, tanpa sengaja Sandy mengangkat telepon dari Ibu Jung Tae Woo dan memperkenalkan diri,yang menyebabkan masalah di kemudian hari ketika Ibu Jung Tae Woo menyebutkan nama Sandy pada media.

Media pun akhirnya mengetahui identitas asli Sandy. Mereka yang mulanya hanya memberitakan hubungan cinta Sandy dan Jung Tae Woo pun mulai merambah pada pemberitaan kecelakaan Jung Tae woo beberapa tahun yang lalu. Kecelakaaan tragis  yang menyebabkan kakak Sandy meninggal. Hal ini pun lantas membuat semua orang beranggapan bahwa selama ini  Sandy hanya berniat untuk memanfaatkan Jung Tae woo semata. Hubungan Jung Tae Woo dan Sandy pun sempat merenggang. Namun, Sandy yang merasa pemberitaan itu tidak benar,ia pun segera meluruskan masalah itu. Karena stress, Sandy pun akhirnya pulang ke Indonesia. Dan disaat Sandy memutuskan untuk kembali dan menghadapi rasa cintanya pada Jung Tae Woo, dia mengalami kecelakaan yang menyebabkannya koma. Begitu Jung Tae woo mendengar Sandy kecelakaan Jung Tae Woo segera terbang ke Indonesia dan menemani Sandy  hingga gadis itu tersadar.

Sebenarnya jika Summer in Seoul ini dibilang sangat korea sebenarnya juga tidak begitu. Jika dibandingkan Fate,novel ini menggunakan informasi-informasi standar mengenai Korea contohnya mengenai pusat perbelanjaan di Myeong-dong atau Apgujeong-dong dan beberapa benda-benda khas korea yang sebenarnya merupakan informasi yang bersifat umum. Sebenarnya,novel ini pasti akan jauh lebih baik jika memasukkan unsur Korea  beserta kebudayaannya  yang tidak semua orang tahu mengenai hal itu.

Selain itu, dari segi karakter, aku bisa mengambil kesimpulan bahwa si penulis menciptakan karakter Jung Tae Woo yang diinspirasi dari sosok Kang Ta. Ya, vokalis H.O.T itu lho? Jadi, entah kenapa yang terbayang sosok Jung Tae Woo hampir mirip lah dengan sosok Kang Ta. hehehehe..
Namun,secara keseluruhan Summer in Seoul ini memang sangat menyenangkan. Kisah cinta yang ditawarkan unik,diksinya juga mengalir indah, dan membuat pembaca--khususnya penggemar Dorama Korea--akan mudah mengkonversikannya dengan artis-artis Korea. hmm,,siapa ya?

=================

Judul :Summer in Seoul
Penulis : Ilana Tan
Penerbit :Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @2010
ISBN : 978-979-22-2460-3
Tebal : 280 hal

=================
Read more »