Tampilkan postingan dengan label swap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label swap. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Fablehaven 2, Rise of the Evening Star

Judul                : Fablehaven 2, Rise of the Evening Star
Pengarang        : Brandon Mull
Penerjemah      : Reni Indardini
Penyunting        : Rika Iffati Farihah
Desain Sampul: Fahmi Ilmansyah
Cetakan           : 1, Agustus 2011
Tebal                : 580
Penerbit            : Mizan Fantasy           



Jika ada yang bertanya apa itu Fablehaven, maka itu adalah tempat perlindungan alias suaka untuk melindungi makhluk-makhluk mitologis yang masih tersisa di dunia modern ini. Dan, jika Anda ingin tahu alasan mengapa seri Fablehaven 2, Rise of the Evening Star ini begitu heboh diperbincangkan sebagai salah satu penerus terbaik seri Harry Potter, saya beri lima alasan—sebagaimana jumlah kelima artefak luar biasa yang menggerakkan  alur cerita di seri kedua ini.

            Pertama, Seth berulah lagi. Bagi Anda yang telah membaca Fablehaven 1, The Secret Sanctuary, pasti sudah marfhum dengan kelakuan adik laki-laki Kendra yang ceroboh dan terlampau berani ini. Bermula dari perangkap yang dilancarkan oleh pihak musuh, sesosok makhluk kuno bernama Olloch si Rakus terus-menerus mengejar Seth dan makhluk itu hanya akan puas setelah ia melahap Seth. Begitu kuatnya Olloch hingga Seth hanya bisa berlindung di balik sihir yang melingkupi Fablehaven. Dalam seri kedua ini, pembaca juga lebih diajak mendalami karakter Seth yang ternyata memiliki pribadi yang lebih berwarna-warni serta unik, bertentangan dengan karakter Kendra yang terlalu “lempeng”. Keberanian dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh Seth saat melawan Revenant yang menjaga menara terbalik tempat artefak disembunyikan juga luar biasa. 

            Kedua, jalan cerita yang lebih seru dan menegangkan. Tidak bisa dipungkiri, selain lebih tebal, seri kedua ini juga menawarkan alur cerita yang lebih menegangkan, lebih variatif, lebih penuh konflik dan pertempuran melawan makhluk-makhluk mitologis. Dari awal saja, pembaca sudah digiring pada perburuan benda pusaka, melawan golem, hingga menyingkap tabir Persekutuan Bintang Malam. Dari sini, kita akan mulai memahami konflik apa yang muncul antara para Konsenvator (pihak penjaga suaka) dan Pesekutuan Bintang Malam (yang hendak memusnahkan suaka makhluk mitologis untuk kepentingan pribadi). Konflik yang terjalin makin seru karena  Seth dan Kendra secara resmi telah masuk dalam jajaran pelindung Fablehaven. Keduanya kini memegang tanggung jawab untuk menjaga suaka.

            Ketiga, karakter yang lebih beragam. Dari seri kedua ini, muncul karakter-karakter lain yang cukup unik. Ada Vanessa, sang ahli penjinak binatang-binatang mitologis. Ada Coulter si ahli benda-benda pusaka. Serta, Tanu si ahli ramuan. Pembaca juga akan disuguhkan dengan aneka makhluk mitologis yang tak kalah seru. Ada Revenant yang bisa membuat kulit seseorang yang disentuhnya menjadi albino. Ada Olloch si rakus yang awalnya berasal dari patung kodok kecil dan akan terus membesar sebelum ia memakan orang yang pertama kali membangkitkannya (yakni si Seth). Ada juga sang penjaga artefak, yang darinya Anda mungkin akan menemukan jawaban mengapa kucing sering disebut sebagai binatang yang memiliki sembilan nyawa. Brandon Mull benar-benar tidak pelit dalam menciptakan beragam makhluk mitologis dalam cerita karyanya ini.

            Keempat, sihir yang lebih banyak. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Fablehaven di samping menjadi suaka makhluk mitologis juga menjadi salah satu tempat penyimpanan lima artefak paling kuat. Kelima artefak ini jika disatukan akan membuka gerbang ke dunia kegelapan, yang mengacam seluruh dunia beserta isinya. “Yang satu menganugerahi kekuatan melampaui ruang, yang lain melampaui waktu. Yang ketiga menganugerahi penglihatan tak terbatas. Yang keempat bisa menyembuhkan penyakit apapun. Dan satu lagi menganugerahkan keabadian.” (hlm 120).

            Kelima, kejutan dan ­ending yang lebih mengena dan memuaskan. Kejutan dalam cerita, elemen inilah yang sering kali menunjukkan piawai atau tidaknya seorang pengarang. Dan, Barndon Mull berhasil membuktikan dirinya sebagai perangkai plot yang hebat. Di setiap sudut hutan, setiap pinggir jalan, di balik pepohonan, di dalam sebuah rumah tua, dalam ruang tamu Grandpa yang hangat, dalam ramuan emosi Tanu, dalam sarung tangan tak kasat mata Coulter; semuanya menawarkan jalinan plot dan arahan cerita yang benar-benar seru. Persaingan antara Kelompok Konsenvator dan Bintang Malam juga semakin memanas. Satu lagi, ada satu pengkhianat di dalam Fablehaven, seorang pengkhianat yang telah membiarkan si Olloch masuk dan memangsa Seth.

            Lalu, bagaimana Seth selamat dari kejaran si Olloch? Siapa pengkhianat di antara mereka? Apakah Kendra dan Seth berhasil mendapatkan artefak itu? Lalu, kira-kira artefak nomor berapa yang tersimpan di fablehaven? Bacalah, saya jamin Anda tidak akan menyesal telah membaca seri ini. Ceritanya benar-benar memuaskan dahaga para penggemar fantasi.

Read more »

Senin, 17 Oktober 2011

Fablehaven #1, Secret Sanctuary

Judul                : Fablehaven, Secret Sanctuary
Penulis              : Brandon Mull
Penerjemah      : Reni Indardini
Penyunting        : Suhindrati a.Shinta
Penyelaras aks  : Alfiyan
Illustrasi isi        : Sweta Kartika
Desain sampul  : Kebun Angan
Cetakan           : 1, Desember 2010
Tebal                : 452 halaman
Penerbit            : Mizan Fantasi



            Jika penulis sekelas Rick Riordan (pengarang seri Percy Jackson) saja memuji Fablehaven, maka sudah jelas bahwa novel ini menawarkan fantasi yang tidak tanggung-tanggung. Bayangkan Anda berada di sebuah suaka rahasia yang menyimpan aneka makhluk fantastis dari berbagai penjuru dunia. Bayangkan peri-peri, satyr, ogre, troll tebing, penyihir, hingga sapi raksasa dan naiad hidup dalam sebuah suaka yang melindungi mereka dari kepunahan. Bayangkan ada begitu banyak makhluk dari dunia fantasi seolah berlompatan dari satu buku luar biasa. Bayangkan, dan Anda akan menjumpai novel fantasi Fablehaven tergenggam erat di tangan Anda, tidak kuasa terlepas dari mata Anda.

            Kira-kira, seperti itulah yang dialami oleh Kendra dan Seth, dua kakak beradik yang terpaksa menginap di rumah Grandpa Sorensen. Lumbung rahasia dan ruang misterius hanyalah beberapa dari ribuan misteri luar biasa yang mengepung rumah tua itu. Ketika akhirnya Kendra memaksa diri meminum susu—yang katanya beracun—ia dan Seth segera menjumpai apa yang selama ini tersamarkan dari pandangan mereka. Rumah itu—dan hutan di sekitarnya—adalah suaka untuk makhluk fantasi. Susu itu menyebabkan mereka bisa melihat peri dalam bentuknya yang asli, bertemu dengan penyihir yang suka meniup simpul, serta manusia tanah liat yang kuat namun penurut. Sejak saat itu, dunia tidak lagi sama bagi Kendra dan Seth. Bahkan, ada pedagang peri yang membawa peri-peri khusus dari kepulauan Indonesia dan Borneo. Kreativitas dan pengalaman penulis dalam meramu fantasi sungguh sangat layak diacungi jempol.

            Melalui grandpa, keduanya belajar bahwa para peri bisa menjadi sangat sombong dan juga kejam—Seth belajar hal ini dengan cara yang sangat tidak menyenangkan, bahwa ada entitas-entitas gelap yang bernaung dalam kelebatan hutan, bahwa malam titik balik musim panas bisa menjadi malam yang benar-benar mengerikan. Satu hal yang pasti, Kendra dan Seth tidak akan lagi menganggap remeh dunia fantasi dan mahkluk2 di dalamnya. Ketika Grandpa diculik, keduanya harus berkejaran dengan waktu untuk mencari granma,  mencari bantuan dari ratu peri, sekaligus menjaga diri mereka sendiri dari beragam makhluk mistis penghuni suaka. Dalam keadaan genting tersebut, ketika Fablehaven terancam runtuh dengan bangkitnya sesosok monster kuno yang dibelenggu di sana, Kendra dan Seth harus mengerahkan segenap kekuatan dan keberanian mereka, ketika kahirnya sebuah perang epik antara  makhluk mitologis pecah di penghujung buku ini. Luar biasa seru!


            Sungguh, sangat jarang ada satu buku yang memaparkan begitu banyak makhluk-makhluk fantastis dengan alasan yang masuk akal. Cukup sulit untuk mencari ide yang pas agar beragam makhluk mitologis bisa dimasukkan dalam satu buku dan satu cerita. Kebanyakan buku mungkin hanya membahas tentang naga saja, penyihir saja, dewa-dewi kuno saja, golem saja, dan lain-lain. Tapi, konsep mengadakan sebuah suaka untuk melindungi makhluk-makhluk tersebut adalah ide yang luas biasa, yang menyebabkan penulis bisa berkreasi dan berimajinasi secara lebih bebas, yang menghasilkan sebuah karya besar Fablehaven. Novel fantasi ini tidak tanggung-tanggung fantasinya, layak dikoleksi oleh para pecinta fantasi sejati.
Read more »

Jumat, 03 Juni 2011

For Sale/Swap


Ayo teman-teman.. bantuin gue bersihin lemari buku gue, biar bisa diisi sama yang baru lagi... hehehe... silahkan tinggalin message atau email langsung ke ferina.permatasari@hbtlaw.com

ma kasih.... ini dia daftarnya:

Buku Bahasa Indonesia (asli atau terjemahan):

1. Bright Angle Time – Martha McPhee (Rp. 25,000)
2. My Life as a Fake – Peter Carey (Rp. 25,000)
3. Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek - Djenar Maesa Ayu (Rp. 20,000)
4. One for my Baby – Tony Parsons (Rp. 30,000)
5. Sang Guru Piano – Elfriede Jelinek (Rp. 25,000)
6. The Heart is a Lonely Hunter – Carson McCullers (Rp. 25,000)
7. The Missing Rose – Serdar Ozkan (Rp. 25,000)
8. Night over Water – Ken Follett (Rp. 25,000)
9. Married with a Vampire – Joko D. Mukti (Rp. 15,000)
10. How to be Good (Suami Sempurna) – Nick Hornby (Rp. 25,000)
11. The Highest Tide (Pasang Laut) – Jim Lynch (Rp. 25,000)
12. When the wind blows (Ketika Angin Bertiup) – James Patterson (Rp. 25,000)
13. Sphere (Bola Asing) – Michael Crichton (Rp. 25,000)
14. Annie’s Baby – Anonim (Rp. 25,000) – non fiksi
15. Go Ask Alice – Anonim (Rp. 25,000) – non fiksi
16. Di Bawah Bayang-Bayang Perang – Naguib Mahfoudz (Rp. 20,000)
17. Sarabande – Bre Redana (Rp. 20,000)
18. Surau Tercinta – Sutirman Eka Ardhana (Rp. 20,000)
19. Sebelas Menit (Eleven Minutes) – Paulo Coelho (Rp. 30,000)
20. Gadis Icarus (The Icarus Girl) - Helen Oyeyemi (Rp. 25,000)
21. Sky is Falling – Sidney Sheldon (Rp. 25,000)
22. Jampi-Jampi Varaiya – Clara Ng (Rp. 20,000)
23. Kisah Air Mata (The Teardrop Story Woman) – Catherine Lim (Rp. 25,000)
24. Winter and Night – S.J. Rozan (Rp. 25,000)
25. The Tenth Circle (Lingkaran Kesepuluh) – Jodie Picoult (Rp. 25,000)
26. Jadie: Tangis Tanpa Suara – Torey Heyden (Rp. 25,000)
27. Rispondimi (Jawablah Aku) – Susanna Tamaro (Rp. 25,000)
28. Kisah Air Mata Jerapah (Tears of the Giraffe) – Alexander McCall Smith (Rp. 20,000)


Chicklit Terjemahan – All Rp. 25,000

1. Sammy’s Hill (Dunia Sammy) – Kristin Gore
2. Does my Bum Look Big in this? (Besar itu Indah) – Arebella Weir
3. For Better For Worse (Dalam Suka dan Duka) – Carole Matthews
4. Straight Talking (Apa Adanya Saja) – Jane Green
5. Mr. Maybe – Jane Green
6. Reality TV Bites (Reality Show Gila) – Share Bolks
7. Spellbound (Tersihir) – Jane Green
8. Dress Rehearsal (Ramalan Kue Pengantin) – Jennifer O’Connell
9. Asking for Trouble (Cari Gara-gara) – Elizabeth Young
10. Bad Heir Day (Aku dan si Penyair Palsu) – Wendy Holden
11. Perfect Stranger (Tak Kenal Maka Tak Sayang) – Robyn Sisman
12. Playing James (Pura-pura Jadi Detektif) – Sarah Mason
13. Wonderlust (Doyan Jalan) – Chris Dyer
14. Speechless (Buket Pengantin Ketiga Belas) – Yvonne Collins & Cardy Rideout
15. Cause Celeb (Relawan Elite) – Helen Fielding
16. Fashionista – Lynn Messina
17. Faking It (Jangan Pura-pura) – Jennifer Cruise
18. High Society – Sarah Mason
19. Don’t Try This at Home (Jangan Coba-coba) – Katie Pearson

Buku Bahasa Inggris:

1. Debutante Divorcee – Plum Skykes (Rp. 40,000) – hard cover
2. Breaking Her Fall – Stephen Goodwin (Rp. 35,000)
3. The Distant Land of my Father – Bo Caldwell (Rp. 35,000)
4. Special Relationship – Robyn Sisman (Rp. 35,000)
5. Man and Boy – Tony Parsons (Rp. 35,000)
6. Man and Wife – Tony Parsons (Rp. 35,000)
7. Bridget Jones: The Edge of the Reason – Helen Fielding (Rp. 35,000)
8. Pure Fiction – Julie Highmore (Rp. 35,000)
9. The Last Templar – Raymond Khoury (Rp. 35,000)
10. The Dogs of Babel – Carolyn Parkhurts (Rp. 35,000)
11. The Other side of the story – Marian Keyes (Rp. 35,000)
12. Babyville - Jane Green (Rp.35,000)
13. The Rise and Fall of a Yummy Mummy - Polly Williams (Rp. 35,000)
14. Everyone Worth Knowing - Lauren Weisberger (Rp.35,000)
15. Bergdorf Blondes - Plum Skykes (Rp.35,000)
16. Tall Poppies - Louis Bagshawe (Rp. 35,000)
17. Jane Eyre – Charlotte Bronte (Rp. 45,000)
18. A Series of Unfortunate Events: The Bad Beginning - Lemony Snicket (Rp. 35,000) - hard cover
19. A Series of Unfortunate Events: Reptile Room - Lemony Snicket (Rp. 35,000) - hard cover)
20. The Pilot’s Wife – Anita Shreve (Rp. 30,000)
21. My Legendary Girlfriend – Mike Gayle (Rp. 35,000)
22. Citizen Girl – Nicola Kraus & Emma McLaughin (Rp. 35,000)
23. The Runaway Jury – John Grisham (Rp. 35,000)

Read more »