Jumat, 20 Juli 2007

Anak Pemburu Beruang

Judul : Anak Pemburu Beruang
Penulis : Karl May
Penerjemah :
Primardiana Hermilia Wijayanti (koord)
Ani Inatalazia
Nasirotussa'diyah
Widyana Ika Rosidah
Endang Purwati
Dr. Conny Bast (Konsultan Ahli Jerman)
Penyunting : Agustinus
Penerbit : Pustaka Primatama
Cetakan : I, Okt 2006
Tebal : 361 hlm

Anak Pemburu Beruang adalah salah satu karya Karl May yang diperuntukkan bagi pembaca remaja. Namun bukan berarti kisahnya kalah seru dibanding karya-karya monumentalnya seperti seri Winnetou (I-IV) dan seri Kara ben Nemsi. Dalam novel ini kita kembali akan menikmati serunya petualangan Old Shatterhand dan Winnetou dengan setting cerita Yellowstone Park yang memesona.

Kisahnya diawali dengan perjalanan dua orang sahabat, Davy Jangkung dan Jemmy Gendut ketika mereka membebaskan seorang pemuda indian bernama Wohkadeh yang ditangkap sekelompok orang kulitputih. Saat ditangkap, Wohkadeh sedang membawa pesan kepada Martin Baumann tentang ayahnya Baumann si pemburu beruang yang tertangkap suku Indian Soux Ogallalla. Davy Jangkung, Jemmy Gendut dan Wohkadeh akhirnya berhasil menemui Martin Baumann di pondoknya. Disana mereka bertemu dengan sahabat Martin, Hobble Frank dan pelayan setia keluarga Baumann, Bob Negro.

Keenam orang ini pun segera berangkat untuk membebaskan Baumann. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Old Shatterhand dan Winnetou yang bersedia membantu. Kini dengan rombongan berjumlah delapan orang, mereka melanjutkan misi membebaskan Martin Baumann. Ketika menuju Bighorn Mountain dan melewati padang perburuan suku Shoshone, Hobble Frank dan Jemmy gendut tertangkap oleh suku Shosone. Berkat kecakapan Old Shatterhand dan Winnetou mereka berhasil dibebaskan, bahkan mereka berhasil menculik kepala suku Shoshone, Tokvi-Tey di wigwamnya (perkemahan) sendiri. Tentu saja hal ini merupakan aib bagi Tokvi-Tey.

Namun karena Old Shatterhand tak berniat bermusuhan dengan suku Shosone, Tokvi-Tey pun dibebaskan. Karena harga dirinya telah jatuh, Tokvi-Tey dan anaknya berniat bunuh diri, bagi mereka lebih baik mati daripada hidup menganggung malu karena pernah ditangkap oleh mukapucat di wigwamnya sendiri. Namun begitu mereka mengetahui bahwa yang menangkapnya adalah Old Shatterhand dan Winneotu, merekapun mengurungkan naitnya. Bagi mereka suatu kehormatan bila berhadapan dan tertangkap oleh dua orang pemburu mashyur yang namanya dikenal diseluruh ladang paire. Akhirnya Tokvi Tey dan suku Shosone bergabung untuk menyelematkan Baumann karena ternyata Baumann pernah menyelamatkan nyawa Tokvi tey ketika suku Soux Ogallalla menyerbu sukunya.

Dalam perjalanan, rombongan ini dimata-matai oleh dua orang suku Usparoca. Old Shatterhand terpaksa membunuh mereka karena membiarkan mata-mata musuh hidup adalah tindakan yang sangat beresiko di daerah barat yang liar. Kejadian ini membuat marah, Oiht-e-keg-fa-wakon, kepala suku. Ia mengajak Old Shaterhand bertarung satu-lawan satu. Yang menang berhak atas nyawa yang kalah beserta rombongannya.

Seperti sudah diduga, pertarungan ini dimenangkan oleh Old Shatterhand dan Winnetou. Berarti nyawa suku Usparoca berada dalam tangan Old Shatterhand. Alih-alih membunuh Oith-e-ke-fa-wakon, Old Shatterhand mengajak suku Usparoca bergabung untuk membebaskan Martin Baumann. Tawaran ini diterima oleh suku Usparoca karena mereka berniat mengambil kembali jimat mereka yang dicuri oleh suku Sioux Ogallala.

Kini rombongan Old Shatterhand semakin banyak dan kuat untuk membebaskan Baumann yang ditawan oleh suku Sioux Ogallaa. Namun misi ini tidaklah mudah, selain harus melawan suku Sioux Ogallala yang terkenal keji dan licik, mereka juga harus menghadapi keganasan alam Yellowstone Park dimana mereka harus melewati ngarai-ngarai yang mengerikan, pancaran geyser setinggi lebih dari 30 meter yang memancarkan air panas dan setelah itu memuntahkan isi perut bumi yang penuh dengan material-material panas yang beracun. Selain itu, tanah yang mereka pijakpun senantiasa bergerak karena hanya merupakan kerak bumi yang tipis dan penuh lubang-lubang yang menganga lebar dan penuh dengan lumpur panas yang siap menelan mereka.

Kisah Anak Pemburu Beruang adalah salah satu dari sedikit karya Karl May yang memang ditulis untuk pembaca remaja. Selain anak Pemburu Beruang, karya-karya yang ditujukan untuk pembaca remaja antara lain, Hantu Llano Estacado (Puspri, 2006), Mustang Hitam, dan Raja Minyak yang dalam waktu dekat akan diterbitkan ulang oleh Pustaka Primatama.

Secara umum kisah remaja dalam karya-karya Karl May memang tidak jauh berbeda dengan kisah-kisah perjalanan yang dibuat untuk pembaca dewasa (Winnetou I-IV, Kara Ben Nemsi, Old Surehand I-III, dll). Hanya saja alur ceritanya tidak dibuat serumit kisah-kisah perjalanan. Tokoh sentral dalam ceritanyapun terkadang sama, untuk Anak Pemburu Beruang, Hantu Llacado, Raja Minyak, Mustang hitam, dan harta Danau Perak menampilkan tokoh Old Shatterhand dan Winnetou. Selain itu walau diperuntukkan bagi remaja, May tetap mempertahankan gaya berceritanya yang berwawasan luas serta deskripsi geografis yang detail karena didukung oleh riset yang cermat.

Khusus dalam novel ini pembaca akan disuguhkan deskripsi geografis keindahan sekaligus keganasan alam Yellowstone Park. Dan itu diungkapkan bukan berdasarkan khayalan semata melainkan berdasarkan laporan dari Prof. Hayden yang pada tahun 1872 menerbitkan laporan resmi yang berjudul “Penemuan Daerah Geyser Terbaru di Yellowstone dan Sungai Madison”. Bahkan, dalam karyanya ini May juga mengutip bunyi Undang-Undang Dewan Perwakilan rakyar Amerika yang berisi ketentuan tentang Taman Nasional Amerika (hal 247).



Yellowstone Park



Selain disuguhkan deskripsi alam yang begitu mendetail sehingga membuat pembacanya larut dalam ceritanya. Dalam Anak Pemburu Beruang, May juga menyuguhkan kisah-kisah yang menarik, selain serunya Old Shatterhand dkk membebaskan Martin Baumann, novel ini juga menyuguhkan kisah menegangkan tentang si anak pemburu beruang yang berhadapan dengan beruang ketika ia masih kecil. Selain itu berbagai kisah lucu juga terselip dalam karya ini seperti bagaimana Bob Negro yang digigit hewan sigung yang mengeluarkan bau tidak sedap, percakapan antara Hoblle Frank dan Jemmy gendut yang saling mengunggulkan diri dalam ilmu pengetahuan, dll, semua itu menghiasi novel ini sehingga novel setebal 361 hal ini menjadi tidak membosankan.

Satu hal yang membuat novel ini dikatakan diperuntukkan bagi remaja, karya ini menonjolkan hubungan antara ayah dan anaknya yang bisa kita lihat pada tokoh Martin Baumann dan ayahnya, juga antara kepala suku Shosone Tokvi-Tey dan putranya dimana kedua-duanya memperlihatkan hubungan yang sangat dekat.

Selain itu dalam novel ini kita juga akan menemukan figur remaja yang mungkin jarang ditemui dalam kisah-kisah perjalanan Karl May. Dalam novel ini sosok Indian Wohkadeh dan Martin Baumann bisa dianggap mewakili figur remaja yang berani menghadapi tantangan dan bertanggung jawab atas tugas dan perbuatan mereka. Namun sosok Martin Baumann juga bukan sosok remaja yang sempurna, seperti remaja-remaja lainnya ia juga tampak tidak sabaran dan gegabah dalam bertindak. Hal ini tercermin ketika ia mengambil tindakan sendiri dan lepas dari rombongan Old Shatterhand karena hendak memastikan apakah ayahnya masih hidup atau tidak. Peristiwa ini jika ditinjau dari segi didaktik tampaknya sangat tepat karena mengajarkan pada pembaca remaja untuk tidak gegabah dalam bertindak.


Walau dalam karya ini May banyak memasukkan unsur didaktik namun May bukanlah penulis yang menggurui, melainkan seorang pencerita yang mampu menyihir pembacanya untuk menikmati petualangan tokoh-tokohnya sambil menanamkan hal-hal yang positif. Kemahirannya bertutur dan keluwesannya menggabungkan berbagai wawasan dan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari riset yang mendalam diungkapkan dengan peduh kedamaian dan tanpa mengurangi serunya petualangan tokoh-tokohnya.



Sejarah Singkat Penerbitan Anak Pemburu Beruang.


Der Sohn des Barenjagers atau Anak Pemburu Beruang seperti halnya sebagian besar karya-karya Karl May lainnya merupakan cerita bersambung yang dimuat di majalah-majalah. Kisah ini dimuat di majalah remaja pria Der Gute Kamerad di Stutgart mulai Januari hingga September 1887. Kemudian dilanjutkan dengan kisah Der Geist des Lliano Estakado (Hantu Llano Estacado) dari Januari hingga September 1888.

Pada 1890, Anak Pemburu Beruang dan Hantu Lliano Estacado diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Der Sohn des Barenjagers. Dalam buku ini kedua kisah diatas digabungkan dengan menambahi dan mengurangi isi versi cerita bersambungnya.

Anak Pemburu Beruang dan Hantu Llano Estacado pernah diterbitkan di Indonesia dengan judul Rahasia Bison Putih, oleh Pradnya Paramita pada tahun 1960-an. Adapun yang menjadi dasar terjemahannya adalah buku versi Belanda yang berjudul Het Geheim van den Eitten Bison. Seperti lazimnya versi Belanda untuk karya2 Karl May, kisah ini telah mengalami peringkasan. Cerita Hantu Llano Estacado disisipkan ke dalam cerita Anak Pemburu Beruang sehingga menimbulkan kesan yang absurd.

Kini, setelah empat puluh tahun kemudian, Pustaka Primatama bersama PKMI (Paguyuban Karla May Indonesia) menerbitkan Kisah anak Pemburu Beruang dan Hantu Llano Estacado dalam dua buku terpisah. Dan yang menjadi dasar terjemahannya adalah karya asli Karl May dalam bahasa Jerman ketika masih dalam bentuk cerita bersambung. Dengan demikian kini pecinta karya-karya Karl May di Indonesia dapat membaca karya asli Karl may yang diperuntukkan bagi para remaja setelah selama 40 tahun kita hanya membaca versi ringkasnya saja.

Dalam waktu dekat Pustaka Primatama & PKMI jugga akan menerbitkan Raja Minyak, Mustang Hitam, dan yang paling ditungg-tunggu…..Winnetou IV

@h_tanzil
Read more »

Rabu, 18 Juli 2007

Tarothalia

Tarothalia
Tria Barnawi
GPU, Juni 2007
256 Hal.

IP pas-pasan, itu pun hasil kuliah di jurusan yang tidak disukai, 3 pekerjaan tidak ada yang bertahan, berakhir dengan ‘dipaksa mengundurkan diri’ alias dipecat, dan akhirnya bolak-balik cari lowongan pekerjaan di Koran. Itulah kehidupan seorang Thalia Jehan. Sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, Thalia sering mengalami yang namanya sindrom anak tengah. Kakaknya, Delia, sukses di karir, anak paling penurut di keluarga, sebentar lagi bakal menikah dengan seorang dokter kandungan. Sedangkan adiknya, Kalya Jehan adalah seorang fotomodel dan bintang sinetron. Sementara Thalia… seorang pengangguran… Selain itu, Thalia orang yang temperamental.

Thalia pun akhirnya minta bantuan sahabatnya, Bella, untuk mencarikan pekerjaan. Bella yang punya banyak ide menemukan untuk memanfaatkan kelebihan Thalia. Iya, Thalia punya indera keenam, semasa kecil, Thalia sering terlihat ‘bermain-main’ dengan sosok yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.

Maka, atas ‘paksaan’ dari Bella, dibentuklah Tarothalia Consulting, di mana Thalia menjadi satu-satunya konsultan ‘spiritual’ dan Bella sebagai manajernya.

Klien pertama adalah atasan Bella sendiri yaitu Ibu Alin. Ternyata, meskipun sempat marah atas saran Thalia, Ibu Alin puas dengan service Thalia dan ia pun memanggil Thalia untuk konsultasi selanjutnya.

Dan tak disangka-sangka, bisnis Thalia ini berkembang pesat. Apalagi ketika salah satu kliennya adalah selebritis kondang yang sedang naik daun bernama Rayni. Kebetulan Rayni ini adalah sepupu seorang pria yang bikin Thalia panas-dingin bernama Cassio.

Rayni seolah jadi trendsetter, apa pun yang dimulai Rayni bakal diikuti oleh artis lain yang gak mau kalah. Bener aja, begitu tau Ray punya penasihat, artis lain juga berebut minta waktu untuk konsultasi dengan Thalia.

Buntutnya, Thalia pun lelah. Ia kehilangan kendali dan kesabaran atas dirinya sendiri. Ditambah lagi, ia selalu merasa ada yang gak beres setiap kali Bella dan Cassio bertemu. Kenapa Bella tampak cemburu setiap kali Thalia menyebut nama Cassio?

Thalia memutuskan untuk berhenti. Tapi, masalah gak berhenti sampai di situ aja. Persahabatannya dengan Bella diuji.

Mmmm… Tria Barnawi mungkin salah satu penulis ‘metropop’ yang gue suka. Soalnya, background ceritanya (yaaaa… meskipun gak jauh-jauh dari cinta), selalu unik. Misalnya, kisah cinta abad 22, atau robot jatuh cinta… dan kali ini memanfaatkan masalah ‘ramal-meramal’. Tapi, coba kalo sisi ‘Tarot’ di buku ini lebih di-expose… lebih seru kali ya. Soalnya, si Thalia ini justru sama sekali gak ahli baca Tarot.
Read more »

Middlesex

Middlesex: Pencarian Jati Diri Seorang Manusia Berkelamin Ganda
Jeffrey Eugenides
Berliani M. Nugrahani (Terj.)
Serambi – Cet. II – Juli 2007
810 Hal.

"Aku terlahir dua kali: pertama, sebagai seorang bayi perempuan, pada hari tanpa kabut di Detroit, Januari 1960; lalu sekali lagi, sebagai remaja laki-laki, di sebuah ruang gawat darurat di dekat Petoskey, Michigan, pada Agustus 1974." (hal. 15)

Kalimat pembuka di buku ini memang jadi 'pancingan' untuk pembaca buat terus membaca buku ini. Karena bener-bener bikin penasaran dan memancing rasa tertarik untuk menelusuri buku dengan ketebalan lumayan ini.

Calliope Stephanides, menjalani kehidupannya selama 14 tahun sebagai seorang perempuan. Ia tidka menyadari ada keanehan dalam dirinya, sampai ketika ia beranjak dewasa, ia menyadari dirinya berbeda dengan teman-teman perempuan lainnya. Di usia dua belas tahun, ia belum mendapatkan menstruasi, berdada rata dan bertubuh lebih kurus dan jangkung. Di atas bibirnya, mulai ditumbuhi rambut tipis. Dan, ia lebih cenderung menyukai teman perempuan dibanding laki-laki. Keluarganya, terutama ibunya, Tessie Stephanides, juga mulai khawatir mengapa Calliope belum juga datang bulan.

Suatu hari, ia mengalami sebuah kecelakaan, dan dokter yang memeriksa menemukan adanya sebuah keanehan. Calliope pun dibawa ke dokter lain di New York untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terungkaplah sebuah fakta bahwa Calliope adalah seorang Hermaphrodite alias berkelamin ganda. Saran Dr. Luce agar Calliope melakukan operasi ternyata ditolak.

Mulailah babak baru dalam kehidupan Calliope sebagai Cal Stephanides.

Buku ini lebih mirip sebuah memoar, sebuah kisah kehidupan seorang Cal Stephanides. Cal menuturkan sejarah keluarganya, awal mula terjainya kelainan genetis yang memungkinkan terjadinya sosok seorang Cal Stephanides.

Sejarah dimulai di sebuah wilayah di Yunani. Desdemona Stephanides tinggal bersama adiknya, Lefty Stephanides. Desdemona benar-benar mengabdikan hidupnya untuk merawat adiknya, sesuai janjinya pada ibunya. Bahkan berulang kali Desdemona mencarikan jodoh untuk adiknya, tapi Lefty ternyata tidak tertarik pada mereka.

Ternyata, tinggal hanya berdua, tidur bersebelahan, menimbulkan keanehan pada diri mereka. Rasa sayang, rasa tertarik bukan lagi semata karena mereka saudara kandung, tapi lebih dari itu. Rasa sayang yang timbul lebih arah rasa terhadap seorang wanita dan laki-laki.

Menjelang pelarian mereka dari Yunani ke Amerika akibat penyerbuan Turki, Lefty melamar Desdemona. Desdemona merima lamaran adiknya. Di kapal yang membawa mereka ke Amerika, Desdemona dan Lefty memainkan scenario sebagai pasangan yang baru saling mengenal dan jatuh cinta dalam di dalam pelayaran itu. Mereka pun menikah di kapal itu.

Di Amerika, mereka tinggal di rumah sepupu mereka, Sourmelina. Tidak ada yang tahu bahwa mereka adalah kakak beradik, kecuali Sourmelina.

Ketika hamil, Desdemona sempat diliputi kekhawatiran akan melahirkan anak-anak yang tidak normal. Tapi, ternyata hal itu tidak terbukti. Milton dan Zoe lahir dengan sehat dan normal. Tapi, kekhawatiran itu timbul lagi, ketika Milton tertarik ada Tessie, anak Sourmelina. Meskipun, Desdemona sudah menjodohkan Tessie dengan Mike, seorang calon pastur, Milton dan Tessie pun akhirnya menikah. Mike pun akhirnya menikah dengan Zoe.

Dari Milton dan Tessie, lahirnya Calliope Stephanides. Menurut ramalan sendok Desdemona, jenis kelamin si jabang bayi adalah laki-laki. Tapi Milton dan Tessie tidak mau percaya begitu saja, karena mereka berdua mendambakan anak perempuan setelah anak laki-laki pertama mereka, Chapter Eleven. Tapi, oleh Dr. Phil, dokter yang menangani persalinan, ditegaskan bahwa bayi itu berjenis kelamin perempuan. Berakhirlah masa kejayaan ramalan sendok Desdemona.

Calliope pun menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan. Keanehan di awal masa remaja dianggap sebagai tanda bahwa pertumbuhan Calliope lebih lambat dari teman-temannya.

Dalam novel yang dibagi dalam empat bagian besar ini, Eugenides menjadikan Cal sebagai penutur. Bagian yang unik adalah waktu Cal cerita tentang ‘antrian’ di alam ‘sana’ sebelum akhirnya pemenangnya adalah Chapter Eleven. Bukan hanya itu, Eugenides juga dengan teliti dan sabar menguraikan sejarah selama rentang waktu 50 tahun. Benar-benar sebuah cerita yang menguraikan perjalanan keluarga selama 3 generasi.

Fiuhhhh… akhirnya… akhirnya… selesai juga baca novel besar nan tebal ini… benar-benar melelahkan… tapi, kadang bosan… kadang penasaran… tapi… legaaaaa….
Read more »

Minggu, 15 Juli 2007

Menyelamatkan Pangeran Drakula

Judul : Penyelamatan Pangeran Drakula
(Rahasia Sifat dan Kepribadianmu berdasarkan golongan darah)
Penulis/ilustrator : Ku, Mi-Na
Penerjemah : Titie Wulansari
Re-desain : Irene Ang
Penerbit : PT. Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Cetakan : 2007
Tebal : 193 hal



Seperti kita ketahui, darah manusia memiliki empat macam golongan darah, yaitu A, O, B dan AB. Biasanya keterangan golongan diperlukan ketika kita mengisi berbagai formulir seperti membuat SIM, mendaftarkan diri ke sekolah, mengisi formulir asuransi, ketika hendak dirawat di rumah sakit, atau saat mendonorkan darah kita. Sadarkah kita bahwa jenis golongan darah sebenarnya banyak sekali manfaatnya selain hal-hal yang
telah disebutkan tadi ?

Belum lama berselang sebuah penelitian mengungkap bahwa untuk menjaga kebugaran diperlukan diet makanan yang sesuai dengan golongan darahnya. Jadi tak semua makanan cocok untuk golongan darah tertentu. Beberapa buku yang membahas masalah ini telah terbit, salah satunya buku ensiklopedia yang belum lama diterbitkan oleh penerbit BIP yang berjudul “Eat Right for Your Type – Ensiklopedia Lengkap Diet Sehat Golongan Darah” - Dr. Peter J. D'Adamo & Catherine Whitney (BIP, 2007)

Namun ternyata, informasi mengenai golongan darah tak sekedar untuk mendonorkan darah, menerima transfusi darah atau menentukan jenis diet makanan untuk kebugaran tubuh. Sama seperti petunjuk yang diperoleh dari ilmu astrologi, golongan darah juga dapat menjadi petunjuk yang baik untuk mengetahui ciri-ciri dan sifat seseorang karena golongan darah membawa sifat, cara berpikir, dan perilaku yang berbeda-beda.

Sifat-sifat seseorang berdasarkan golongan darahnya kini dapat kita temui dalam buku komik terbitan BIP yang diberi label seri Educomics. Setelah menerbitkan edukomics “ 3 Menit Belajar Pengetahuan Umum “ yang terdiri dari 5 buah buku meliputi bintang, alam semesta, tokoh penemu, dll. Kini BIP menerbitkan judul lainnya yang diberi judul : Kyuli dan 4 Cewek Cantik Dalam Kisah : Penyelamatan Pangeran Drakula (Rahasia sifat dan kepribadianmu berdasarkan golongan darah).

Komik karya ilstrator Korea Ku, Mi-Na ini menceritakan kisah tentang Pangeran Drakula dan pembantunya, Franken yang berkunjung ke Korea pada tahun 1992. Karena mereka berdua tinggal di pegunungan Kayasan yang sunyi, Pangeran Drakula kesulitan mencari darah segar hingga akhirnya membunuh dan minum darah serigala.

Terbunuhnya serigala-serigala ini segera tercium oleh penduduk dan diberitakan di TV. Serigala-serigala yang mati tersebut meninggalkan tanda bekas hisapan di lehernya. Lambat laun tak hanya serigala yang mati, banyak binatang-binatang lain yang mati dengan ciri-ciri yang sama. Kejadian ini menimbukan kecurigaan pada seorang profesor peneliti drakula sehingga si profesor beserta adik perempuannya mencari keberadaan pangeran drakula di pegunungan Kayasan.

Ketika Pangeran Drakula bertemu dengan si professor dan adiknya, pangeran drakula langsung jatuh cinta pada adik si professor dan meminta agar ia mau menikah dengannya. Si profesor mengijinkannya karena ia beranggapan penelitiannya tentang drakula akan semakin mudah jika Pangeran drakula menikahi adiknya. Akhirnya Pangeran drakula dan adik si professor pun menikah.

Setahun kemudian pasangan manusia dan drakula ini memiliki seorang anak yang diberi nama Kyuli. Ketika Kyuli harus diimunisasi ke kota tinggallah pengeran drakula sendirian, dan kesempatan ini ia gunakan untuk tidur panjang dalam sebuah peti mati. Pada saat yang bersamaan, empat orang pemburu drakula melakukan pendakian ke Gunung Kayasan untuk memburu pangeran drakula. Setelah menemukan kediaman pangeran drakula dan menemukan peti dimana pangeran drakula tertidur, Mereka menyegel peti mati itu dengan keempat darah mereka yang masing-masing bergolongan darah O,A, B, dan AB. Dengan tersegelnya peti tersebut, maka pangeran drakula akan tertidur selamanya hingga seseorang membuka segel darah tersebut.

Satu-satunya cara untuk membuka segel darah tersebut yaitu dengan darah dari keempat putri pemburu drakula yang begolongan darah O, A, B, dan AB. Dua belas tahun kemudian, ketika Kyuli telah menginjak remaja. Takdir mempertemukan Kyuli dengan keempat putri pemburu drakula. Kebetulan mereka bersekolah di sekolah yang sama sehingga terbuka kesempatan bagi Kyuli untuk menyelamatkan ayahnya. Kyuli berniat mendekati keempat putri tersebut yang masing-masing bernama Olla (si golongan darah O), Amie ( si golongan darah A), Abel (si golongan darah AB), dan Bella (si golongan darah B).

Berhasilkah Kyuli menjalankan misinya untuk membebaskan ayahnya ? Pendekatan yang ia lakukan dengan keempat putri tersebut menumbuhkan rasa cinta dan persahabatan diantara mereka. Haruskah ia mengorbankan persahabatannya demi menyelamatkan ayahnya ?

Komik yang dibuat oleh komikus Korea Ku, Min-Na ini, seperti halnya educomics seri 3 menit belajar pengetahuan umum dibuat dengan gaya komik-komik Jepang (manga) dimana para tokoh-tokohnya digambarkan dengan mata yang bulat bersinar, hanya saja gambar para tokohnya tampak lebih nyata dibanding educomic sebelumnya.

Karena diperuntukkan bagi remaja, tentu saja sosok pangeran drakula dibuat dengan lucu dan manusiawi, belum lagi ditambah dengan hadirnya tokoh Franken, pembantu Pangeran Drakula yang tingkahnya seperti anak-anak, padahal umurnya sudah lebih dari 200 tahun. Franken lah yang kelak akan membimbing Kyuli dalam melakukan pendekatan pada keempat putri pemburu drakula.

Sisi menarik komik ini yaitu ketika Kyuli melakukan pe de ka te pada masing-masing putri, sebelum bertemu dengan masing-masing putri, Franken menyediakan minuman darah bergolongan darah O, A, B, dan AB kepada Kyuli yang masing-masing harus diminumnya satu persatu sebelum berkencan dengan masing-masing putri. Karena masing-masing golongan darah ternyata membawa sifat dan kepribadian mereka yang memilikinya, masalah akan timbul jika golongan darah yang diminum Kyuli tidak cocok dengan golongan darah putri yang ditemuinya. Misalnya ketika Kyuli minum darah golongan AB dan bertemu dengan Ola yang bergolongan darah B maka sesuai dengan sifat orang yang meiliki golongan darab AB, Kyuli menjadi sangat mandiri dan sangat tidak suka diganggu. Ia menjadi senang melakukan apa saja yang dia mau. Ini membuat Ola yang bergolongan darah B merasa tidak nyaman. Tapi jika Ola ikut campur maka Kyuli akan merasa dibatasi sehingga menimbulkan masalah.

Disinilah kelucuan-kelucaun akibat ketidakcocokan sifat dan kepribadian antara golongan darah timbul. Dengan karikatur yang colourfull dan kalimat-kalimat yang mudah dimnengerti maka pembaca buku ini akan dibimbing untuk mencari kecocokan dalam berteman sesuai dengan golongan darahnya.

Intinya, melalui komik ini kita akan mengetahui sifat kebaikan dan keburukan masing-masing orang sesuai dengan golongan darahnya, selain itu kita juga akan mengetahui segi pecintaan, gaya fesyen, cara diet terbaik, hadiah berdasarkan zodiak, dan golongan darah dan zodiak. Untuk membantu lebih memahami hal-hal di atas, dalam buku ini disediakan juga tabel yang disajikan secara menarik.

Tentunya diharapkan setelah kita membaca buku ini dan memiliki pengetahuan tentang golongan darah, kita bisa lebih mengetahui ciri-ciri dan sifat seseorang karena setiap golongan darah membawa sifat, cara berpikitr, dan perilaku yang berbeda-beda. Jadi kita bisa lebih memahami teman atau sahabat kita dengan lebih baik. Atau bukan tak mungkin kita bisa memberi saran kepada mereka tentang kelebihan dan kekurangan mereka, dan yang lebih seru lagi, buku ini bisa juga membantu kita dalam mencari pacar yang sesuai dengan golongan darah kita…hmmmmmm


@h_tanzil
Read more »

Senin, 09 Juli 2007

Clair-de-Lune

Clair-de-Lune
Cassandra Golds
Vina Damayanti (Terj.)
GPU – Juli 2007
232 Hal.

La Luna, adalah seorang penari balet yang meninggal dengan tragis di panggung. Ia meninggalkan seorang anak yang kelak akan mengikuti jejaknya sebagai penari balet. Clair-de-Lune nama anak itu. Ibu La Luna, Madam Nuit, merawat Clair-de-Lune dalam kesederhanaan karena mereka begitu miskin dan hidup dari dana yang diperoleh dari Perusahaan Tari. Sebagai anak dan cucu seorang penari balet, Clair-de-Lune berhak untuk ikut dalam pelajaran tari di Perusahaan Tari itu.

Clair-de-Lune adalah calon penari yang berbakat. Tapi, sayang, ia tidak dapat bicara sejak ia masih bayi. Bersama neneknya, ia tinggal di sebuah puncak menara yang sempit, aneh dan tua. Karena ia tidak pernah berbicara, Clair-de-Lune dicap sombong oleh temant-teman sesame penari balet. Clair-de-Lune hidup dalam kesendirian.

Suatu hari, seusai latihan menari balet, seekor tikus menghampirinya. Herannya, tikus itu bisa mendengar tangisan dan isakan lirih Clair-de-Lune, tikus itu bisa mengerti dirinya. Tikus itu bernama Bonaventure, seekor tikus penari yang mempunyai obsesi memiliki sekolah tari balet khusus tikus. Di dalam lubang tikusnya, ada studio mini tempat ia berlatih balet, lengkap dengan cermin dan barre.

Sejak itu, Clair-de-Lune dan Bonaventure menjadi sepasang sahabat. Bonaventure mengajak Clair-de-Lune ke sebuah biara tersembunyi yang terletak di salah satu bagian tempat tinggal Clair-de-Lune. Ia diajak menemui seorang pastur, Bruder Inchmahome. Di sana, Clair-de-Lune belajar bicara dan mendengar. Setiap hari, Clair-de-Lune diminta untuk mengemukakan alasan kenapa ia tidak bisa bicara.

Clair-de-Lune pelan-pelan mulai mencoba membuka dirinya. Ia mencoba tersenyum pada orang-orang yang dikenalnya. Ia mencoba menyuarakan isi hatinya kepada Bruder Inchmahome.

Sementara itu, Monsieur Dupoint sedang merencanakan pertunjukan peringatan seratus tahun Perusahaan Tari. Ia berencana mementaskan sebuah tarian istimewa, yaitu tarian terakhir La Luna, dan hanya satu orang yang pantas untuk jadi penarinya, yaitu Clair-de-Lune. Maka, Clair-de-Lune mulai berlatih meskipun dalam hatinya ia menolak karena sedih.

Dan, nun jauh di lubang tikus yang mungil, Bonaventure juga sedang sibuk dengan sekolah tarinya dan sedang sibuk menyusun naskah untuk pementasan tari pertamanya. Dan, Bonaventure tidak sadar akan bahaya yang sedang mengancam dirinya.

Ternyata, Nenek Clair-de-Lune, Madam Nuit ternyata menyimpan rahasia di balik kematian La Luna. Rahasia yang membuat Madam Nuit terlalu melindungi Clair-de-Lune.

Membaca buku ini, gue jadi inget buku Kisah Desperaux, tentang tikus yang pengen jadi ‘knight in shinning armor’. Sedangkan di buku ini, kisah Bonaventure yang punya cita-cita mendirikan sekolah tari para tikus. Paling nggak membuat tikus jadi tokoh yang menggemaskan dan gak menjijikan. Coba ada ilustrasinya, pasti lebih keren lagi. Soalnya, gue ngebayangin, gimana imutnya studio tari punya Bonaventure.
Read more »

Middlesex (Pencarian Jati Diri Seorang Manusia Berkelamin Ganda)



Judul : Middlesex (Pencarian Jati Diri Seorang Manusia Berkelamin Ganda)
Penulis : Jeffrey Eugenides
Penerjemah : Berliani M Nugrahani
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : Juni , 2007
Tebal : 810 hlm









"Aku terlahir dua kali : pertama, sebagai seorang bayi perempuan, pada hari tanpa kabut di Detroit, Januari 1960; lalu sekali lagi, sebagai seorang remaja laki-laki, di sebuah ruang gawat darurat di dekat Petoskey, Michigan, pada Agustus 1974." (hal 1)

Kalimat diatas adalah kalimat pertama dari novel Middlesex karya peraih Putlitzer Prize Jeffrey Eugenides. Novel ini menceritakan kisah pencarian jati diri Calliope Stephanides, seorang hermaprodithe (berkelamin ganda), yang terlahir sebagai seorang wanita namun di usianya yang keempat belas berubah menjadi Call, seorang remaja laki-laki.

Novel ini dimulai dengan narasi perkenalan tokoh Call Stephanides yang berperan sebagai narator yang menulis kisahnya ini ketika ia berusia 41 tahun. Awalnya Cal mengajak pembacanya untuk membaca kisah kelahirannya. Tuntas mengisahkan bagaimana ia dilahirkan, layaknya sebuah film yang diputar mundur, Call lalu mengajak pembaca untuk kembali ke awal tempat dimana akar sel-sel genetis leluhurnya bercampur hingga menjadikan dirinya seorang hermaprodit.

Semua berawal di tahun 1922 ketika kakek dan nenek Call masih berada di Yunani. Desdemona, neneknya adalah seorang pengrajin ulat sutera di atas tebing Gunung Olympus di Asia Minor – Yunani. Saat itu Desdemona telah berusia 21 tahun, kedua orang tuanya telah meninggal ketika pasukan Turki menyerbu Yunani. Ia tinggal bersama adik laki-lakinya, "Lefty". Salah satu pesan ibunya sebelum meninggal adalah mencarikan istri untuk Lefty. Kehidupan mereka berjalan normal hingga tiba waktunya bagi Desdemona untuk mencari istri bagi adik laki-lakinya. Misi tersebut gagal dilaksanakan, Lefty menolak semua wanita yang dijodohkannya.

Lalu terjadilah percakapan antara Desdemona dengan Lefty

" Jadi siapa yang akan kaunikahi?"
"Entahlah" – Lefty meraih tangan
Desdemona dan menatap matanya.
"Bagaimana kalau kamu?"
"Sayang sekali
aku kakakmu."
…………
"Kau gila Lefty."
"Ini akan membuat segalanya lebih mudah. Kita tidak perlu membagi rumah." (hal 71)


Bercanda atau tidak, akhirnya Desdemona dan Lefty menikah. Mereka menikah ketika berada dalam kapal yang mengangkutnya ke Amerika ketika tentara Turki menyerbu sebagian wilayah Yunani. Di kapal, Desdemona dan Lefty memainkan peran seolah-olah mereka baru pertama kali bertemu dan saling jatuh cinta. Rahasia bahwa mereka kakak beradik mereka simpan. Mereka mengarang kisah hidup mereka masing-masing pada orang-orang yang berada di kapal. Begitu kuatnya kisah yang mereka karang sehingga seolah-olah mereka sendiripun hampir mempercayai kisah karangan yang mereka buat.

Sesampai di Amerika Desdemona tinggal bersama sepupunya Sourmelina yang telah lebih dulu tinggal di sana. Hanya Sourmelina yang mengetahui bahwa Desdemona dan Lefty adalah adik kakak yang menikah. Sourmelina berjanji menyimpan rahasia mereka dan mengijinkan mereka untuk tinggal bersamanya. Singkat cerita mereka melahirkan. Walau sebelumnya Desdemona dilanda kecemasan karena hubungan incest mereka, ternyata anak yang mereka lahirkan normal-normal saja, bahkan mereka memiliki dua orang anak yang sehat, Milton dan Zoe. Dan dari Sourmelina lahirlah Tessie.

Setelah Desdemona lega karena melahirkan anak-anak yang normal kekhawatiran kembali melandanya karena Milton tampaknya mencintai Tessie padahal Desdemona dan Sourmelina merupakan saudara sepupu. Walau berusaha mencegahnya, namun cinta yang telah tertaut antara Milton dan Tessie tak bisa dilepaskan hingga akhirnya mereka menikah. Dan dari pasangan Milton dan Tessie inilah lahir Calliope Stephanides dan Chapter Eleven

Dr. Phil yang menangani kelahiran Callie menegaskan bahwa Callie berkelamin wanita. Matanya yang sudah mulai rabun tak melihat bahwa sesungguhnya ada kelainan dalam organ genital Callie. Maka Callie pun dibesarkan dan menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan normal. Ketika kondisi keuangan Levty membaik merekapun pindah ke Middlesex. Di situlah Callie tumbuh menjadi serang remaja. Ketika ia memasuki masa remaja, barulah Callie merasakan ada sesuatu yang ‘lain’ pada tubuhnya. Ia tak mengalami mensturasi, dadanya rata karena payudaranya tak tumbuh, dan beberapa rambut halus muncul di atas bibirnya.

Awalnya Callie dan kedua orang tuanya menyangka bahwa Callie memang tumbuh lebih lambat dari teman-teman sebayanya. Namun keanehan dalam diri Callie terus berlanjut. Lambat laun ia menyukai sahabat wanitanya dibanding dengan kawan-kawan prianya. Callie pun menyadari ada yang tidak normal di organ genitalnya, sebuah daging menyerupai penis kecil menyembul diantara vulva-nya, ia menyebutnya "crocus". Hal ini ia simpan baik-baik hingga akhirnya sebuah kecelakaan menimpanya dan para dokter yang merawatnya menemukan kejanggalan di organ genitalnya.

Kejadian itu membuka mata kedua orang tuanya akan kelainan yang ada dalam tubuh putri mereka. Akhirnya mereka membawa Callie ke New York untuk ditangai oleh Dr. Luce seorang ahli terkemuka di dunia hermaproditisme pada manusia. Dari hasil pemeriksaannya Dr Luce mengambil kesimpulan bahwa Callie memang seorang wanita, namun karena kekuraangan enzim 5-alphareductase maka tanda-tanda sekunder wantia tidak muncul. Dan Cellie memang terlahir dengan memiliki penis yang sangat kecil sehingga luput dari pengamatan dokter yang menangani kelahirannya.

Dr Luce akhirnya menyarankan untuk mengatasinya dengan operasi plastik dan terapi hormon. Namun tanpa diduga Callie menolak operasi dan melarikan diri dari kedua orang tuanya dan memutuskan untuk menjadi seorang Pria di usianya yang ke 14.

Novel tebal (810 hl) ini memang menarik untuk disimak. Eugenides membaginya kedalam 4 bagian besar yang dibagi lagi kedalam 28 bab dengan Call sebagai naratornya. Karakter Call yang diciptakan Eugenides dan cara beruturnya tampak begitu hidup sehingga pembaca seolah-olah sedang membaca kisah nyata dari kehidupan seorang berkelamin ganda. Apalagi ditambah dengan tersajinya penelitian-penelitian Dr Luce mengenai kasus hermaprodit pada manusia yang tampaknya diambil oleh penulisnya dari berbagai jurnal kedokteran.

Eugenides juga tampak begitu sabar dalam mencari akar kelainan yang dialami Call. Setting waktunya membentang lebih dari 50 tahun. Melewati berbagai kejadian politik di Yunani, melewati masa-masa PD II dan perang Vietnam, mengungkap mencekamnya situasi kerusuhan rasial di Detroit Amerika di tahun 67. Kisahnya mengurai kehidupan 3 generasi keluarga Stephanides dengan detail. Setiap generasi memiliki kisahnya sendiri, eksplorari karakter tokoh-tokohnya sama-sama kuat.

Bagi yang menyenangi kisah dengan plot yang cepat, mungkin novel ini bukan pilihan, Eugenides dengan sabar dan tempo yang konstan mengurai kisah-kisahnya dengan mendetail. Bahkan tampaknya ada beberapa kisah yang sebenarnya mungkin tak perlu dikisahkan karena tampaknya tak menyangkut kehidupan Call di masa yang akan datang. Namun Eugenides tetap mengisahkannya sehingga tak heran novel ini menjadi novel yang tebal.

Untungnya tema Call yang berkelamin ganda membuat kita sabar mengunyah novel gemuk ini karena kita dibuat penasaran untuk mencari tahu bagaimana akhir kisah ini.

Apalagi ketika kita telah sampai di bagian IV, ketika Dr. Luce mulai memeriksa Call dengan seksama. Peran penerjemah juga tampaknya memegang peranan penting dalam memahami novel ini. Terbukti terjemahan buku ini enak dibaca dan kita tak akan menemui kesulitan berarti dalam memahami novel ini. Sayangnya ada beberapa kesalahan ketik yang walau tidak banyak namun seharusnya tidak perlu terjadi sehingga mengurangi kenyamanan membaca novel ini.

Tak ada yang berlebihan dalam kisah dan karakter tokoh-tokohnya, novel ini tersaji dengan sangat wajar dan manusiawi sehingga kita seolah-olah sedang membaca sebuah memoar dari seorang tokoh nyata. Melalui kisah Call ini kita akan tersentuh oleh pencarian jati diri Call, tertawa dengan kejenakaan yang kadang muncul dalam kisahnya, dan memperoleh pengetahuan baru tenan dunia gen, bagiamana terbentuknya alat kelamin pada janin dan kasus hermaprohdit pada manusia. Sungguh sebuah novel yang mencerdaskan dan layak dibaca oleh siapa saja.

Tak heran novel yang dikerjakan selama 9 tahun ini laris manis di pasaran. Middlesex menjadi best seller internasional. Melalui novel ini pula Eugenides Jefrey memperoleh hadiah Pultiltzer Prize pada tahun 2003. Middlesex juga masuk dalam Book Club Oprah, dan seperti yang sudah-sudah, setiap buku yang masuk dalam Book Club Oprah, pastilah akan menuai sukses yang berkepanjangan.

@h_tanzil
Read more »

Selasa, 03 Juli 2007

Keluarga Flood: Tetangga Menyebalkan

Keluarga Flood: Tetangga Menyebalkan (The Floods)
Collin Thompson
Shinta Harini (Terj.)
Little Serambi – Cet. 1, Juni 2007
183 Hal.

Jika dilihat paling tidak dari jarak 100 meter, Keluarga Flood adalah keluarga yang (tampak) normal, sama seperti keluarga lainnya. Tapi…. Jika dilihat lebih dekat – kurang dari 100 meter, barulah kita akan tahu bahwa mereka sangat berbeda.

Maklum saja, Keluarga Flood adalah keluarga penyihir. Anggota keluarga mereka bisa dibilang aneh-aneh. Keluarga itu terdiri, seorang ayah yang bernama Nerlin. Nerlin ini sebenarnya cicit dari penyihir Merlin yang terkenal itu. Seharusnya, dia juga bisa dinamakan Merlin, tapi, karena pas prosesi pelantikan sebagai penyihir, pendetanya lagi terserang flu, terplesetlah jadi Nerlin. Sedangkan istrinya bernama Mordonna yang bisa membuat orang jatuh cinta hanya dengan memandang matanya. Di balik sosoknya yang menyeramkan, Mordonna tetap saja seorang ibu dan istri yang penuh perhatian pada keluarganya.

Anak-anak mereka tentu saja gak kalah ajaib dan ‘mengerikan’. Yang tertua adalah Valla, satu-satunya anak keluarga Flood yang sudah bekerja sebagai manajer bank darah. Kesukaannya tentu saja yang berbau darah dan tidak menyukai yang tidak ada hubungannya dengan darah. Anak kedua, Satanella. Kita mungkin akan mengira ia adalah seekor anjing. Dulunya ia adalah seorang anak perempuan, tapi karena satu insiden yang melibatkan udang dan tongkat sihir, wujudnya berubah. Yang ketiga, Merlinmarry, sosok berbulu, tidak ada yang tahu apakah ia perempuan atau laki-laki, bahkan Merlinmarry sendiri juga tidak tahu. Kelebihannya, tubuh berbulu Merlinarry dialiri supply listrik yang besar – lagi-lagi karena dalam proses ‘penyihiran’ ada kilat menyambar. Lalu, ada Winchflat yang jenius, si pencipta alat-alat dalam keluarga ini. Lalu, si kembar Morbid dan Silent yang bagai cermin, mereka bisa bicara melalui telepati. Yang terkecil adalah Betty. Dilihat dari sosoknya, Betty terlihat sangat normal. Waktu ‘merencanakan’ kehadiran Betty, Mordonna ingin seorang anak perempuan cantik yang bisa menemaninya merajut, berkebun atau melukis. Betty memang jadi anak yang cantik berambut pirang. Tapi, tetap saja, Betty anak penyihir yang punya kemampuan berbeda dari anak normal lainnya.

Anak-anak Keluarga Flood bersekolah di sekolah penyihir yang untuk menuju ke sana mereka harus melewati pegunungan, badai salju dan samudra, tentu saja gak pakai bis sekolah biasa. Sedangkan Betty, sekolah di sekolah biasa bersama anak-anak normal lainnya.

Hidup keluarga Flood menurut mereka sudah cukup bahagia dan menyenangkan. Tapi… itu kalau tidak ada gangguan dari tetangga mereka yang super berisik, yaitu Keluarga Dent. Keluarga ini benar-benar kacau – ayah yang pemalas, pemabuk dan pengangguran. Pekerjaaannya adalah memastikan dirinya tidak punya pekerjaan. Lalu, ibunya, wanita gendut yang kecanduan nonton reality show di televisi yang membuat dirinya lebih baik dari orang-orang bodoh di reality show itu. Lalu, anak mereka, Tracylene, anak perempuan gendut yang selalu berdandan menor dan hobi gonta-ganti pacar dan Dickie, anak laki-laki yang gendut dan nakal. Dickie ini satu sekolah dengan Betty.

Kelakuan keluarga Dent ternyata sangat mengganggu Keluarga Flood. Di pagi hari, mulailah suara-suara berisik dari rumah sebelah, mulai dari suara televisi, suara teriakan-teriakan dan lain-lain. Suara-suara itu mengganggu ketenangan dan konsentrasi Keluarga Flood.

Maka itu, Keluarga Flood mulai mencari cara agar keluarga Dent tidak mengganggu kehidupan mereka lagi.

Bener kata Kobo, untuk membayangkan keluarga Flood, kita mungkin bisa mengingat sosok Addams Family. Tapi… waduh, ‘pembalasan’ keluarga Flood ‘mengerikan’ juga ya… sadis… tapi, ada unsur lucunya juga sih. Di lingkungan keluarga penyihir, tentu saja mereka adalah keluarga normal… tapi, coba kalau mereka ada di depan mata… pastinya, males banget berdekatan dengan mereka. Bisa-bisa, kalau lagi makan siang bareng, ada keong yang berloncatan dari roti tangkup mereka.
Read more »

Jumat, 29 Juni 2007

Zaman Perunggu, Jilid 1 : Seribu Kapal

Judul : Zaman Perunggu, jilid 1 : Seribu Kapal
Judul Asli : Age of Bronze vol. 1 - A Thousand Ships
Penulis : Eric Shanower
Penerjemah : Lulu Wijaya
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Mei, 2007
Tebal : 225 hlm ; 1 cm

Genre : Novel Grafis

Coba sebutkan kisah mitologi Yunani apa yang paling populer ? Secara cepat mungkin dalam benak kita meluncurlah dua kisah y.i kisah Herkules dan kisah Perang Troya. Dari sekian banyak kisah dalam mitologi Yunani, Perang Troya merupakan kisah legenda yang paling banyak dikisahkan. Perang Troya adalah penyerbuan terhadap kota Troya yang terletak di Asia Kecil, oleh tentara Achaean (Yunani Mycenaean), yang terjadi setelah Paris menculik Helena dari suaminya Menelaus, raja Sparta.

Dari mana sebenarnya kisah Perang Troya berasal. Dalam kesasteraan kuno Yunani, kisah ini kerap muncul karena diangap merupakan salah satu peristiwa penting dalam mitologi Yunani. Dua karya yang mengisahkan Perang Troya yang paling terkenal adalah Iliad dan Odyssey karya Homer. Itupun sebenarnya tidak menceritakan kisah Perang Troya secara lengkap. Iliad berhubungan dengan tahun-tahun terakhir pengepungan Troya, sedangkan Odyssey menceritakan pulangnya Odyssey, salah satu pemimpin Achaea dari penyerbuannya ke Troy. Sedangkan kisah lainnya tersebar dalam fragmen-fragmen karya-karya sastra Yunani kuno lainnya.

Anehnya walau kisahnya sendiri telah berusia ribuan tahun, kisah Perang Troya masih menarik untuk terus diceritakan dan dihidupkan kembali dalam berbagai bentuk. Begitu banyak penulis, dramawan, sineas, seniman yang menulis kisah Perang Troya sesuai dengan versinya masing-masing, legenda ini telah ditambah-tambahi, diperindah, atau mengungkap hal-hal baru sehingga tak heran kisah terkenal ini banyak berubah dari versi aslinya. Dalam versi layar lebar rasanya kita masih ingat film kolosal yang berjudul “Troy” yang disutradarai oleh Wolfgang Petersen dan dimainkan oleh bintang-bintang besar Hollywod seperti Brad Pitt, Eric Bana, Diane Kruger, dll

Eric Shanower, komikus Amerika yang sebelumnya dikenal sebagai pembuat Oz graphic novels, tergerak untuk memvisualisasikan Perang Troya dalam bentuk komik ketika ia mendengarkan buku audio The March of Folly: From Troy to Vietnam karya Barbara W. Thucman. Perhatiannya terserap oleh salah satu bab mengenai Perang Troy. Dan semenjak itulah kisah Perang Troy selalu mengugah otot-otot kreatifitasnya sehingga iapun segera merlakukan riset sejarah Prang Troy. Ratusan buku dilahapnya, sadar bahwa komik Prang Troy akan memuat ribuan panel, Eric Shanower memutuskan untuk membuat komiknya menjadi tujuh buah jilid dibawah judul The Age of Bronze .

Seri pertama Age of Bronze - One Thousand Ships yang terjemahannya diterbitkan oleh Gramedia menjadi Seribu Kapal, Eric Shanower memulai kisahnya dengan menampilkan gambar Paris yang sedang tertidur ketika sedang menggembalakan kerbau-kerbaunya. Setelah membawa kerbau-kerbaunya pulang ke kandangnya. Paris yang tinggal bersama kedua orang tuanya di kaki gunung Ida didatangi oleh utusan raja dari Troy. Mereka ditugaskan mencari kerbau terbaik untuk dijadikan hadiah dalam pertandingan festival di Troy. Kebetulan Angelous (ayah angkat Troy) memiliki kerbau terbaik di seluruh desa Ida.

Walaupun Agelous merelakan kerbaunya dipersembahkan pada raja, namun Paris menolaknya. Karena tak kuasa menolak permintan Raja, akhirnya Troy memiliki ide untuk ikut dalam festival guna memenangkan pertandingan sehingga kerbau milik ayahnya bisa dimilikinya kembali.

Siapa yang menduga niat sederhana Paris berangkat ke Troy untuk memperoleh kembali kerbaunya ternyata memberikan dampak yang luar biasa pada sejarah dan legenda Yunani. Paris berangkat bersama Angelous menuju Troy dan memenangkan pertandingan, ketika kemenangannya ditentang oleh putra-putra Raja Priam (Raja Troy), Angelous menghadap Priam dan mengatakan bahwa sesungguhnya Paris adalah anak raja Priam yang dibuang ke hutan dan diasuh oleh Angelous. Paris dibuang karena menurut ramalan, jika Paris dibiarkan hidup ia akan membawa bencana bagi Troy.

Tanpa diduga, walau salah seorang anak Raja Priam mengingatkan kembali akan ramalan bahwa Paris akan membawa bencana bagi Troy, Paris diterima kembali ke lingkungan istana dan menjadi bagian dari keluarga kerajaan. Saat itu Priam berniat untuk membawa kembali Hesione, saudarinya yang ditawan oleh Telamon dari Salamis. Paris mengusulkan diri untuk pergi ke Salamis untuk membawa Hesion pulang ke Troy. Namun alih-alih membawa Hesione pulang, Pram malah membawa Helen dari Sparta yang merupakan istri dari Raja Menelaus.

Tindakan Paris membuat berang Raja Menelaus, ia segera meminta kakaknya, Raja Agung Agamemnon untuk membantunya. Jauh hari sebelum Helen dinikahi oleh Menelaus, Helen pernah diperebutkan oleh 48 raja dan pangeran di seluruh daratan dan kepulauan. Akhirnya Helen dipinang oleh Raja Menelaus. Untuk menghindari peperangan akibat persaingan dalam memperebutkan Helen, para peminang bersumpah, siapapun yang karena Helen mengancam suaminya nanti, atau mengambil Helen dengan paksa, maka yang lainnya akan mengejar pelanggar ini dan menghukumnya.

Untuk itu Raja Agung Agamemmon segera mengumpulkan sekutu-sekutunya terutama mereka yang telah terikat sumpah untuk berangkat ke Troy dan membawa kembali Helen ke Sparta. Ketika itulah ini seorang peramal mengungkapkan bahwa orang-orang Achaea (sebutan untuk Raja Agung dan sekutu-sekutunya - sekarang Yunani) tak akan memenangkan pertempuran tanpa Achiles, putra Peleus.

Pencarian Achiles memakan waktu hampir dua tahun, hingga akhirnya Achiles bisa ditemukan dan orang-orang Achea dengan seribu kapalnya siap berangkat menuju Troy untuk membawa pulang Helen.

Di sinilah kisah Seribu Kapal berakhir. Seperti yang dijanjikan Eric Shanower, kelanjutan kisah Perang Troy akan bersambung di jilid-jilid berikutnya. Hingga kini dari 7 jilid yang direncanakan terbit, baru dua jilid yang terbit , Jilid 2 : Sacrifice telah terbit pada tahun 2004, dan jilid 3 : Betrayal – part one akan terbit di musim panas 2007 ini.

Seperti diungkap oleh Eric Shanower dalam ‘Sekilas Tentang Seribu Kapal’, komik Age of Bronze ini merupakan versi baru dari kisah Prang Troy. Walau tetap setia pada alur utama kisahnya kita akan melihat bahwa dalam karyanya ini Eric menghilangkan peranan dewa-dewa yang seharusnya memegang peranan penting dalam legenda dan mitologi Yunani. Tampaknya Eric berusaha merasionalisasi-kan peranan Dewa sehingga kisah Perang troy tampak terlihat lebih manusiawi. Eric hanya menyisakan mimpi dan penglihatan-penglihatan yang hingga sekarang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat modern. Langkah Eric ini mengingatkan kita pada Pramoedya yang dalam karya-karyanya selalu menyngkirkan hal-hal supranatural dan membuang mitos-mitos yang tidak relevan dengan dunia modern.

Tampaknya novel grafis ini dikerjakan dengan riset yang mendalam, Eric tentunya tak mau sembarangan untuk menampilkan detail dalam panel-panelnya guna menyajikan visualisasi kisah yang terjadi ribuan tahun yang lampau. Untuk itu ratusan buku dilahapnya. Buku ini memuat lebih dari seratus bibiliografi baik untuk alur cerita, tokoh-tokoh, dan gambaran umum mengenai peristiwa yang terjadi. Selain itu terdapat juga lampiran silsilah bangsa Achaea dan silsilah keluarga kerajaan Troy.

Atas risetnya yang sungguh-sungguh ini, tak heran jika akhirnya novel grafis yang dilukis dengan warna hitam putih, ini menjadi begitu detail dalam visualisasinya. Setidaknya apa yang dilukis oleh Eric dapat memberikan kita gambaran yang mendekati situasi dimana ksiah Perang Troy terjadi. Gambar-gambarnya indah, bersih dan tidak membuat mata menjadi lelah. Penempatan panel-panel gambarnya juga dinamis, sedikit banyaknya panel gambar dalam satu halaman disesuaikan dengan kebutuhan visualsiasi ceritanya.

Yang mungkin agak mengganggu dalam karya ini adalah ada begitu banyaknya nama-nama tokoh dijumpai dalam buku ini. Bagi Mereka yang tidak terbiasa membaca kisah-ksiah Yunani kuno hal ini tentu saja menimbulkan kebingungan. Untunglah daftar nama di bagian belakang buku ini cukup membantu untuk mengingatkan kita akan nama tokoh yang muncul dalam cerita.

Usaha Eric Shanower mengangkat kembali kisah Perang Troy dalam bentuk novel grafis patut dihargai. Apalagi jika ia sanggup menyelesaikan seluruh epos Perang Troy secara lengkap dalam ketujuh jilid bukunya kelak. Bukan tak mungkin nama Eric Shanower pun akan ikut menjadi legenda karena berhasil mengisahkan kembali sebuah legenda peperangan yang begitu menguras tenaga, waktu, penuh dengan air mata, nafsu, dan pengkhianatan .

Sejauh ini usaha Eric setidaknya telah membuahkan hasil, novel grafis Seribu Kapal meraih penghargaan Eisner Award, sebuah penghargaan untuk karya-karya komik dunia yang mungkin bisa disetarakan dengan anugerah Oscar bagi insan perfileman dunia. Tahun 2001, dan 2003 Eric Shanower dinanugerahi Eisner Award sebagai Best Writer/Artist untuk novel grafisnya serialnya : Age of Bronze.

Akhirnya, karya ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Visualsiasinya yang menarik, detail dan akurat setidaknya dapat memberikan kita gambaran yang mendekati situasi dimana kisah Perang Troy terjadi. Selain itu kisahnya yang menarik sepertinya akan menyentuh kemanusiaan kita yang paling mendasar, menyangkut masalah-masalah kemanusiaan yang abadi, tentang cinta, nafsu berahi, kematian, kehormatan dan jati diri.

@h_tanzil
Read more »

Selasa, 26 Juni 2007

Perempuan Terluka

Perempuan Terluka (Typhoon)
Qaisra Shahraz
Atta Verin (Terj.)
Mizan – Cet. 1, Mei 2007
406 Hal.


“Seorang perempuan cantik berambut hitam panjang… Yang kutahu adalah aku harus menemuinya lagi dan memohon ampun padanya. Sudah dua puluh tahun aku tidak bertemu dengannya.”
(Perempuan Suci – hal. 340. Mizan, Cet. III – Februari 2007)

Kalimat ini diucapkan Baba Siraj Din, kakek Zarri Bano. Di buku pertama, Perempuan Suci, mungkin pembaca akan bertanya-tanya, apa maksud perkataan Baba Siraj Din. Karena tidak pernah diberi penjelasan lebih lanjut akan arti kalimat itu.

Inilah yang menjadi benang merah antara buku pertama dengan sekuelnya – Perempuan Terlukan. Buku ini bukan tentang kelanjutan kehidupan Zarri Bano, sang Perempuan Suci, tapi kisah lain yang terjadi jauh sebelum Zarri Bano menjadi Perempuan Suci. Kisah tentang sebuah peristiwa yang menyebabkan petaka dan kenangan buruk bagi penduduk desa Chiragpur.

Di suatu malam, seorang perempuan membuntuti suaminya yang mengendap-endap pergi keluar rumah. Betapa terkejutnya Gulshan, nama perempuan itu, ketika mendapati suaminya, Haroon, berada dalam pelukan perempuan lain. Perempuan itu bernama Naghmana, adalah pendatang dari kota yang baru beberapa hari menginjakkan kaki di Desa Chiragpur, bagaimana mungkin suaminya bisa dengan mudah terpikat oleh perempuan itu.

Gulshan pulang dengan hati luka dan bercerita pada ibunya, Hajar, apa yang baru saja ia lihat. Hajar tidak percaya dan berusaha membuktikan sendiri cerita anaknya. Hajar murka ketika mendapati kebenaran kata-kata anaknya.

Begitu Haroon pulang ke rumah, Hajar langsung memakinya dan bukan itu saja, ia juga memaki Naghmana sebagai ‘perempuan nakal perusak rumah tangga’. Hajar menuntut diadakannya sebuah kacheri – pengadilan terbuka untuk menghukum dua orang perusak kedamaian Desa Chiragpur itu.

Kabar burung segera merebak dalam waktu sehari saja. Seluruh penduduk desa, terutama perempuan, yang tidak tahu masalah sebenarnya, langsung menghakimi Naghmana dengan menjelekkan dirinya.

Kacheri pun diadakan, dipimpin oleh Baba Siraj Din selaku orang yang paling dihormati di desa itu. Tapi apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Naghmana yang tadinya dianggap sebagai perusak, justru pada akhirnya berbalik menjadi orang yang paling pantas dikasihani dan dikagumi karena kebesaran hatinya. Kacheri itu menghantui kehidupan orang-orang yang terlibat secara langsung atau pun tidak. Semua diliputi rasa bersalah, tidak terkecuali Baba Siraj Din – selaku pemimpun, Hajar – yang begitu membabi buta menuntut akan adanya kacheri, para tukang gosip – Naimat Bibi dan Kulsoom.

Selama dua puluh tahun rasa bersalah itu terus menghantui mereka.

Sampai akhirnya, ketika Baba Siraj Din sedang meregang nyawa, beliau minta agar Naghmana datang ke Desa Chiragpur. Ia ingin minta ma’af pada Naghmana sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Tapi, trauma begitu menghantui Naghmana, mampukah ia kembali ke Desa Chiragpur? Bertemu kembali dengan orang yang sudah menghancurkan hidupnya, bertemu kembali dengan Gulshan dan Haroon?

Sementara itu, dalam dua puluh tahun pula, kehidupan Chaudharani Kaniz berubah. Janda yang selalu bersikap dingin ini menyimpan rahasia besar yang juga menjadi bayang-bayang buruk dalam kehidupannya.

Buku ini berkisah tentang 3 perempuan yang terluka, yang tersakiti karena perbuatan orang lain. Agak lebih bertele-tele dan membosankan dibanding buku pertamanya. Mungkin karena gaya cerita flashback itu kali ya…

Read more »

Jumat, 22 Juni 2007

Instrumen Orang Sukses

Judul : Instumen Orang Sukses
Penulis : Ardian Syam
Penerbit : Lembaga Penerbitan FE Unversitas Indonesia
Cetakan : I, Mei 2007
Tebal : 112 hal

Semua orang pastilah ingin sukses. Namun meraih kesuksesan tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu ada perjuangan, ada proses yang harus dilalui, tak jarang proses itu harus dilalui dengan berlikunya jalan hingga akhirnya sukses bisa diraih.

Ada berbagai cara untuk meraih sukses, sudah banyak buku yang diterbitkan yang berisi tips-tips meraih kesuksesan. Dan kini diantara puluhan judul buku-buku sukses itu, terbit sebuah buku yang berjudul “Instrumen Orang Sukses” karya Ardian Syam yang namanya dikenal sebagai kontributor di www.pembelajar.com, www.andriewongso.com, www.halamansatu.net, dan www.wikimu.com . Selain itu, Ardian juga penah menerbitkan bukunya yang berjudul “Kacamata Kuda” (Amara Books, 2006)

Jika sudah banyak buku-buku sukses ditulis orang, lalu apa yang menarik dari buku ini ?
Prof. Roy Sembel, Ph.D dalam kata pengantar di buku ini mengungkapkan bahwa tidak seperti buku-buku sukses lainnya dimana biasanya mengulas langkah-langkah menuju sukses, pembentukan sikap, penentuan tujuan,dll, buku ini mengulas alat dan atribut yang dapat digunakan untuk membantu kita mencapai sukses.

Alat dan atribut yang dibunakan untuk mencapai sukses itu dalam buku ini diistilahkan sebagai ‘instrumen’. Pada intinya, buku ini menegaskan bahwa untuk meraih sukses kita perlu meningkatkan nilai diri kita dengan menggunakan sejumlah instrumen-instrumen yang sebenarnya telah ada disekitar kita. Dalam kata pengantarnya Ardian menngungkapkan bahwa buku ini diutujukan khusus kepada Anda yang sedang dalam proses menuju sukses atau baru mencapai zona sukses. Dikatakan instrumen karena semua yang disediakan buku ini memang untuk digunakan dengan baik dan penuh perhatian sehingga menimbulkan suara-suara yang indah dan berharmoni.

Apa saja instrumen atau alat-alat yang digunakan untuk meraih kesuksesan ? Buku ini mengulas 8 buah instrumen yang sangat mudah diperoleh dan mudah pula dipergunakan asal kita bisa ‘memainkan’nya, yaitu Kartu nama dan handphone, Bergaul, Internet, Buku, Dalam Rapat, Kreatif, Menulis ke Media, dan Tetap fokus.

Instrumen yang mendapat bahasan yang paling banyak terdapat pada instrumen Bergaul dan Internet. Dalam bergaul, buku ini mengungkap bahwa begaul adalah instumen yang terbukti efektif dan cepat dalam meningkatkan nilai diri kita. Dalam bab ini pembaca akan dikenalkan dengan apa yang dinamakan small world phenomenon (small world efect) yaitu hipotesis bahwa setiap orang di dunia dapat dihubungi melalui sebuah rantai pendek pertemanan.

Konsep ini juga pernah dikenal dengan istilah six deegrees of separation yang menyatakan bahwa dua orang teman yang tidak saling kenal dapat terhubungkan oleh enam orang teman. Buku ini memberikan contoh sederhana bahwa kita dapat menjadi teman Presiden SBY karena kita kenal A yang menjadi sudaranya B, sementara B tinggal di sebelah rumah C, sedangkan C berteman dengan D, kebetulan pula D adalah keponakan dari E, lalu ternyata E adalah adik sepupu dari F yang merupakan teman main SBY waktu masih kecil. Kesimpulannya, konsep ini menyimpulkan bahwa tidak banyak orang yang perlu kita hubungi bila ingin berkenalan dengan orang orang-orang tertentu. Tetapi kita tidak pula dapat bertemu dengan orang tersebut bila kita tidak mulai bertemu dengan orang-orang tertentu yang mungkin bisa mempertemukan kita dengan orang yang dituju

Yang menarik dan mungkin instrumen yang paling mutakhir untuk saat ini adalah Internet. Dengan agak mendetail buku menggungkap bahwa dalam dunia cyber kita bisa memanfaatkan 3 alat yang telah disediakan oleh Internet secara cuma-cuma, yaitu milis (atau mail list), weblog (Blog), dan Friendster. Ketiga alat ini dibahas secara mendalam lengkap dengan sejarah singkat, langkah-langkah praktis seperti bagaimana cara bergabung dalam milis, dan fiendster.

Lalu ada pula instrumen rapat yang ternyata bisa digunakan sebagai alat menuju kesuksesan. Dalam bab ini diuraikan 15 tips guna menaikkan nilai diri kita dalam rapat, seperti; duduklah berseberangan dengan ketua rapat, datang dengan persiapan matang, jangan memonopoli diskusi, dll.

Masih ada banyak lagi pelajaran berharga yang dapat diperoleh di buku ini, semuanya berujung pada ajakan untuk meningkatkan Nilai Diri melalui kedelapan instrument yang semuanya berada disekitar kita. Walau kedelapan instrumen tersebut bukan hal yang baru bagi kita, namun bukan berbarti buku ini tidak menjadi bermanfaat, karena kalaupun kita sudah mengetahuinya bahasan dalam buku ini dapat dijadikan sebagai pengasah atau mengingatkan kita akan-hal-hal yang perlu kita lakukan guna meraih kesuksesan.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti, ringkas, namun padat. Kita tidak akan disuguhi teori-teori manajemen yang mengawang-ngawang, namun kita akan langsung diajak mempraktekkan instrument-instrumen itu dengan langkah-langkah yang amat praktis dan masuk akal. Tampaknya buku tipis (112 hal) namun kaya manfaatnya ini cocok untuk dibaca oleh siapa saja, terlebih bagi mereka yang ingin menapak jalan kesuksesan melalui alat-alat yang sebenarnya telah ada di sekililing kita.

@h_tanzil
Read more »

Kamis, 21 Juni 2007

Peter dan Penangkap Bintang (Peter and the Starcatchers)

Peter dan Penangkap Bintang (Peter and the Starcatchers)
Dave Barry & Ridley Pearson
Maria Masniari Lubis (Terj.)
Qanita – Cet. 1, April 2007
492 Hal.

Dari dongeng Peter Pan karya J. M. Barrie, kita kenal sosok anak laki-laki yang akan selalu jadi anak-anak sepanjang hidupnya, anak laki-laki yang bisa terbang, tinggal di Never Land, dan punya musuh bernama Kapten Hook, seorang bajak laut yang di tangan kanannya terdapat kait yang sangat berbahaya.

Nah, di buku ini, nih, Dave Barry dan Ridley Pearson mencoba menceritakan awal mula kisah seorang Peter.

Peter adalah seorang anak yatim piatu. Bersama empat orang penghuni Panti Asuhan bagi Anak Laki Terlantar St. Norbert – James, Prentiss, Thomas dan Tubby Ted, di suatu pagi, Peter berangkat dengan kapal Never Land menuju Rundoon untuk dijadikan budak Raja Zarboff ke III. Peter selalu menganggap ingin jadi pemimpin, ia harus selalu menjadi anak paling tua di antara anak-anak yang di kenalnya.

Di kapal Never Land, Peter berkenalan dengan seorang anak perempuan bernama Molly Aster, yang secara tidak langsung menyelamatkan Peter dari bahaya ketika Peter hendak kabur dari Never Land. Peter sempat penasaran dengan sosok Molly yang di suatu malam dilihatnya sedang berbicara dengan seekor lumba-lumba. Bukan itu saja, Molly memiliki mata hijau yang bersinar dalam kegelapan.

Perjalanan di lautan berubah jadi sebuah pertempuran dengan bajak laut yang paling ditakuti, Black Stache. Ternyata di kapal Never Land tersimpan sebuah peti yang sangat berharga. Peti itu berisi batu bintang yang jika jatuh ke tangan yang salah akan berubah jadi sesuatu yang berbahaya. Berbagai keanehan terjadi jika seseorang menyentuh serbuk bintang itu, misalnya ketika Alf, salah satu awak kapal Never Land mengangkat peti itu, ia merasa mendengar bunyi lagu-lagu yang indah, dan ketika Peter menyentuhnya, Peter pun bisa terbang.

Molly ternyata adalah kaum Starcatchers yang berusaha menyelamatkan peti itu agar tidak jatuh ke tangan The Others atau Pihak Yang Lain yang akan menggunakan serbuk bintang itu untuk kepentingan mereka sendiri.

Terjadilah perebutan peti antara Slank – awak kapal Never Land yang juga mengetahui keajaiban batu bintang itu, lalu Black Stache – kapten kapal bajak laut Sea Devil dan Leonard Aster – ayah Molly yang sebenarnya bertugas untuk menjaga peti itu di kapal Wasp.

Awalna, Black Stache menduga peti itu ada di kapal Wasp. Maka Sea Devil pun memburu Wasp dengan strategi yang matang dan mengejutkan. Leonard Aster tahu ia harus melindungi peti itu, maka ia pun melarikan diri bersama peti yang seharusnya ringan, tapi koq berat banget.

Black Stache yang kecele, akhirnya sadar kalau peti itu gak ada di Wasp, maka ia pun memburu Never Land yang dengan mudah bisa ditaklukkan. Tapi, keajaiban terjadi ketika ia melihat seorang anak laki-laki terbang. Dan, detik itu juga Black Stache tau, kalau Peter bukan sekedar anak laki-laki, tapi ia akan menjadi musuh bebuyutannya.

Mereka semua terdampar di sebuah pulau yang dihuni oleh suku Mollusk. Perburuan peti batu bintang terus berlanjut. Bahaya bertambah karena suku Mollusk tidak suka dengan kehadiran orang asing. Peter dan teman-temannya hampir jadi santapan Tuan Grin, seekor buaya raksasa.

Kecerdikan Peter berkali-kali mampu menyelamatkan dirinya dan teman-temannya dari ancaman orang-orang yang ingin memiliki peti itu. Ditambah lagi Peter mendapatkan bantuan dari putri duyung – yang tadinya berasal dari ikan, tapi begitu berada di air laut yang terkena serbuk bintang, mereka pun berubah jadi putri duyung cantik yang salah satunya bikin Molly cemburu.

Menarik juga… seru membaca awal mula sebuah kisah yang udah kita kenal. O ya, di sini juga ada cerita dari mana asalnya Tinkerbell, peri pelindung Peter yang pencemburu. Tapi, koq… ilustrasi Tinkerbell-nya gak imut dan cantik ya… malah agak ‘mengerikan’ dan kesannya tomboy gitu…
Read more »

Jumat, 15 Juni 2007

Blindness

Judul : Blindness
Penulis : Jose Saramago
Penerjemah : Arif Bagus Prasetyo
Penyunting : Yos Rizal
Penerbit : Ufuk Press
Cetakan : I, Maret 2007
Tebal : 447 hlm

Di sebuah kota tanpa nama terjadi kemacetan lalu lintas yang parah. Penyebabnya, di sebuah lampu setopan seorang pengemudi tak sanggup lagi meneruskan perjalanannya. Secepat kilat, apa yang ada dalam pandangan matanya tiba-tiba saja berubah menjadi putih. Ia bagaikan tercebur dalam lautan susu. Lelaki pengemudi itu buta ! Namun bukankah buta itu hitam ? Tak ada bedanya, apakah buta itu hitam atau putih, yang pasti lelaki itu kini tak bisa melihat apapun selain warna putih yang ada di hadapannya.

Seseorang menolongnya, mengantarnya ke rumahnya, sialnya penolongnya ternyata mencuri mobilnya. Namun ketika si pencuri berhasil membawa mobil lelaki buta, ke sebuah tempat di luar kota tiba-tiba saja ia mengalami nasib seperti si lelaki yang mobilnya dicuri. Si pencuri tak bisa melihat apapun kecuali warna putih yang menyelimuti matanya.

Sorenya lelaki buta pertama berkunjung ke dokter mata, dokter menemukan keanehan karena baik semua saraf dan organ matanya sehat, tak ada yang rusak. Malamnya dokter mata mencoba mencari literatur mengenai buta putih yang diderita pasiennya. Namun ketika ia mengumpulkan buku-buku untuk dikembalikan ke rak buku, tiba-tiba saja ia tak bisa melihat buku-bukunya karena semua yang dilihatnya menjadi putih. Dan dokter itu menyadari bahwa iapun mengalami kebutaan. Buta putih!

Secara cepat buta putih menyebar, menular bagaikan wabah influenza. Tak jelas apa media penularannya yang pasti semua yang berdekatan dengan orang yang buta dipastikan akan tertular. Dalam waktu singkat wabah ini menulari puluhan, hingga ratusan orang dalam kota tersebut. Pemerintah mengantisipasi penularan dengan mengisolasi orang-orang yang telah menjadi buta. Salah satunya ditempatkan dalam sebuah bangunan bekas rumah sakit jiwa dan dijaga secara ketat oleh sepasukan tentara.

Para orang buta yang dikarantina harus mengurus diri mereka sendiri, tak ada petugas medis atau sukarelawan yang menolong mereka. Hanya ada tentara yang bertugas menaruh jatah makanan di gerbang rumah sakit dan menjaga agar para orang buta tak melewati gerbang rumah sakit. Siapapun yang melewati batas yang ditentukan tentara tak segan akan menembaknya.

Dokter mata yang telah menjadi butapun tak luput dari pengkarantinaan. Ia ditemani istrinya yang pura-pura menjadi buta. Dokter mata, istrinya, dan beberapa orang buta lainnya merupakan rombongan pertama yang masuk dalam pengkarantinaan, dan kelak ketujuh orang yang masuk dalam rombongan pertama ini akan menjadi tokoh utama dalam novel ini.

Orang buta yang dikarantina terus berdatangan, jumlahnya mencapai ratusan sehingga melebihi kapasitas tempatnya. Bisa dibayangkan bagaimana mereka harus memenuhi kebutuhan dasarnya, tanpa fasilitas pengobatan, air, kakus, dan makanan yang tidak mencukupi. Ketika ada yang mati orang buta harus mengubur sendiri rekan mereka yang mati. Istri dokter menjadi satu-satunya orang yang dapat melihat dan hal ini dirahasiakannya hingga saat-saat terakhir mereka dikarantina.

Kehidupan di karantina semakin sulit ketika sekelompok orang buta bersenjata menguasai jatah makanan dan mengharuskan orang buta lain membelinya dengan barang berharga yang mereka miliki. Tidak hanya itu, merekapun meminta setiap bangsal mengirim wanita untuk memuaskan birahi mereka. Wanita ditukar dengan sejumlah paket makanan ! Tekanan ini membuat beberapa orang buta menjadi marah dan akhirnya melakukan pemberontakan hingga situasi di rumah sakit menjadi chaos sehingga menyebabkan terbakarnya seluruh bangunan rumah sakit.

Ketika kebakaran terjadi, mereka baru menyadari bahwa kini sudah tak ada tentara yang menjaga mereka karena tentarapun sudah menjadi buta! Orang-orang buta akhirnya bebas, namun situasi di luar tak ubahnya seperti di dalam, mereka harus tetap bertahan hidup karena seluruh warga kota menjadi buta. Tak ada pasokan listrik dan air karena semua pengelolanya menjadi buta. Orang-orang buta menjarah toko-toko makanan. Mereka yang tiba-tiba buta ketika berada di tengah jalan tak bisa menemukan dimana rumahnya hingga mereka memasuki rumah siapa saja yang ditemuinya. Tak adanya air membuat para orang buta membuang hajat dimana-mana. Jalanan penuh dengan tahi-tahi yang telah menjadi lumpur. Mayat berserakan di jalanan tanpa ada yang bisa menguburnya, beberapa dimakan anjing-anjing yang kelaparan, pembusukan terjadi dimana-mana. Kota dipenuhi ancaman wabah penyakit akibat udara yang tidak higenis.

Kisah diatas adalah novel kelam karya peraih nobel sastra 1998 asal Portugis - Jose Saramago. Dalam Blindness Jose Saramago terlihat jelas memperlihatkan kualitas kesastrawannya. Namun bukan berarti novel ini karya yang sulit dicerna seperti layaknya novel karya sastrawan dunia lainnya. Tak perlu kening yang berkerut untuk memahami novel ini. Kalaupun ada kerutan di kening itu akibat kepiawainya Saramago membuat kisahnya begitu menghujam sisi kemanusiaan pembacanya.

Blindness tak memberi ruang bagi pembacanya untuk terhibur. Novel ini memang novel yang muram, penuh persoalan kemanusiaan. Dalam kebutaannya yang mendadak, orang-orang buta kehilangan jati dirinya, nilai-nilai kemanusiaan mereka luntur karena masing-masing mempertahankan diri sendiri untuk hidup. Kalaupun ada humor, itupun humor yang pahit dan kelam. Sejak dari halaman pertama pembaca disuguhkan sebuah teror mental yang menakutkan karena kebutaan bisa terjadi secara tak terduga. Bahkan Saramago tak memberi kesempatan bagi pembacanya untuk memperoleh penjelasan medis bagaimana mungkin wabah kebutaan masal bisa terjadi. Semua terjadi begitu saja, dan peristiwa demi peristiwa yang mengalir mencekam membuat pembaca tak ingin diberi penjelasan medis bagaimana kebutaan masal bisa terhadi.

Di novel ini pembaca juga tak akan dipusingkan dengan sejumlah nama tokoh-tokohnya yang kadang membuat kita bingung. Tak ada sebuah namapun dalam novel ini. Setting cerita kotanya, nama jalan, nama bangunan, bahkan nama tokoh-tokohnya pun tanpa nama, melainkan hanya disebut dengan ; ‘orang buta pertama’, ‘dokter mata’, ‘gadis berkacamata hitam’, ‘pria bertampal mata hitam’, dll.

Dengan tidak adanya satu namapun dalam novel ini dan tak adanya penjelasan medis untuk wabah kebutaan masal ini tampaknya Saramago hanya mengizinkan pembacanya untuk mengarahkan seluruh perhatiannya pada berbagai persoalan kemanusiaan yang timbul. Hal ini membuat pembacanya akan larut dalam sebuah dunia orang buta yang tersaruk-saruk dalam mempertahankan kebutuhan dasarnya. Selain itu peristiwa demi peristiwa yang terjadi dan dialog-dialog antar tokohnya tak sekedar mengumbar kesuraman saja melainkan memaparkan makna perjuangan hidup, menohok sisi kemanusiaan kita, hingga menukik ke dalam esensi kehidupan dan kematian

Tak berlebihan rasanya jika dikatakan bahwa novel ini merupakan novel adikarya yang tidak boleh terlewatkan untuk dibaca. Novel ini telah menjadi best seller internasional dan dijual di 42 negara. Bersyukur edisi terjemahannya kini bisa kita nikmati. Terjemahannya sangat baik dan enak dibaca . Padahal jika menilik buku aslinya, novel ini mengunakan kalimat-kalimat yang panjang dan nyaris tanpa tanda baca kecuali titik dan koma. Rupanya edisi bahasa Indonesianya telah disesuaikan dengan ‘selera’ pembaca pada umumnya sehingga kalimat-kalimatnya lebih ringkas dan menyertakan tanda kutip bagi dialog-dialognya. Namun bagi mereka yang mempertahankan orisinalitas mungkin gaya pengalihbahasaan blindness membuat novel ini bisa dikatakan ‘cacat’.

Satu-satunya kirik untuk edisi terjemahannya adalah ilustrasi covernya yang berpotensi menimbulkan salah tafsir bagi calon pembacanya. Ilustrasi yang menonjolkan wajah wanita tanpa mata bukan tak mungkin membuat orang berpikir bahwa novel ini adalah novel horor sehingga bagi mereka yang tidak menyukai cerita horor akan mengabaikan novel ini. Cover bergaya minimalis dengan dominasi warna putih atau bahkan putih bersih saya rasa lebih mewakili isi daripada novel ini dibanding ilustrasi kepala wanita tanpa kepala.





Cover Blindness edisi Harvest Book








Novel Blindness (Portugis: Ensaio sobre a cegueira) pertama kali diterbitkan dalam bahas Portugis pada tahun 1995 dan edisi bahasa Inggrisnya terbit pada tahun 1998. Novel ini merupakan karya terbaiknya selain The Gospel According to Jesus Christ and Baltasar and Blimunda. Pada tahun 1998 Jose Samarago memenangkan nobel sastra, melihat kedekatan antara waktu terbit dan diraihnya nobel sastra bukan tak mungkin novel itu ikut andil dalam mengukuhkan Jose Saramago sebagai sastrawan kelas dunia. Sekuel novel ini, “Seeing” telah terbit pada tahun 2004, semoga kitapun bisa segera menikmati edisi terjemahannya.

Kabarnya Blindness juga akan diadaptasi kedalam sebuah film dengan judul yang sama yang akan diproduksi oleh Focus Features International. Film ini akan diarahkan oleh sutradara Fernando Meirelles dan naskahnya ditulis oleh Don McKellar. Sedangkan untuk tokoh utamanya rencananya akan diperankan oleh aktor Inggris Daniel Craig yang membintangi seri James Bond - Casino Royalle. Rencananya Daniel Craig dalam film ini akan berpasangan dengan Juliana Moore.

@h_tanzil
Read more »

Selasa, 12 Juni 2007

Perempuan Suci

Perempuan Suci (The Holy Woman)
Qaisra Shahraz
Anton Kurnia & Atta Verin (Terj.)
Mizan, Cet. III – Februari 2007
517 Hal.

Zarri Bano, adalah seorang perempuan Pakistan yang cerdas, cantik dan mandiri. Anak seorang tuan tanah yang sangat dihormati di Desa Chiragpur. Di usianya ke 27, sudah waktunya ia menikah. Begitu banyak orang tua yang melamar Zarri Bano untuk anak laki-laki mereka, tapi belum ada satu pun yang bisa memikat hati Zarri Bano.


Sampai suatu hari, ketika sedang ada pesta rakyat di desanya, Zarri Bano secara tidak sengaja bertemu pandang dengan seorang pemuda, tamu dari Karachi, bernama Sikander. Sikander bukan pemuda sembarangan, ia adalah seorang pengusaha yang juga sama kayanya dengan Habib Khan, ayah Zarri Bano. Dalam Zarri Bano tahu ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Meskipun memandang seorang pria secara terang-terangan adalah hal yang tabu. Tapi, Zarri Bano yang sudah modern itu tidak peduli dan malah bersikap sedikit menantang pria itu.

Ternyata Sikander datang berkunjung ke rumah Zarri Bano dengan maksud hendak mengenal Zarri Bano lebih jauh. Sikander berniat untuk memperistri Zarri Bano. Seharusnya Habib Khan senang karena akhirnya Zarri Bano memutuskan untuk menikah setelah sekian banyak laki-laki yang ditolakanya. Tapi, rasa cemburu dan rasa memiliki yang berlebihan, Habib Khan malah menentang keputusan itu.

Pernikahan itu memang akhirnya tidak jadi kenyataan. Karena ketika Jafar, adik Zarri Bano, mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, otomatis sebagai anak perempuan tertua, seluruh warisan tanah dan yang lainnya akan jadi milik Zarri Bano. Maka sebuah keputusan diambil. Habib Din memutuskan Zarri Bano menjadi seorang Shahzadi Ibadat – seorang Perempuan Suci, di mana Zarri Bano tidak bisa menikah dan harus mengabdikan hidupnya untuk agamanya,

Di sinilah pergulatan batin Zarri Bano dimulai. Batinnya memberontak. Ia ingin hidup sebagai perempuan normal yang menikah dan memiliki sebuah keluarga. Zarri Bano adalah perempuan bebas yang di kalangan banyak orang bahkan dilihat hampir tidak pernah memakai tutup kepala dengan benar. Tapi, Zarri Bano tidak kuasa untuk melawan keinginan ayahnya semata karena rasa hormatnya.


Detik itu juga ia ‘mematikan’ Zarri Bano yang lama dan berusaha menjadi perempuan yang hampir tanpa perasaan. Ia berusaha melupakan rasa cintanya pada Sikander, apalagi ia harus menghadapi kenyataan Sikander akhirnya menikah dengan Ruby, adiknya.

Zarri Bano menjadi Perempuan Suci. Tubuhnya tertutup burqa. Biasanya burqa menutupi seluruh tubuh pemakainya dan hanya menyisakan celah di bagian mata. Tapi, menurut penulis, burga yang dipakai Zarri Bano masih menampakkan muka pemakainya, seperti jilbab yang sangat lebar.

Selain mengisahkan tentang Zarri Bano, ada kisah lain yaitu tentang permusuhan seorang Chaudharani – nyonya tanah – bernama Kaniz dengan Fatima, pelayan keluarga Zarri Bano. Dendam Chaudharni Kaniz terhadap Fatima dikarenakan ia merasa sebagai perempuan pilihan kedua suaminya, karena dulu suaminya sebenarnya melamar Fatima untuk jadi istrinya, tapi ditolak. Dendam itu berlanjut. Bahkan bagia karma, anak Kaniz, Khawar justru jatuh cinta pada Firdaus, anak Fatima.

Istilah Shahzadi Ibadat, sebenarnya hanyalah ciptaan Qaisra Shahraz untuk mempertegas ‘tugas’ Zarri Bano. Sebuah tradisi kuno di Pakistan, yang mengatasnamakan agama untuk melindungi harta warisan dan tanah agar tidak jatuh ke pihak calon suami anak perempuannya.

Dalam novel ini, paling tidak, digambarkan bahwa masih banyak praktek dalam kehidupan yang membuat perempuan tidak bisa menentukan kehidupannya sendiri. Bahwa laki-laki begitu dominan dalam segala hal, laki-laki dianggap sebagai imam yang tidak bisa ditentang keputusannya. Sebagai perempuan, baik itu sebagai anak atau istri, tidak pantas untuk menentang keputusan yang diambil ayah atau suami. Bisa dilihat dari bagaimana Zarri Bano yang selama ini berjiwa bebas dan mandiri akhirnya pasrah mengikuti keinginan ayahnya, atau, bagaimana Shahzada, ibu Zarri Bano, tidak kuasa memohon pada suaminya agar membatalkan keputusan itu. Bahkan Habib Khan mengancam akan menceraikan Shahzada jika ia melawan.

Perempuan Suci yang ditulis tahun 2001 adalah novel pertama Qaisra Shahraz dan meraih penghargaan Jubilee Award tahun 2002.

Gue suka waktu Zarri Bano lagi diskusi dengan teman-teman perempuan sesama Muslim. Ia memaparkan berbagai solusi yang praktis dan masuk akal ketika teman-temannya mengajukan pertanyaan yang sepertinya jadi beban buat mereka.

Gue gak nyangka akan begitu menikmat novel ini. Biasanya gue males banget baca novel dengan tulisan kecil-kecil. Gue tadinya pesimis bakal bisa menyelesaikan buku ini. Tapi, novel ini mampu ‘memikat’ gue sejak kalimat pertamanya.

Sejujurnya sih… tadinya yang mau gue beli adalah novel “Perempuan Terluka” karena… hmmm… di depannya ada stiker yang tertulis “gratis buku selama setahun dari mizan” hehehe… tapi, begitu dilihat ternyata ini sekuelnya Perempuan Suci dan pas gue baca sinopsisnya cukup membuat gue tertarik, jadilah, gue beli juga Perempuan Suci… dan ternyata emang oke…

Read more »

Senin, 11 Juni 2007

Shopaholic & Baby

Shopaholic & Baby (Si Gila Belanja Punya Bayi)
Sophie Kinsella
GPU, Mei 2007
536 Hal.

Ok, deh… lumayan lama juga nih, nunggu kelanjutan Shopaholic Series setelah Shopaholic and Sister. Dari judulnya aja udah ketauan, kalo buku ini akan bercerita tentang kehebohan Becky Brandon (dulunya Bloomwood). Perlu gak sih kimono bayi merk Ralph Lauren? Kereta bayi untuk mendaki gunung? Kereta bayi untuk main ski? Bukan Becky namanya segalanya gak berbau desainer terkenal. Baju baby Dior… udah ada… boks bayi plus lemari yang ada sirkus mininya… juga udah ada. Yang paling heboh, adalah begitu tau ada dokter kandungan langganan selebritis, Becky langsung bilang sama Luke mau ganti dokter. Becky langsung mengkhayal temenan sama Kate Winslett atau Elle MacPherson, muncul di majalah yang akan menyebut, “Kate, dan sahabatnya, Becky…”.

Setelah mendapat persetujuan yang dipaksakan dari Luke, Becky segera mendaftar untuk jadi pasien Venetia Carter, si dokter langganan selebritis itu. Dan, bukan hal yang gampang untuk jadi pasien Venetia, karena jadwal yang penuh. Beruntung Becky bisa ‘nyelip’ di salah satu jadwal kosong Venetia.

Tapi, ternyata… Venetia bukan orang asing buat Luke. Venetia itu adalah pacar Luke waktu masih kuliah. Becky mulai ketar-ketir. Meskipun tetap keliatan sok cool di depan Venetia dan Luke. Tapi, koq, makin lama, sikap Venetia makin agresif. Becky mulai gak tenang… apalagi, Becky menemukan sms dari Venetia untuk Luke yang sayangnya gak dimengerti Becky karena ditulis dalam bahasa Latin.

Sikap Luke yang terkadang mencurigakan makin membuat Becky gak tenang. Becky mulai khawatir suaminya berselingkuh. Becky pun bertekad untuk menyelidiki Luke.

Sementara itu, bisnis Luke yang sedang booming teracam gonjang-ganjing dan isu yang gak mengenakan, yang bisa-bisa membuat Becky batal jadi triliuner. Padahal, mereka berdua sudah menjual apartemen mereka dan berencana membeli rumah mewah yang (harus) ada Kamar Sepatu.

Dalam keadaan hamil tua, Becky masih sempat memikirkan usaha untuk menyelamatkan department store tempatnya bekerja, The Look, yang sepi dan terancam ditutup. Untuk Becky kenal dengan seorang perancang, Danny, yang dulu pernah tinggal di satu apartemen dengan Becky.

Persoalan datang bertubi-tubi justru menjelang Becky melahirkan. Untuk Becky dikeliling para sahabat, keluarga dan suami yang sangat mencintainya. Sampai akhirnya Becky melahirkan seorang bayi mungil yang lucu.

Gaya buku ini masih sama seperti yang dulu-dulu. Becky masih ‘gila’ belanja dan seperti biasa sampai lupa mana yang jadi prioritas ketika berbelanja. Mau nyari perlengkapan ‘inti’ untuk bayinya, malah nyasar beli stetoskop! Saking banyak barang gak penting dan bermerk, Becky harus menyembunyikan catalog belanja di depan Jess, kakaknya, yang super hemat itu. Becky bahkan dianjurkan untuk membuat baju bayi dari rami yang tahan lama dan ramah lingkungan.


Tapi, biar kadang terkesan seperti cewek yang berpikiran cetek (Seperti kata Venetia Carter), Becky bisa bikin orang lain tertawa, karena ia bisa melihat sesuatu dari sisi yang lain (seperti kata Luke Brandon, sang suami)

Kadang membosankan juga sih bacanya, karena ketebak banget deh, ulah si Becky… tapi, terkadang jadi segar lagi. Mungkin enaknya jangan dibaca sekaligus, harus berhenti sedikit-sedikit biar gak bosen.
Read more »

Minggu, 10 Juni 2007

Lucia, Lucia

Lucia, Lucia
Adriana Trigiani
GPU, Mei 2007
408 Hal.

Lucia Sartori, adalah anak perempuan satu-satunya dari pasangan Antonio dan Maria Sartori. Mereka adalah pendatang dari Italia dan mencari penghidupan di Amerika. Ketika itu adalah masa-masa setelah berakhirnya Perang Dunia II. Keluarga Sartori memiliki toko kelontong bernama Groceria yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Italia di Amerika.

Lucia adalah gadis yang berbakat, khususnya di bidang jahit-menjahit. Keahliannya ini diperoleh dari sang nenek. Lucia pun bekerja di sebuah departemen store terkenal di Fifth Avenue.

Hampir saja Lucia menikah dengan kekasihnya, Dante, anak pemilik sebuah toko roti, sama-sama berasal dari Italia. Lucia mempunyai keinginan untuk tetap bekerja jika ia sudah menikah nanti. Baginya, menikah bukanlah halangan bagi karirnya. Tapi, ternyata keputusan ini ditentang oleh calon ibu mertuanya, Claudio. Pandangan Claudio masih sangat kolot, bahwa perempuan yang sudah menikah harus bekerja di rumah, mengurus rumah tangga dan suaminya. Tentu saja Lucia menentang pendapat itu dan mengejutkan semua pihak dengan membatalkan pertunangan mereka.

Tapi, Lucia tidak perlu berlama-lama patah hati. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang pemuda Amerika yang bergaya sangat dandy, tampan, kaya, pemikat wanita, bernama John Talbott. Lucia langsung jatuh cinta, apalagi John Talbott juga menunjukkan sikap yang sangat memuja Lucia.

Meskipun Antonio tampaknya kurang menyetujui hubungan ini, Lucia dan John pantang mundur dan akhirnya mereka pun bertunangan. Rencana pernikahan mulai disusun. Bayang-bayang menjadi istri seorang yang kaya seolah sudah di depan mata. Lucia yang sedang kasmaran menyerahkan semua uangnya untuk membantu pembangunan rumah mewah mereka.

Tapi, apa daya, ternyata John Talbot adalah seorang penipu. Ia meninggalkan Lucia di hari yang seharusnya jadi hari pernikahan mereka. John sudah membawa kabur uang Lucia, meskipun akhirnya ia berhasil ditangkap pihak polisi.

Di hari tuanya pun, Lucia, gadis yang dikenal sebagai gadis tercantik di Greenwich Village, tetap hidup melajang.

Mungkinkah kutukan yang diucapkan oleh bibi Lucia, Catherina, menjadi kenyataan?

Cover buku cantik… tapi, isinya biasa aja… gak terlalu istimewa. Cewek cantik… jatuh bangun dalam percintaan… tapi akhirnya bisa survive… So typical… kurang gregetnya. Mengingatkan gue pada sama novelnya Danielle Steel yang sempat gue koleksi di masa-masa awal gue baru keranjingan baca novel…
Read more »