Senin, 28 Maret 2011

For Sale: Chicklit ... Chicklit... Chicklit...


Kali ini giliran chicklit yang mau gue jual. Butuh waktu juga sih, sampai akhirnya gue 'rela' melepas chicklit gue. Ada masanya ketika gue 'keranjingan' sama yang namanya chicklit, sampai akhirnya gue bosan sendiri. Dan setiap pengen menjual chichlit ini, kalo gue ngeliat covernya yang cerah, warna-warni dan lucu, juga ceritanya yang kalo sepintas diliat, koq bagus, ya... gue pun sempat bertahan untuk membiarkan chicklit ini di lemari buku gue. Tapi, sekarang, hehehe.. 'selera' gue rada berubah, jadi gue bisa merelakan chicklit gue jadi milik orang lain.

Seperti biasa, kalo berminat, silahkan tinggalkan pesan di blog ini atau langsung email gue di ferina.permatasari@hbtlaw.com

Ini daftarnya (baru sebagian sih yang bisa gue list... nanti lagi menyusul):

Chicklit Terjemahan – All Rp. 25,000

1. Sammy’s Hill (Dunia Sammy) – Kristin Gore
2. Does my Bum Look Big in this? (Besar itu Indah) – Arebella Weir
3. For Better For Worse (Dalam Suka dan Duka) – Carole Matthews
4. Straight Talking (Apa Adanya Saja) – Jane Green
5. Mr. Maybe – Jane Green
6. Jemima J – Jane Green
7. Stupid Cupid (Salah Sasaran) – Arebella Weir
8. Reality TV Bites (Reality Show Gila) – Share Bolks
9. Spellbound (Tersihir) – Jane Green
10. Last Chance Saloon (Kesempatan Terakhir) – Marian Keyes
11. Dress Rehearsal (Ramalan Kue Pengantin) – Jennifer O’Connell
12. Asking for Trouble (Cari Gara-gara) – Elizabeth Young
13. Bad Heir Day (Aku dan si Penyair Palsu) – Wendy Holden
14. Perfect Stranger (Tak Kenal Maka Tak Sayang) – Robyn Sisman
15. Playing James (Pura-pura Jadi Detektif) – Sarah Mason
16. Wonderlust (Doyan Jalan) – Chris Dyer
17. Speechless (Buket Pengantin Ketiga Belas) – Yvonne Collins & Cardy Rideout
18. Calling Romeo (Mencari Romeo) – Alexandra Potter
19. Exes Anonymous (Klub Patah Hati) – Lauren Henderson
20. Cause Celeb (Relawan Elite) – Helen Fielding
21. Fashionista – Lynn Messina
22. Faking It (Jangan Pura-pura) – Jennifer Cruise
23. Blue Remembered Heels (Sepatu Biru Kenangan) – Nell Dixon
24. Accidentally Engaged (Ditodong Tunangan) – Mary Carter
25. High Society – Sarah Mason
26. Lucy Talk (Ocehan Lucy) – Fiona Walker
27. Don’t Try This at Home (Jangan Coba-coba) – Katie Pearson


Chicklit Bahasa Inggris - All Rp. 35,000

1. Pastures Nouveaux – Wendy Holden
2. Eat, Drink and Be Married – Eve Makis
3. Bridget Jones’ Diary: The Edge of the Reason – Helen Fielding
4. Ready or Not – Chris Manby
5. American Girls about Town – Adriana Trigiani, Jennifer Weiner, Lauren Weisberger, etc.
6. Irish Girls About Town – Maeve Binchy, Marian Keyes, Sarah Webb, etc
7. Pure Fiction – Julie Highmore
8. He’s Got to Go – Sheila O’Flanagan
9. Pretty Boy – Lauren Henderson
10. Talking to Adison – Jenny Colgan
11. Maddy Goes to Hollywood – Maureen Martella
12. Watermelon – Marian Keyes
13. Rachel’s Holiday – Marian Keyes
14. Special Relationship – Robyn Sisman
15. Angels – Marian Keyes
16. Shopaholic & Baby – Sophie Kinsella
17. Angels – Marian Keyes
18. Trading up – Candace Bushnell
19. Girl Friday – Jane Green
20. Life Swap – Jane Green


Read more »

Minggu, 27 Maret 2011

Ulasan Vampire Diaries 4 The Dark Reunion

Judul            : The Vampire Diaries, Dark Reunion
Penulis          : L.J Smith
Penerjemah  : Nengah Krisnarini
Penyunting    : Dian pranasari
ISBN             : 978-979-024-247-0
Halaman       : 328
Cetakan        : Maret 2011
Penerbit        : Atria
Harga           : Rp 39.000


            Tepat pada malam pertengahan titik balik musim panas, ketika dunia manusia tidak pernah sedekat itu dengan dunia para arwah, kejadian yang luar biasa akan terjadi. Mungkinkah segala sesuatunya akan lebih buruk lagi? Atau, masih adakah harapan?

            Dalam kisah sebelumnya Vampire Diaries 3 The Fury, Elena dikisahkan meninggal  demi menyelamatkan Steffan dan Damon. Kenyataan yang mengejutkan dan begitu antiklimaks ini menghantui para pembaca setia Vampire Diaries 1-3 (VD) maupun para karakter utama (yakni teman-teman, mantan pacar, calon pacar nya Elena). Jika dalam tiga buku sebelumnya, VD berpusat pada sosok dan sudut pandang Elena, maka VD 4 ini berpusat pada Bonnie, teman baik Elena yang memiliki kekuatan supranatural. 

             Vampire Diaries adalah serial horor vampir karya L.J. Smith, berkisah tentang seorang siswi SMU bernama Elena Gilbert yang terjebak cinta dengan dua kakak beradik vampire, Steffan dan Damon Salvatore! Smith menuliskan karakter vampirnya ini sejak 1991. Awalnya, ia bermaksud menjadikan cerita ini sebagai sebuah trilogi. Namun, saking dahsyatnya animo dan permintaan pembaca yang tidak ingin kehilangan Elena, Smith kemudian menulis sekuel sekaligus edisi paling akhir dari trilogy itu, Dark Reunion. Buku seri keempat ini menjadi  bukti bahwa seri ini sangat seru dan begitu melekat dalam benak pembaca.

            Dikisahkan, 6 bulan setelah kematian Elena, kota Fell’s Church kembali diteror oleh sesosok makhluk supranatural yang luar biasa kuat. Serangan pertama terjadi ketika Bonie, Caroline, Meredith, Sue, dan Vickie—semuanya teman Elena—mengadakan pesta di rumah Caroline. Acara khusus cewek ini pun disusul dengan acara pemanggilan arwah menggunakan papan ouija atau papan berhuruf yang sering digunakan untuk berkomunikasi dengan makhluk gaib. Tepat di tengah malam, acara seram-seraman itu berubah menjadi seram beneran ketika lampu padam dan rumah ditingkahi oleh jerit ketakutan dan sentuhan2 tak kasat mata. Ketika lampu menyala, lantai dua telah terkoyak dan cewek-cewek itu disuguhi pemandangan mengerikan, korban pertama telah tewas.

            Bonnie, dengan dibantu Matt dan Meredith, kemudian memanggil Stefan secara gaib. Dengan mengabaikan segala kenangan indah sekaligus memilukan bersama Elena di kota ini, Stefan pun menjawab panggilan itu. Ia  datang kembali ke Fell’s Church. Dan, Damon turut serta dengannya. Sekali lagi, dua kakak beradik vampire yang cakep tapi sayangnya bukan manusia itu, menapaki jalan-jalan di kota kecil itu. Dengan amunisi tambahan berusia 500 tahun, Bonie dan kawan-kawannya berupaya mengungkap siapa sosok purba yang kembali mengancam kota ini.

             Sayangnya, serangan kedua keburu terjadi dan Vickielah korban berikutnya. Diliputi oleh rasa geram, amarah, sekaligus sedih; Stefan, Matt, Bonnie, Meredith berjuang mencari tahu siapa penyerangnya. Mereka lalu membuat suatu trik, dan berhasil menjebak Tyler, seorang cowok sok di sekolahnya yang ternyata adalah manusia serigala. Dari Tyler, mereka berhasil mengungkap temuan mencegangkan! Penyerang itu adalah sesosok vampir tetua yang disebut kaum Old One, para vampire azali. Mereka adalah vampire generasi pertama yang memang telah menjadi vampire dengan sendirinya, tanpa digigit atau pertukaran darah. Old One begitu kuat, bahkan perpaduan kekuatan vampir Stefan dan Damon Salvatore tidak ada apa-apanya dibanding kekuatan Klaus yang sudah menggigit manusia sejak Coloseum mulai dibangun itu.

             Segala upaya dan cara pun dicoba, dan terbukti benar bahwa Klaus memang sangat kuat dan mustahil dihancurkan. Namun, ketika harapan seakan telah menghilang, mereka tetap berusaha. Mereka tidak menyerah.

 “Tidak ada alasan untuk menyerah  hanya karena kelihatannya kita akan kalah. Kita harus mencoba—karena pilihan lain adalah menyerah. …aku juga akan mencoba untuk tidak menyerah. Aku tidak tahu apakah aku bisa atau tidak, tetapi aku akan mencoba. Itu saja yang bisa dilakukan oleh semua orang.” (hlm. 132)

              Sikap pantang menyerah dan berani mencoba ini terbukti membuahkan hasil. Akhirnya, mereka berhasil menemukan kelemahan dari Klaus. Di penghujung novel ini, bangsa manusia dan kaum vampir saling bahu-membahu untuk mengalahkan Klaus. Bahkan, Caroline yang sebelumnya membenci Elena pun turut membantu. Pukulan, hantaman, tusukan, dan lontaran mewarnai bagian akhir buku ini. Sebuah pertarungan yang sangat seru dan aksi banget. Bahkan, mereka juga mendapatkan bantuan tak terduga dari seseorang yang sangat istimewa  untuk melawan Klaus. Siapakah dia? Tambahan lagi, ada hadiah manis dari Langit untuk sekumpulan anak muda yang tidak mau menyerah ini. Sebuah hadiah pamungkas yang tidak bisa lebih manis lagi.

            Sebagai seri terakhir dengan ending yang tidak mungkin bisa lebih memuaskan lagi, Dark Reunion adalah penutup yang manis dari kisah cinta antara vampire dan manusia.





Read more »

Rabu, 23 Maret 2011

Ulasan Sister Red

Judul Buku     : Sisters Red : Dua Saudari Bertudung Merah
Penulis           : Jackson Pearce
Penerjemah    : Ferry Halim
Penerbit         : Atria
Jumlah Halaman : 432 Halaman
Harga             : Rp. 55.000
ISBN               : 9789790244641


Tudung merah untuk menutupi luka kelam
Tudung merah untuk menyembunyikan kekuatan
Tudung merah penyamar kapak dan belati bergagang tulang
Tudung merah untuk memancing serigala kelaparan

            Anda pasti masih ingat dengan dongeng gadis bertudung merah yang hendak mengantarkan makanan kepada neneknya yang tinggal di sebuah rumah di hutan. Ingat juga bagaimana seekor serigala licik berusaha memakan makanan dan gadis itu dengan menyamar menjadi neneknya. Terakhir, ada salah satu versi di mana si nenek di makan oleh serigala—yang kemudian memakai baju neneknya—untuk mengelabui si gadis bertudung merah. Sang gadis kemudian berhasil ditolong oleh seorang tukang kayu, yang membelah perut serigala untuk mengeluarkan neneknya. Dan mereka hidup bahagia. Buku ini agak berbeda, lebih dewasa dan lebih “bak bik buk”!

            Sisters Red adalah pengembangan sekaligus versi modern dari dongeng gadis bertudung merah. Adalah Scarlett, Rosiie, dan Silas, 3 orang remaja yang mempertaruhkan kehidupan remaja mereka untuk melindungi gadis-gadis lainnya. Mereka adalah para pemburu serigala jadi-jadian atau fenrish. Ketika Scarlett berusia 11 tahun dan Rosie 9 tahun, mereka didatangi oleh seekor eh seorang Fenris yang kemudian membunuh nenek mereka. Karena Fenris itulah, hidup kedua gadis polos itu tidak pernah sama lagi. Fenris telah merenggut nenek mereka, telah meninggalkan bekas luka yang tak pernah hilang di tubuh Scarlett, dan juga di jiwa Rossie. Fenris juga yang telah membuat Scarlett kehilangan sebelah matanya. Dendam membara itu begitu tak tertahankan sehingga mengubah keduanya, dari gadis polos menjadi para gadis pemburu Fenrisyang akrab dengan kapak dan pisau.


            Berburu seolah sudah menjadi jiwa dan tujuan hidup bagi Scarlett. Peristiwa gigitan itu telah membuatnya bertekad untuk melindungi gadis-gadis lain dari serangan Fenris. Bersama Rosie adiknya, dan Silas si anak tukang kayu, mereka bahu membahu memburu para Fenris yang gemar memangsa para gadis muda. Cerita makin rumit ketika Rosie menyadari bahwa ia jatuh cinta pada Silas, dan Scarlett merasa ditinggal oleh mereka. Sementara kaum Fenris berkumpul di Atlanta untuk mencari sang Calon, pemuda yang akan diubah menjadi Fenris berikutnya. Coba tebak siapa yang ternyata menjadi si Calon? Pokoknya ada hubungannya dengan angka-angka 7 gitu dehhh! Dari sini, ketiganya mulai berburu si Calon, sementara perasaan cinta antara Silas dan Rosie makin bersemi. Pokoknya, ending-nya juga seru.  Adegan berantemnya memuaskan! Saya suka cewek yang kuat hehehe!


            Jackson Pierce mampu meramu dongeng gadis bertudung merah menjadi petualangan berburu ala Buffy the Vampire Slayer yang seru dan berdarah-darah. Hantaman kapak, tebasan belati, tendangan dan hempasan akan menjumpai pembaca di sepanjang buku yang sarat adegan pertempuran ini. Ketika melihat judulnya, saya kira buku ini tipe-tipe buku romantis-semi-dongeng abis, ternyata tidak. Mulai dari halaman pertama, adegan dan kisah terus menerus mengalir tanpa henti sehingga susah untuk meletakkan buku ini sebelum habis terbaca. Sayangnya, walaupun diangkat dari dongeng, buku ini tidak cocok sebagai bacaan anak karena ada beberapa adegan pertempuran yang agak sadis yang melibatkan patah tulang dan sayatan panjang… belum lagi adegan melukisnya! Yah, minimal pembacanya abg-abg usia 17 tahun ke atas lah kayak saia (*halah tobat).


Untung kmaren jadi nitip beli buku ini ma Ine, kalo ngakk bakalan nyesel deh saya. Met baca!

Read more »

Selasa, 22 Maret 2011

Wisata Parijs van Java - Her Suganda

No. 254
Judul : Wisata Parijs van Java - Sejarah, Peradaban, Seni, Kuliner, dan Belanja
Penulis : Her Suganda
Penerbit : Kompas
Cetakan : I, Januari 2011
Tebal : 333 hlm

Bandung yang kini telah berusia 200 tahun memang selalu menarik untuk dikunjungi. Lihat saja setiap akhir pekan mobil-mobil bernomor Jakarta dan kota-kota lain memenuhi jalan-jalan utama di kota Bandung. Apa yang sebenarnya menjadi daya tarik Bandung? Pastinya bagi masyarakat umum Bandung dikenal sebagai surga wisata belanja karena terdapat ratusan gerai factory outlet yang dapat memuaskan keinginan pengunjungnya untuk membeli baju-baju yang sesuai dengan trend mode masa kini. selain itu aneka makanan jajanannya yang khas dan lezat juga siap memanjakan perut para wisatawan yang keroncongan setelah seharian berbelanja baju.

Namun sebenarnya Bandung tak hanya menyajikan wisata mode dan makanan saja, kota yang pernah dijuluki Parijs van Java ini ternyata masih menyimpan banyak kekayaan wisata lain yang tak kalah memesona. Rasanya terlalu sayang jika mengunjungi Bandung hanya untuk membeli baju lalu berwisata kuliner saja. Lalu apa saja tempat-tempat lain yang layak dikunjungi? Buku “Wisata Parijs Van Java” karya wartawan senior Kompas Her Suganda ini mencoba menyuguhkan berbagai obyek dan tempat di Bandung dan sekitarnya yang ternyata menarik untuk dikunjungi para wisatawan dalam dan luar kota.

Di buku setebal 331 halaman ini penulis berusaha memenuhi rasa ingin tahu pembaca yang ingin berkunjung ke Bandung. Dan ternyata obyek-obyek wisata yang pantas dikunjungi di Bandung tidaklah sedikit, setidaknya buku ini memuat lebih dari tiga puluh tempat yang layak dikunjungi.

Buku ini membagi tujuan wisata Bandung ke dalam 6 bagian yang dimulai dari wisata sejarah menyusuri gedung-gedung bersejarah di kota Bandung, tempat-tempat ilmu pengetahuan dan seni, wisata kota, wisata alam dan argo, wisata kuliner, wisata belanja, plus bab tersendiri mengenai transportasi dan akomodasi di kota Bandung. Dan sebagai pelengkap, buku ini juga menyajikan daftar alamat dan nomor-nomor telepon penting dari berbagai lokasi wisata, hotel, travel, toko oleh-oleh, souvenir, rumah sakit, dan sebagainya.

Bagi yang menyukai wisata sejarah dan ingin menyelusuri bangunan-bangunan bersejarah (Gedung Sate, Gedung Merdeka, Museum Pos, dsb) yang banyak terdapat di kota Bandung buku ini bisa dijadikan panduan yang sangat baik. Selain menyimpan banyak bangunan bersejarah dari masa kolonial Belanda, beberapa bagunan di kota Bandung juga bisa menjadi saksi perjalanan hidup Bung Karno. Untuk itu buku ini menyajikan bagian khusus bagi pembacanya untuk berwisata sejarah sambil menapak Jejak Langkah Bung Karno di Bandung mulai dari sel no. 5 Penjara Banceuy yang kini berada di tengah-tengah area pertokoan, gedung Landraad ( gd. Indonesia Menggugat), penjara Sukamiskin, Institut Teknologi Bandung tempat Bung Karno meraih gelar Insinyurnya, rumah bersejarah Inggit Ganarsih, dan beberapa bangunan di Bandung yang merupakan rancangan Ir. Sukarno.

Khusus mengenai rumah-rumah rancangan Bung Karno, buku ini mencatat ada 11 rumah yang hingga kini masih berdiri dengan kokoh. Salah satu ciri khas hasil rancangan Bung Karno ada pada bagian atas bangunan-bangunan tersebut yaitu terdapat hiasan berupa gada. Ada yang berpendapat bahwa hiasan tersebut merupakan bagian dari pengaruh dunia pewayangan yang banyak mempengaruhi pikiran Bung Karno. Gada sendiri merupakan senjata yang biasa digunakan oleh tokoh wayang Bima.

Di bagian ilmu pengetahuan dan seni, buku ini menyajikan tempat-tempat di Bandung yang hingga kini menjadi pusat penelitian iptek dan perkembangan seni seperti Museum Geologi yang menyimpan fosil gajah purba dan 13 meteorit yang pernah jatuh di Pulau Jawa antara lain Meteorit Prambanan yang jatuh ke bumi pada tahun 1865. Di museum ini tercatat bahwa ketika sampai di bumi bobot meteorit tersebut mencapai 10 ton!.

Lalu ada pula Observatorium Boscha yang dibangun pada tahun 1912. Bangunan utamanya unik karena berbentuk kubah putih yang atapnya bisa dibuka dan ditutup untuk mengamati benda-benda angkasa. Di Observatorium Boscha ini terdapat teleskop Zeiss yang memiliki panjang tabung sekitar 11 meter dan diameter 150 cm. Saking besarnya teleskop ini sering dijuluki “Mata Raksaksa”.

Di bagian seni, terdapat tempat wisata-wisata seni yang layak dikujungi, antara lain Museum Barli yang juga menyediakan tempat untuk belajar melukis dan Saung Angklung Udjo yang jadi tujuan wajib para wisatawan mancanegara. Walau tidak setenar batik Yogya dan Solo ternyata Bandung juga memiliki tempat kegiatan membatik yang terletak di Jl Cigadung Timur dan Jalan Pesantren (Cimahi) dimana kedua tempat ini membuka diri untuk para pengunjungnya sehingga pengunjung bisa mengenal dan belajar membatik sendiri.

Untuk wisata belanja dan kuliner, selain tentang FO yang telah menjadi salah satu icon Bandung, buku ini juga mengulas tentang dua lokasi yang sedari masa lampau telah menjadi pusat fashion yaitu Pasar Baru dan jalan Tamin hingga sentra baju bekas Cimol (Cibadak Mall). Sedangkan untuk urusan perut selain menyajikan jajanan khas Bandung terungkap pula tempat yang direkomendasikan bagi para vegetarian. Tak ketinggalan pula tempat berjualan makanan ekstrim seperti sate kuda dan sate biawak.

Yang membuat buku ini menarik adalah bagaimana penulisnya menuturkan tempat-tempat tujuan wisata itu dengan detail dalam kemasan jurnalistik yang enak dibaca dan perlu. Jadi buku ini tak hanya menyajikan nama dan tempat wisata saja melainkan memberikan gambaran lengkap dan rinci mengenai sejarah, latar belakang, suasana, dan hal-hal menarik yang jarang terungkap dalam buku-buku panduan wisata lain. Selain itu ratusan foto-foto yang dicetak secara tajam dan tata letaknya yang dinamis juga membuat buku ini menjadi lebih informatif.

Jadi jika kita sering bertandang ke Bandung, buku ini bisa menjadi buku panduan untuk menyusuri kota Bandung dan sekitarnya yang mungkin belum kita ketahui selama ini. Tidak hanya bagi mereka yang sering berwisata ke kota Bandung buku ini juga layak dimiliki oleh warga Bandung sendiri yang ingin mengenal kotanya lebih dalam lagi. Bukan tak mungkin banyak orang Bandung sendiri yang mungkin tidak mengetahui tempat-tempat wisata beserta sisi-sisi menariknya yang terdapat dalam buku ini.

Selain itu buku ini juga tentunya dapat membangun kesadaran masyarakat luas bahwa sebetulnya Bandung bukan hanya surga belanja dan kuliner seperti yang telah dikenal selama ini. Di buku ini akan terungkap bahwa ada banyak tujuan wisata lain yang dapat memperluas pemahaman kita akan ilmu pengetahuan, sejarah, kesenian, dan peradaban dari sebuah kota yang dulu pernah dipersiapkan menjadi ibu kota pemerintahan Hindia Belanda dan sempat dijuluki sebagai Parijs van Java.

@htanzil
Read more »

Repiu Buku Sumbangan Muslim

Judul                : Sumbangan-Sumbangan Karya Sains Super Dahsyat Islam Abad Pertengahan
Penulis              : Diyan Yulianto & M.Saiful Rohman
Editor               : Abdul Azid Muttaqin
Penerbit            : DIVA Press
Edisi                 : I—September 2010
Tebal                :299 halaman


            “Ilmu pengobatan (niscaya) tidak akan muncul di dunia ini hingga ditemukan oleh Hippocrates, akan musnah sebelum dibangkitkan kembali oleh Galen, akan hilang berserakan jika tidak dikumpulkan kembali oleh Ar Razi, dan tidak akan berkembang sebelum akhirnya dilengkapi oleh Ibnu Sina” –De Poure

            Melihat judul buku ini yang begitu panjang, kamu mungkin akan malas untuk membacanya. Namun, sekali kamu membuka halaman pertama, dijamin isinya akan membuatmu melalapnya hingga habis (kayak kue serabi aja hehehe). Dari halaman pertama saja, kita sudah disuguhi fakta mencolok, bahwa kawah-kawah di Bulan ternyata memiliki namanya masing-masing, dan 24 di antaranya dinamai sesuai dengan nama-nama ilmuwan Muslim. Berturut-turut, kamu juga akan dibuat terngangga mengetahui bahwa kota Baghdad pernah memiliki perpustakaan terbesar di dunia, bahwa wilayah Spanyol Andalusia pernah menjadi wilayah pusat peradaban Islam yang gilang gemilang, bahwa istana dan kompleks masjid Al Hambra di Granada, Spanyol pernah menjadi salah satu tiruan 'surga di dunia’. Saking indahnya, Raja Spanyol sampai harus turun tangan untuk mencegah dihancurkannya istana ini oleh pasukan Inkusisi.


            Buku ini begitu kaya akan data dan fakta-fakta sejarah, yang entah bagaimana masih sering ditutup-tutupi sehingga umat Islam sendiri banyak yang tidak mengetahui kejayaan yang pernah dicapai oleh para cendekiawan dan ilmuwan pendahulunya. Membacanya, kamu akan tahu kalo Ibnu Sina pernah (dan mungkin masih) dianggap sebagai dokter terhebat dalam sejarah, begitu hebat hingga potret lukisan beliau, bersama Ar Razi dan Az Zahrawi bisa ditemukan turut menghiasi Katedral of Milano di Italia.  Kitab-kitab karya mereka bahkan pernah menjadi buku-buku best seller  di daratan Eropa selama beberapa abad. Columbus juga disebut-sebut berhutang banyak pada jasa para mualim muslim yang turut dalam pelayarannya menemukan benua Amerika.


            Walaupun buku ini tergolong buku sejarah, namun Anda dijamin  tidak akan bosan membacanya. Urainnya yang singkat, dipadukan dengan informasi dan kondisi terkini begitu menarik untuk diikuti. Hanya saja, mungkin ada beberapa uraian yang masih terbilang sesuatu yang kontroversial, misalnya peristiwa terbelahnya bulan, asal-usul Alchemy, dan penerbangan pertama dalam sejarah oleh seorang penemu muslim. Namun demikian, uraian-uraian tersebut masih asyik untuk diikuti. Jika kamu ingin tahu mengapa angka 1,2,3…9 disebut sebagai Arabic number, sejarah munculnya angka nol, kisah penemuan robot oleh ilmuwan muslim di abad ke-12, koin emas pertama di dunia Islam, bagaimana seorang novelis muslim menginspirasi penulisan novel The Jungle Book dan Robinson Crusoe, dan proses pembuatan sampo pertama dalam sejarah, bacalah buku ini.

Segera baca dan berbanggalah!

kover mangtaff
 ·  · Bagikan · Hapushttp://www.facebook.com/note.php?note_id=176564432359281
Read more »

Silver Stone

Judul                : Silver Stone, Rahasia Batu Perak
Pengarang        : Ardina Hasanbasri
Penyunting        : Jia Effendie
Tebal                : 313 halaman
Cetakan           : 1, Januari 2011
Penerbit            : Atria




Ini kisah tentang negeri dongeng
bukan, … bukan negeri dongeng seperti yang ada dalam buku-buku cerita klasik
Ini kisah tentang seorang putri yang tidak anggun, dengan pelayannya yang setia
Ini adalah kisah tentang seorang penyihir yang #galau, dengan goblin sabar-subur kesayangannya
Ini kisah tentang pangeran yang #klise dalam kurung gagah-dan-pemberani-seperti-di-buku-buku-dongeng!
Ini kisah tentang anak tukang kayu yang tidak ditakdirkan untuk menebang kayu
Ini kisah tentang prajurit sial yang selalu diikuti Dewi Fortuna
Ini kisah tentang naga dan monster rawa yang ramah (Hah …?)
Dan, lebih dari itu semua, ini adalah kisah seorang putri “kosmopolit” pertama di negeri dongeng.

Kisahnya di mulai dengan “Pada zaman dahulu kala, …”
            Alkisah, seorang putri Kerajaan Meza hendak dijodohkan dengan pangeran dari negeri seberang. Sudah saatnya dia menjadi seorang ratu anggun sebagai panutan dan kebangaan. Pangeran nan tampan dan baik budi sudah dipilihkan. Namun, putri satu ini bukanlah putri biasa. Dia adalah pemburu petualangan, tipe seorang putri yang tidak akan mengeluh jijik dan mengibas-ngibaskan tangannya ketika terkena lumpur rawa yang kotor. Dia putri yang memilih untuk mengejar dan mewujudkan mimpi dan harapannya, dan mimpinya adalah berpetualang. “Emang hanya pangeran tampan dan ksatria gagah berani saja yang bisa berpetualang,  begitu katanya.  Perkenalkan, dia adalah Alyssa.

            Alyssa pun memberontak, jiwanya yang haus akan petualangan menyeretnya kabur dari istana. Bersama pelayan setianya, Pasque, Alyssa memulai sebuah petualangan mencari batu perak dan sebuah tongkat sakti yang konon mampu menunjukkan kebenaran dan merobek perjanjian abadi antara kaum penyihir dan bangsa manusia. Alyssa, tanpa ia sadari, memulai perjalanan untuk mengungkap keberadaan batu perak sekaligus kebenaran akan dirinya sendiri. Sihir, monster, naga, dan lava mendidih  telah menanti. Dan Alyssa yang keras kepala itulah yang menjadikan cerita ini terjadi. Sebuah cerita petualangan yang pasti pernah Anda dengar namun dengan konsep dan trik penceritaan yang lebih baru, lebih emansipatoris!

            Setelah berhasil menyeret Troy, seorang anak tukang kayu yang ternyata analitis, Alyssa menunjukkan perilakunya yang spontan dan kadang sembrono—yang terus menerus dikeluhkan oleh Pasque dalam gaya yang kocak namun pasrah bongkotan hehehe. Beberapa kali, Alyssa membuat rombongan ini terkena banyak masalah. Untunglah, mereka ditolong oleh Damon, sang pangeran pujaan dari negeri dongeng (@l4y nya kumat). Dari sini, kita akan mulai disuguhi petualangan-petualangan seru, sambung-menyambung, yang kadang terlalu cepat sehingga tau-tau buku ini udah habis dibaca. Anda akan menjumpai saat-saat seru ketika rombongan ini ditangkap oleh Fraud, digondol makhluk rawa, menumpang naga terbang (seperti tergambar dalam cover bukunya), dan bertarung serta bersekutu-eh bersekutu lalu bertarung dengan para penyihir. Semuanya mengalir lancar dengan bumbu-bumbu karakterisasi yang spesial, walau sound effeck dan pencahayaannya agak kurang (#emangnya nonton bioskop?)

             Semua elemen cerita fantasi tumplek blek komplet dalam buku ini: putri, pelayan, rakyat jelata, pangeran tampan, penyihir, monster rawa, batu ajaib, naga, pertempuran sihir dan adu pedang! Sepintas, seolah buku ini sama biasanya dengan buku-buku dongeng untuk anak yang banyak beredar di pasar. Padahal tidak! Dari pemilihan tokoh utama Alyssa yang pemberontak saja, kita langsung tahu kalau novel ini … berbeza (kalao kata encik  Siti Nurhaliza sana).
Cerita klise tentang pangeran yang menyelamatkan putri diobrak-abrik oleh penulis, yang rupanya sangat piawai dalam membangun dan mempertahankan karakternya. Kali ini, bukan sang putri yang diculik naga atau penyihir; alih-alih, Alyssa kabur dengan surat palsu, yang surat itu ternyata malah menyeret seorang penyihir kuat bernama Mirabel dalam masalah. Dalam novel ini, bukan putrinya yang mendapat masalah, tapi si penyihirnya lah yang lebih banyak ketiban rugi—dan Tantrum, goblin kocak pelayannya yang ketimpa kuali pecah dan ramuan salah sasaran.

            Penulis juga menjungkirbalikkan mitos-mitos seram namun #klise dalam kisah-kisah fantasi. Mirabel ternyata punya rasa bersalah (walaupun Mirabel juga tipe penyihir yang tegaan ketika mengatakan nggak mau menolong Alyssa), goblin milik Mirabel yang ternyata kocak dan jauh lebih bijak dari nyonyanya, ada juga monster rawa yang suka makan kue coklat, serta naga yang takut pada kegelapan. Teknik ini terbukti sukses dalam mengangkat tema dongeng klasik bertema biasa menjadi sebuah novel yang kudu segera rampung di baca.
            Kekuatan utama novel ini memang ada pada karakter-karakternya. Bagi para pembaca fantasi yang terbiasa membaca karya-karya fantasi terjemahan, mungkin awalnya akan menganggap remeh novel fantasi karya anak negeri ini. Alur cerita dasarnya mungkin gampang ditebak, tapi percayalah…Anda akan larut dengan karakter-karakter “di luar kotak” yang diciptakan oleh penulisnya. Bayangkan seekor-eh seorang goblin yang mengomel dan suka menonton drama, penyihir yang galau, tukang kayu yang bukan tukang kayu (loh), dan naga yang penakut. Bagian yang masih dipertahankan dari cerita klasik mungkin adalah karakter pangeran Damon yang tetap gagah, berani, bertanggung jawab, suka melindungi orang lain bla-bla-bla. Walo begitu, semua karakter itu mampu diuraikan oleh penulis dengan begitu kuat. Begitu kuatnya sehingga sosok Alyssa yang keras kemauan itu seolah selalu memukul-mukul kepala saya jika saya nekat  meletakkan buku ini sebelum sampai pada halaman terakhir.


             Ending dari novel ini juga cukup memuaskan alias happy ending. Bukan happy ending #klise seperti “ … mereka berdua menikah dan hidup bahagia selamanya”. Tapi, lebih seperti “aku akan jatuhkan rumah tawonnya sehingga kalian bisa kabur dan berpetualang lagi”. Penasaran pasti! Jika Anda ingin membaca karya fantasi dalam negeri yang berbintang minimal empat (dari lima bintang), cobalah membaca Silver Stone. Sekali lagi, ceritanya mungkin biasa, tapi karakterisasi “out of the box” dari penulisnya-lah yang membuat Silver Stone pantas menjadi salah satu “silver book” dalam panggung fiksi-fantasy Indonesia.

Aku percaya bahwa dunia ini tidak setipikal yang ada dalam buku (dongeng?). Dunia ini lebih hebat dan ajaib!”, kata Alyssa di halaman 219. Dan saya percaya bahwa fiksi fantasi Indonesia tidak kalah hebat dan ajaib dari fiksi fantasi terjemahan. Kita tunggu saja (buntelan berikutnya ha ha ha *ngarep)
Read more »

Repiu Fantasy Fiesta 2010: 1 Buku 20 Rasa

Fantasy Fiesta 2010: 1 Novel 20 Rasa

Judul : Fantasy Fiesta 2010, Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2010
Penulis : Pemenang Fantasy Fiesta 2009 dan 2010
Penyunting : Lufti Jayadi
Tebal : 280 halaman
Cetakan : 1, November 2010
Penerbit : Adhika Pustaka


Serangan telah diluncurkan, 20 mantra pemikat imaji telah dirapalkan, 20 pedang pemancar kreativitas telah dihunus, 20 teknik pengubah-rupa angan telah dipersiapkan, 20 deret aksara sakti pemotivasi pikiran telah ditorehkan, 20 pistol pendobrak kebuntuan kreativitas pun tak lupa ditembakkan. Bersiaplah Indonesia, inilah 20 cerita fantasi yang akan melindungimu dari kemarau fiksi fantasi yang selama ini menderamu. Sambutlah persembahan ini, Fantasy Fiesta 2010, Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2010!

Indonesia, sebuah negeri yang kaya akan kreativitas, imaji, pengarang-pengarang produktif, ilham, dan sumber-bahan cerita yang tak akan habisnya; telah lama menantikan penulis-pengarang yang akan melanjutkan jejak-jejak keberhasilan Gundala Putra Petir dan kawan-kawan yang pernah menjadi fantasi idola di rumah sendiri. Selama beberapa dasawarsa terakhir, fiksi fantasi di negeri ini begitu sepi, seolah kurang begitu diminati. Entah karena kurangnya promosi, minimnya penulis yang mumpuni, atau mungkin ceritanya yang tidak bervariasi. Tapi, Fantasy Fiesta 2010 membuktikan yang sebaliknya.

Sejak dulu, saya selalu mengagumi para ahli pencerita. Dan, ketika buntelan berisi Fantasy Fiesta dari Mbak Truly dan Adhika Pustaka ini tiba, kekaguman itu semakin menjadi-jadi. Terpujilah para pengarang di dalamnya, yang mampu membangun alur cerita yang benar-benar baru dari serangkaian pengetahuan dan pengalaman yang biasa kita cerap. Mewujudkannya dalam kata-kata pilihan kemudian memolesnya dengan kalimat dan paragraf yang mempersatukan, yang mampu menggambarkan detail dan suasana dalam cerita ke dalam bayangan para pembaca. Para pemenangFantasy Fiesta, selain jago menulis, juga adalah ahli “menggambar” lewat untaian aksara dan kumpulan wacana. Saya ingin menjadi their secret admirer.


Fantasy Fiesta 2010 begitu kaya akan rupa-rupa cerita yang dihadirkan. Dalam kalimat-kalimat yang padat namun begitu penuh, masing-masing penulis mampu menenggelamkan pembaca dalam alam angan mereka, bahkan sejak paragraf pertama. R.Mailindra mengajak kita mengintip olahraga tinju dan situasi kota Jakarta di masa depan melalui Boxinite. Ia tak ubahnya Jules Verne yang menulis melampaui zamannya. Pun, F.A. Purawan yang menjungkirbalikan konsep manusia dan iblis, atau lebih tepatnya makhluk yang dikira iblis, yang bertarung melawan iblis dalam diri manusia dalam ceritaSpeak of the Devil: Perangkap. Bonmedo Tambunan dengan jenius menggambarkan sihir dansa tap-tap nya lewat rangkaian aksara melalui Rhyma. Tidak pernah terpikirkan oleh saya bagaimana dua hal yang berbeda dunia, yakni “dansa” dan “kisah fantasi” dapat dipadukan secara apik. Sementara, Erwin Adriansyah seperti menarik pembaca ke salah satu episode terakhir dari The Lord of The Ring danEragon—dengan kehancuran dan musuh yang lebih dahsyat!

Masih banyak lagi penulis-penulis denga ide-ide luar biasa yang mungkin hanya (atau baru) bisa diwadahi lewat Fantasy Fiesta. Melalui cerita Api, Klaudiani mempertemukan kita dengan mutan-mutan beraksara Yunani yang tergabung dalam Jatayu—intel sekaligus “The X-Files” versi Indonesia di masa depan. Fachrul R.U.N mengajak kita untuk mencoba diari versi masa depan, audio diary, di Apollyon. Luz Balthasaar menguakan selubung kabut sihir di kota kuno Amur. F.Nael mencoba menghela sejenak proses penciptaan bersama Sang Pelukis. Dan, Yuniar K. mampu menghadirkan kembali keceriaan masa kecil bersama mobil tua Moka, Si Mobil Jelaga.

Masing-masing cerita membuka ke ranah imajinasi, menyeret pembaca yang tak berdaya dari satu ruang imaji ke ruang-ruang imaji yang lain. Dari Jakarta setelah Gempa Besar di masa depan hingga ke padang-padang berhutan suku Indian ratusan tahun lampau. Dari kota misterius Apollyon ke negeri Sylvania dengan matahari hangatnya; masing-masing menawarkan sensasi yang berbeda, masing-masing menawan pembaca dalam negeri yang begitu asing namun menyenangkan untuk diselami. Di cerita pertama, kita akan diajak berkenalan dengan alam suku Indian oleh Jalandara. Cerita yang masih satu tema juga akan kita jumpai dalam cerita Anak Lelaki dan Si Pengubah Wujud. Lalu, berlanjut dengan cerita Hujan yang ber-ending tak terduga khas @fiksimini.

Cerita ketiga, Candu Aksara karya Dewi Putri Kiranayang sekaligus terpilih sebagai juara 1 Fantasy Fiesta—begitu “keluar kotak” dan berhasil mencandu pembaca dengan kejutan yang tak tertahankan: seorang yang memakan buku. Bayangkan, jika seandainya buku bisa dimakan, maka berbahagialah para pecinta buku. Intisari isinya begitu legit laksana brownies hangat, kreativitas penulisnya ibarat sesapan sirop manis, dan pengetahuan di dalamnya ibarat seporsi ayam goreng terenak di dunia. Bahkan surat kabar pun punya rasa nya masing-masing, Tempo terasa pahit legit, Republika yang lebih manis dari Sindo, dan Kompas yang rasanya paling kaya. Pernahkan kreativitas seperti ini muncul dalam benak kita. Idenya begitu sederhana, tapi aplikasinya dalam sebuah cerita fantasi begitu menguncang kenormalan kita. Sungguh luar biasa! Kalau boleh memberi saran, begitu Fantasy Fiestadi tangan, segeralah melahap bab ketiga ini sebagai menu pembuka! Atau, jadikan Candu Aksarasebagai hidangan penutup untuk mengingatkan kita betapa dahsyatnya kekuatan aksara dan buku. Namun, tidaklah apa-apa menjadikannya makanan selingan di tengah-tengah momen melahap buku ini.

Membaca Fantasy Fiesta 2010, saya seolah terikat oleh mantra tak kasat mata, yang menguar dari cerita. Mantra-mantra itu begitu mempesona mata, menarik rasa penasaran, dan juga memupuk keingintahuan. Saya menduga jangan-jangan para ahli magi dan penyihir-penunggang-naga benar-benar telah memantrai Fantasy Fiestadengan sihir kuno pemikat mata! Melompat dari satu cerita fantasi ke cerita fantasi yang lain seolah begitu mudahnya, padahal masing-masing cerita mampu memikat kita dengan kejutan-kejutan tak terduga dan bangun-penopang cerita yang kokoh.

Tenggok saja cerita Nama Terlarang di Angkasa, yang memadukan antara mitos penciptaan, ide-ide psikologis, dan horor. Bayangkan jika kita semua punya 2 nama, yang satu adalah nama yang kita sandang sehari-hari, dan satunya lagi adalah nama sejati kita—yang tercetak di belahan langit. Kita harus berhati-hati agar tidak membaca nama sejati kita yang terukir di langit, karena nama itu bisa dicuri oleh sang penguasa angkasa. Setelah membaca cerita ini, banyak pembaca akan memandang ke angkasa—berharap nama sejati kita aman di sana.

Tyas Palar, yang telah mempesona saya dengan novel debutannya The Death to Come kembali membawa para dewa-dewi Yunani dalam versi yang lebih manusiawi. Melalui cerita Drama Terhebat yang Pernah Ada, kita bisa terbahak sebentar demi menyadari bahwa Ares sang dewa perang nan bengis itu bisa dipaksa bermain drama oleh dewa Apollo. Bagi Anda penggemar serial Charmed danBuffy, tenggoklah cerita Dewa Laut Istana Camar karya 145.Kisah tentang pemusnahan jin di dalamnya begitu memikat. Atau, yang sedikit berat, bacalah Kerinduan Buku karya Elbintang dan Labirin gubahan Aphrodite. Paragraf-paragraf awal begitu misterius, dengan alur yang agak berliku-liku, tapi berakhir dengan ending yang begitu memuaskan.

Menuliskan cerita fantasi tentunya bukan hal yang mudah, apalagi ketika penulis harus dibatasi oleh syarat-syarat kaku dari sebuah cerita pendek. Penulis harus mampu membangun setting cerita dalam kalimat-kalimat yang padat, dan di saat yang sama mereka juga harus mampu menarik perhatian pembaca. Sungguh, ini adalah salah satu kekuatan terhebat dari para penulis Fantasy Fiesta. Saya membayangkan, jika ke-20 cerita fantasi pendek dalam antologi ini dikembangkan lagi oleh para penulisnya menjadi 20 novel yang lengkap dan utuh, maka dunia fiksi fantasi Indonesia tentunya akan sangat berbahagia.

Membaca Fantasy Fiesta, sebagaimana rasa buah yang dimakan oleh tokoh utama dalam cerita Sang Pelukis (halaman 125), “rasanya manis dari awal sampai akhir”. Anda harus membacanya, agar dahaga fantasi kita terpuaskan!
Terima kasih kepada adhika Pustaka!
Read more »