Rabu, 25 Januari 2006

KBN III : Petualangan di Kurdistan


Judul : Kara Ben Nemsi III : Petualangan di Kurdistan
Penulis : Karl May
Penerjemah : Harsutejo
Penerbit : Pustaka Primatama &
Paguyuban Karl May Indonesia (PKMI)
Tebal : xvi + 316 : 14x21 cm ; ilustrasi
ISBN : 979-3930-01-2

Kara Ben Nemsi atau Old Shatterhand (tokoh sentral dalam seri Winneou) kali ini melanjutkan perjalanan panjangnya di "Dunia Timur". Ia bersama empat orang kawannya yaitu Hajji Halef Omar, Sir David Lindsay, Sheikh Haddedihn Muhammed Emin, dan Amad el Ghandur, kini berada di jantung pegunungan Kurdistan. Dalam perjalanannya mereka bertemu dengan suku Kurdi Bewari yang mengundangnya untuk tinggal dalam perkampungan mereka. Namun ternyata ada maksud tersembunyi dari orang-orang Kurdi tersebut, mereka menginignkan kuda-kuda dan senjata mereka. Kara Ben Nemsi dan kawan-kawannya terjebak. Namun berkat kecerdikan Kara Ben Nemsi, ia dan kawan-kawannya berhasil meloloskan diri walau akhirnya tertangkap kembali. Dalam keadaan sebagai tawanan tiba-tiba seorang utusan dari penguasa Gumri mengenalinya dan mengundangnya menemui penguasanya (Bey dari Gumri). Dari status tahanan Kara Ben Nemsi dan kawan-kawannya kini menjadi tamu Bey dari Gumri, seorang penguasa suku Kurdi yang disegani oleh sukunya. Dari pertemuannya dengan Bey terungkap bahwa saat itu sedang terjadi pertikaian antara suku Kurdi Bewari yang Muslim dan suku Chaldani yang Kristen Nestorian.

Esoknya ketika mereka berburu beruang di Mia, Kara Ben Nemsi dan Lindsay terpisah dari rombongan, tiba-tiba mereka diserang oleh orang-orang Nestoria yang dipimpin oleh Melek dari Lizan, Kara Ben Nemsi dan sahabatnya Sir David Lindsay tertangkap. Lagi-lagi Kara Ben Nemsi dan sahabatnya berhasil melarikan diri, ketika mereka baru sampai ke tempat mereka ditangkap, mereka bertemu dengan orang-orang Chaldani yang berbeda yang berhasil menangkap Bey dari Gumri ketika mereka berburu beruang. Dari percakapan dengan mereka ternyata nama Kara Ben Nemsi telah dikenal dengan baik karena pernah menyelamatkan seorang gadis di Amadijah yang merupakan cucu dari Maria Durimeh yang disegani oleh suku Chaldani maupun suku Kurdi Bawari. Pengalaman itu menyelamatkan nyawa Kara Ben Nemsi dan kawan-kawannya sehingga mereka dijadikan tamu kehormatan bagi suku Chaldani yang dipimpin oleh Melek dari Lizan. Namun Bey dari Gumri yang merupakan musuh orang Chaldani tetap dijadikan tawanan sebagai sandera.

Dengan ditawannya Bey dari Gumri pertikaian antara Suku Kurdi Beari dan suku Chaldani tak terelakkan lagi, suku Kurdi tengah bersiap berperang melawan suku Chaldani. Kara Ben Nemsi yang saat itu berada ditengah-tengah suku Chaldani mencoba untuk menghindari terjadi pertempuran berdarah antara dua suku tersebut, statusnya sebagai tamu terhormat baik bagi suku Kurdi maupun suku Chaldani dan pengalamannya yang pernah menyelematkan cucu Maria Durimeh, tokoh spiritual yang disegani oleh kedua belah suku membuat dirinya dapat diterima oleh kedua belah pihak yang bertikai. Kara Ben Nemsi pun segera beraangkat menuju perkemahan suku Krudi untuk mencoba menjadi juru damai.

Perjalanan Kara Ben Nemsi menjadi juru damai tidaklah mulus, berbagai tantangan menghadangnya hingga akhirnya ia bertemu dengan Roh Gua alias ‘Ruh I’ Kulyan’ yaitu roh yang berada dalam gua yang biasanya dijadikan tempat bertanya bagi kedua belah suku yang bertikai. Roh Gua, Maria Durimeh dan peran Kara Ben Nemsi inilah yang nantinya akan menentukan apakah pertikaian antar dua suku yang sudah diambang peperangan itu akan meletus atau tidak.

Dalam Petualangan di Kurdistan ini Karl May menyajikan petualangan yang tak kalah seru dengan seri Winnetou maupun seri-seri Dunia Timur lainnya. Yang paling menarik di buku ini adalah terungkapnya sejarah kelam kemanusiaan yaitu peristiwa pembantaian yang mengerikan yang dilakukan oleh suku Kurdi Bewari yang Muslim terhadap suku Chaldani yang Kristen Nestorian. Selain itu di bab terakhir buku ini akan terungkap secara jelas apa alasan Kara Ben Nemsi/ Old Shatterhand melakukan petualangan tanpa akhirnya di dunia Barat maupun Dunia Timur. Beberapa ilustasi yang direpro dari sumber klasik Karl May Verlag dan "Karl May's Ilustrieste Werke" karya Joseph Ulrich membuat buku ini semakin menarik untuk dinikmati oleh para pecinta Karl May.

Poin tambahan untuk buku ini terletak pada lampiran yang berisi catatan penerjemah Inggris dimana catatan ini adalah catatan konsep yang tidak dapat diterjemahkan tanpa memberikan tambahan kepada teks asli dan rujukan lain yang menjelaskan konsep tersebut disinggung tanpa keterangan lebih lanjut (hal 297). Melalui catatan ini pembaca akan mengetahui bahwa kisah petualangan yang ditulis oleh Karl May bukan berdasarkan imajinasi belaka melainkan berdasarkan riset kepustakaan yang beragam pada zamannya. Salah satu yang paling menarik adalah catatan mengenai peristiwa pembantaian orang Kristen di Lizan yang diambil dari buku A.H. Layard "A Popular Account of Dsicoveries at Niniveh", JC Derby, New York, 1854, yang mungkin sekali diambil oleh Karl may sebagai bahan dasar sebagian besar kisah di buku ini.

Buku Kara Ben Nemsi III : Petualangan di Kurdistan ini diterjemahkan dengan baik oleh Harsutejo, seorang penerjemah buku yang pernah menerjemahkan beberapa buku termasuk buku Kara Ben Nemsi II : Penyembah Setan. Buku ini diterjemahkan berdasarkan naskah terbitan Amerika sebagai sumbernya, yaitu Oriental Odyssey III Travel Adventures in Kurdistan, Psi Computer Pty, Ltd (2003) yang diterjemahkan oleh Michael Michalak, seorang penggemar Karl May keturunan Jerman. Sedang sumber yang diapakai oleh Michalak adalah naskah asli Jerman karya Karl May yang masih berbentuk cerita bersambung di sebuah majalah Jerman pada tahun 1881-1882. Walau terjemahan dari bahasa Inggris, namun terjemahan Michalak ini sangat terjaga ketaatannya pada naskah asli, sehingga keotentikannya bisa dipertanggung jawabkan. Petualangan di Kurdistan ini pernah diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit Pradya Paramita pada tahun 1960-an berdasarkan versi Belanda yang telah banyak mengalami perubahan dari naskah aslinya.

Akhirnya, sebuah saga panjang siap mengajak pembacanya untuk berkelana ke pelosok-pelosok Dunia Timur dalam kisah yang ditulis tak kurang dari 7 tahun oleh Karl May, sang jawara kisah petualangan

@h_tanzil

0 komentar:

Poskan Komentar